Breaking News
light_mode

Silaturahmi di Ponpes Assalam Grobogan, Sidi Ibrahim Al Malik Tekankan Nasab Bukan Sekadar Kebanggaan, Melainkan Amanah

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sel, 11 Agu 2026
  • visibility 101.553

GROBOGAN — Dewan Pengurus Cabang (DPC) Naqobah Ansab Auliya Tis’ah (NAAT) Kabupaten Grobogan menyelenggarakan silaturahmi sekaligus kajian bersama keluarga besar Syekh Jumadil Kubro. Hadir sebagai narasumber utama, Sidi Ibrahim Al Malik, Penasihat Keluarga Besar Syekh Jumadil Kubro se-Asia Tenggara, pada Senin (10/8/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Menyemai Suri Tauladan, Lentera Kekeluargaan” berlangsung di Pondok Pesantren Assalam, Kradenan, Kabupaten Grobogan. Acara dihadiri jajaran pengurus Dewan Pengurus Wilayah NAAT Jawa Tengah, DPC NAAT Kabupaten Grobogan, DPC Garda Walisongo, keluarga besar pesantren, para kiai, tokoh agama, santri, serta masyarakat luas.

Kehadiran Sidi Ibrahim Al Malik yang datang langsung dari Malaysia beserta rombongan disambut hangat oleh keluarga besar Pondok Pesantren Assalam. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk memperdalam pemahaman mengenai sosok Syekh Jumadil Kubro, sejarah dakwah Islam di Nusantara, nasab, sanad, serta pentingnya meneruskan keteladanan para ulama terdahulu.

Dalam pemaparannya, Sidi Ibrahim Al Malik menekankan bahwa pembahasan mengenai nasab tidak boleh berhenti sekadar pada persoalan garis keturunan. Menurutnya, setiap garis keturunan yang diketahui membawa tanggung jawab moral untuk menjaga nilai-nilai yang telah diwariskan para leluhur.

“Nasab itu penting untuk dijaga karena di dalamnya terdapat sejarah keluarga dan perjalanan dakwah. Tetapi yang lebih penting dari sekadar mengetahui siapa leluhur kita adalah bagaimana kita mengambil teladan dari mereka,” ujar Sidi Ibrahim.

Ia mengingatkan agar pengetahuan mengenai hubungan nasab dengan para ulama dan wali tidak menjadi alasan untuk merasa lebih tinggi dibandingkan orang lain.

“Kalau kita mengetahui bahwa leluhur kita adalah ulama atau wali, maka seharusnya kita semakin rendah hati. Nasab bukan untuk menyombongkan diri, tetapi menjadi amanah untuk meneruskan kebaikan, ilmu, akhlak, dan perjuangan mereka,” pesannya.

Menurut Sidi Ibrahim, generasi muda perlu memahami sejarah para ulama bukan sekadar sebagai pengetahuan masa lalu, melainkan sebagai sumber inspirasi dalam menghadapi tantangan kehidupan masa kini.

“Para pendahulu kita membangun dakwah dengan ilmu, akhlak, silaturahmi dan pendekatan yang penuh hikmah. Nilai-nilai inilah yang perlu terus kita hidupkan agar Islam tetap menjadi rahmat bagi masyarakat dan bangsa,” lanjutnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Assalam Kradenan, Gus Syaidun, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan menjadikan pesantrennya sebagai tempat terselenggaranya kegiatan tersebut. Kehadiran Sidi Ibrahim Al Malik dinilai sebagai kehormatan sekaligus peluang berharga untuk menimba ilmu dan nasihat.

“Bagi kami, kedatangan Sidi Ibrahim Al Malik bukan sekadar sebuah kunjungan, tetapi merupakan kehormatan sekaligus kesempatan untuk mendapatkan ilmu, nasihat, dan keberkahan. Silaturahmi seperti ini sangat penting untuk mempertemukan generasi sekarang dengan sejarah dan perjuangan para ulama terdahulu,” ungkap Gus Syaidun.

Ia menegaskan bahwa pembahasan mengenai sosok Syekh Jumadil Kubro harus diarahkan untuk mengambil pelajaran dari perjuangan dan keteladanannya.

“Jangan sampai kita hanya bangga dengan nasab, tetapi tidak meneruskan akhlaknya. Yang paling penting adalah bagaimana ilmu, akhlak, persaudaraan, dan semangat dakwah para ulama terdahulu dapat kita hidupkan kembali di tengah masyarakat,” tegasnya.

Gus Syaidun berharap silaturahmi ini semakin mempererat ikatan antara lingkungan pesantren, keluarga besar NAAT, para ulama, serta masyarakat di Kabupaten Grobogan.

Sementara itu, Ketua DPC NAAT Kabupaten Grobogan, M. Nasrullah Djamaludin, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya merawat tali persaudaraan sekaligus menjaga amanah sejarah dan nasab keluarga besar para ulama dan wali.

“NAAT hadir bukan hanya untuk mencatat dan menjaga nasab, tetapi juga untuk membangun silaturahmi dan memperkuat persaudaraan. Nasab harus menjadi jalan untuk semakin mengenal para leluhur, menghormati perjuangan mereka, dan meneruskan nilai-nilai kebaikan yang telah diwariskan,” jelasnya.

Menurut M. Nasrullah, kehadiran Sidi Ibrahim Al Malik menjadi momentum yang sangat berharga bagi NAAT Kabupaten Grobogan.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai acara seremonial. Ke depan, kami ingin semakin banyak generasi muda yang mengenal sejarah para wali, memahami pentingnya sanad dan nasab, serta menjadikannya sebagai motivasi untuk berkhidmat kepada agama, pesantren, dan masyarakat,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa silaturahmi juga menjadi kekuatan utama dalam menjaga persatuan keluarga besar serta memperkuat ikatan persaudaraan sesama.

Perlu diketahui, Syekh Jumadil Kubro merupakan salah satu tokoh yang menempati kedudukan penting dalam sejarah perkembangan Islam di Nusantara. Pembahasan mengenai sosok dan jaringan keturunannya menjadi bagian dari upaya memahami perjalanan dakwah serta hubungan antar-generasi ulama di tanah air.

Oleh karena itu, kegiatan yang digelar DPC NAAT Kabupaten Grobogan ini diharapkan tidak hanya menjadi forum pembahasan nasab semata, melainkan juga sarana menyambung mata rantai sejarah, ilmu, akhlak, serta perjuangan dakwah.

Pesan utama yang mengemuka dalam kegiatan tersebut adalah menjaga nasab harus sejalan dengan menjaga akhlak dan mempererat silaturahmi. Sebab, nilai terpenting mengenal leluhur bukan sekadar mengetahui garis keturunannya, melainkan mampu meneruskan jejak kebaikan yang telah mereka tinggalkan.

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan khidmat. Para peserta tampak antusias mengikuti penyampaian materi serta sesi dialog yang berlangsung. Melalui kegiatan ini, DPC NAAT Kabupaten Grobogan berharap terjalin jaringan silaturahmi yang semakin erat antara keluarga besar para ulama dan wali, lingkungan pesantren, serta masyarakat luas.

Pada akhirnya, tema “Menyemai Suri Tauladan, Lentera Kekeluargaan” bukan sekadar hiasan tulisan, melainkan pesan bahwa sejarah patut dirawat, nasab wajib dijaga, silaturahmi harus diperkuat, dan keteladanan para ulama harus terus diteruskan oleh generasi penerus.

Editor : Arif

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati : UMKM Butuh Perhatian Serius

    DPRD Pati : UMKM Butuh Perhatian Serius

    • calendar_month Sab, 28 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 313
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Yeti Kristianti, menekankan pentingnya peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam mendorong perekonomian daerah. Menurutnya, UMKM memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan kesejahteraan melalui penyediaan lapangan pekerjaan. “UMKM ini sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi kita,” ujar Yeti, yang baru saja dilantik kembali untuk periode lima tahun […]

  • Museum Kartini Jadi Ajang Pameran Karya Perupa Jepara

    Museum Kartini Jadi Ajang Pameran Karya Perupa Jepara

    • calendar_month Ming, 29 Mei 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 260
    • 0Komentar

    Pengunjung Museum Kartini Jepara menikmati ragam karya lukisan para perupa Jepara  Puluhan karya seni rupa dipamerkan di aula Museum Kartini Jepara. Diharapkan ramainya kegiatan pameran menambah khazanah seni rupa di Kota Ukir. JEPARA- Sebahyak 49 karya dari para perupa Jepara dipamerkan di Aula Museum Kartini Jepara. Sebagian besar karya-karya yang dipamerkan bertema soal Jepara. Separuh dari karya […]

  • DPRD Pati Minta Pemkab Serius Bina Sektor Perkebunan, Dorong Inovasi Pengolahan Buah

    DPRD Pati Minta Pemkab Serius Bina Sektor Perkebunan, Dorong Inovasi Pengolahan Buah

    • calendar_month Jum, 20 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 356
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk lebih serius dalam membina sektor perkebunan. Hal ini menyusul melimpahnya hasil buah-buahan dari petani kebun di wilayah tersebut, khususnya di kawasan lereng Gunung Muria. Ketua sementara DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, menyatakan kekagumannya atas keberhasilan para petani kebun. Ia mendorong […]

  • Analisa Peluang Promosi Persijap Jepara ke Liga 1 : Cuma Butuh Dua Kemenangan Saja!

    Analisa Peluang Promosi Persijap Jepara ke Liga 1 : Cuma Butuh Dua Kemenangan Saja!

    • calendar_month Ming, 16 Feb 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 311
    • 0Komentar

    JEPARA – Situasi sulit dialami Persijap Jepara untuk menjaga asa promosi ke Liga 1. Ada berlapis rintangan yang harus disingkirkan sendiri. Tanpa mengharap “bantuan” dari pihak lain. Ya itulah yang dialami oleh tim berjuluk Laskar Kalinyamat jelang laga pemungkas babak 8 besar menghadapi Persela Lamongan pada Selasa 18 Februari 2025. Persijap Jepara harus menentukan nasibnya […]

  • HIPMI PT Jateng Gelar Forum Strategis di Kudus, Dorong Perekonomian Muria Raya

    HIPMI PT Jateng Gelar Forum Strategis di Kudus, Dorong Perekonomian Muria Raya

    • calendar_month Rab, 23 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 253
    • 0Komentar

    KUDUS – Dalam rangka menyambut Musyawarah Daerah (Musda) HIPMI PT Jawa Tengah, Karesidenan Muria Raya menggelar forum bisnis bertajuk “Optimalisasi Peran HIPMI PT Jateng dalam Menumbuhkan Ekonomi Muria Raya”. Bertempat di Café D’Nata, Jepang, Mejobo, Kudus, forum yang berlangsung Rabu (23/7/2025) ini dihadiri oleh para pengusaha muda, akademisi, dan pemerintah daerah. Acara ini merupakan wujud […]

  • Penyelidikan Kasus Penganiayaan Saat Sahur di Dukuhseti Berlangsung, Polisi Cari Identitas Pelaku

    Penyelidikan Kasus Penganiayaan Saat Sahur di Dukuhseti Berlangsung, Polisi Cari Identitas Pelaku

    • calendar_month Sen, 16 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.309
    • 0Komentar

    PATI – Seorang pemuda berinisial M.A.S (19) dari Desa Grogolan, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati menjadi korban dugaan penganiayaan bersama oleh sekelompok orang. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu dini hari (16/3/2026) sekitar pukul 02.30 WIB, ketika korban bersama dua rekannya sedang dalam perjalanan mencari makanan sahur di sekitar Perempatan Mantri Yono, Desa Ngagel. Pada saat kejadian, […]

expand_less