Breaking News
light_mode

Pemkab Pati Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Ming, 18 Jan 2026
  • visibility 1.565

PATI – Mengingat dampak luas bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem yang telah melanda wilayah Kabupaten Pati sejak 9 Januari 2026, Pemerintah Kabupaten Pati telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana.

Dilansir dari situation report terbaru per 18 Januari 2026, bencana tersebut telah memengaruhi 12 kecamatan, yaitu Dukuhseti, Juwana, Pati, Jakenan, Gabus, Wedarijaksa, Sukolilo, Tayu, Margorejo, Margoyoso, Kayen, dan Batangan. Pada saat kejadian awal, sebanyak 136 desa terdampak, namun seiring dengan upaya penanganan darurat yang dilakukan bersama berbagai unsur terkait, jumlah tersebut menurun menjadi 84 desa sesuai data terbaru.

Hingga tanggal 18 Januari 2026, data menunjukkan dampak bencana meliputi 61.606 warga terdampak, 2 orang meninggal dunia, 20.194 rumah tergenang banjir, dan 130 fasilitas umum terpengaruh. Kerugian juga terjadi di sektor pertanian: 7.355 Ha sawah (dengan perkiraan kerugian Rp 301 milyar), 1.371 Ha tambak terendam (perkiraan Rp 54 milyar), serta 66 Ha lahan pertanian bawang merah (perkiraan Rp 4,5 milyar). Untuk infrastruktur, kerugian tercatat pada jalan (Rp 170 milyar), jembatan (Rp 16 milyar), tanggul/talud (Rp 75 milyar), dan bendung/tambak (Rp 17 milyar).

Untuk menanggapi kondisi tersebut, Bupati Pati mengeluarkan Keputusan Nomor 400.9.10.2/0041 Tahun 2026 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Alam Banjir, Banjir Bandang, Tanah Longsor, dan Angin Puting Beliung di Kabupaten Pati Tahun 2026. Status ini berlaku mulai 10 Januari hingga 23 Januari 2026.

Penetapan status tanggap darurat ini diharapkan menjadi landasan hukum dan acuan operasional agar seluruh unsur pemerintah dapat bertindak lebih cepat, tepat, responsif, serta terkoordinasi dalam menangani bencana secara terorganisir dan sasaran.

Dalam penanganan darurat, Pemerintah Kabupaten Pati menetapkan sejumlah prioritas utama, antara lain mempercepat penanganan langsung di lapangan, memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak, mengoptimalkan koordinasi lintas sektor untuk menghindari tumpang tindih bantuan, serta memastikan kehadiran pemerintah dirasakan secara nyata.

Bupati Pati juga menekankan bahwa keselamatan warga adalah hal yang paling utama, dengan menginstruksikan seluruh pihak terkait – mulai dari OPD, TNI, Polri, relawan, hingga masyarakat – untuk bekerja cepat, responsif, dan sinergis.

Sebagai bentuk penguatan koordinasi, telah diadakan rapat bersama Wakil Bupati, Forkopimda, Kepala OPD, dan seluruh camat. Rapat tersebut bertujuan untuk menyelaraskan langkah, pembagian tugas, serta penanggung jawab di lapangan agar pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.

Penguatan layanan dasar bagi pengungsi menjadi fokus utama dalam penanganan. Langkah yang dilakukan antara lain menyediakan logistik dan kebutuhan pokok, mengoperasikan 16 dapur umum bekerja sama dengan PMI dan Muhammadiyah Disaster Management Center, mendistribusikan bahan pangan, memberikan layanan kesehatan bagi kelompok rentan melalui jejaring Puskesmas, menyediakan air bersih, melakukan penyemprotan lumpur pascabanjir, serta mengelola sampah untuk menjaga kesehatan lingkungan.

Di sisi teknis, pemerintah daerah menginstruksikan agar OPD terkait – khususnya DPUTR – melakukan asesmen infrastruktur, mempercepat penanganan infrastruktur rusak darurat dan ringan, serta segera menangani tanggul yang jebol baik secara sementara maupun permanen untuk mencegah dampak lebih lanjut.

Untuk penanganan banjir tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Pati akan fokus pada normalisasi sungai yang menjadi kewenangan daerah. Sedangkan untuk sungai yang berada di bawah kewenangan Pusat seperti Sungai Juwana, Pemkab akan segera melakukan koordinasi dan mengajukan surat resmi kepada Kementerian PUPR agar pembuatan kanal khusus (short cut) dapat segera diwujudkan untuk mengatasi permasalahan banjir.

Pemerintah Kabupaten Pati mengimbau seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan, mengingat curah hujan masih tinggi. Pemantauan cuaca terus dilakukan, termasuk dengan dukungan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dari BNPB untuk mengendalikan intensitas hujan dan mengurangi risiko bencana berikutnya.

Masyarakat diharapkan tetap waspada, menjaga ketenangan, serta mengikuti arahan dari petugas di lapangan. Sementara itu, pemerintah daerah bersama TNI, Polri, dan unsur terkait memastikan kesiapsiagaan dan pelayanan 24 jam penuh demi keselamatan seluruh warga.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebakaran Landa Rumah Warga Tayu, Kerugian Ditaksir Rp 75 Juta

    Kebakaran Landa Rumah Warga Tayu, Kerugian Ditaksir Rp 75 Juta

    • calendar_month Rab, 8 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 174
    • 0Komentar

    PATI – Kebakaran melanda rumah milik Sri Ningsih (43), warga Dukuh Pundenrejo RT 4 RW 4, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, pada Rabu (8/10/2025) sekitar pukul 08.30 WIB. Api menghanguskan bagian dapur dan ruang jahit rumah korban, diduga akibat kelalaian saat membakar sampah di halaman belakang rumah. Saksi mata, Siti Fatimah (65), tetangga korban, pertama kali […]

  • Ketika Menjaga Kebersihan Menjadi Kewajiban Setiap Pemeluk Agama

    Ketika Menjaga Kebersihan Menjadi Kewajiban Setiap Pemeluk Agama

    • calendar_month Sab, 29 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Seruan aksi menjaga kebersihan Sungai Juwana Sejumlah aktivis lintas agama menggelar aksi bersih-bersih Sungai Juwana, Pati. Menyadarkan masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan untuk kehidupan lestari berkelanjutan. PATI  – Sebuah kegiatan bertajuk “Bedo Kang Nyawiji” digelar oleh masyarakat lintas agama, ras dan golongan di bantaran Sungai Juwana. Tepatnya di area Jembatan Sampang Pati, Sabtu (29/10/2022). Mereka […]

  • Usaha Angkringan Bikin Makin Pengalaman

    Usaha Angkringan Bikin Makin Pengalaman

    • calendar_month Sen, 27 Nov 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Sri Wahyuni Sudah dua tahunan ini, Sri Wahyuni bergelut dengan usaha jualan nasi kucing di angkringan miliknya sendiri. Tentu selain nasi kucing, juga banyak aneka makanan lain layaknya angkringan pada umumnya. Dari situ, ia sedikit-sedikit dapat membantu biaya kuliah, jajan, hingga membeli kosmetik sendiri. Perempuan kelahiran Pati 13 September 1994 ini menuturkan, tak canggung dengan […]

  • Festival Wulan Merindu di Bendungan Wilalung yang Syahdu

    Festival Wulan Merindu di Bendungan Wilalung yang Syahdu

    • calendar_month Rab, 27 Nov 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Suasana asik di bendungan tuaFOTO Instagram Bidadari Kota Kudus Di bawah gagah bendungan bangunan Belanda, gadis-gadis muda itu berlenggak-lenggok manja. Menguarkan pesona kecantikan diri. Melengkapi eksotisnya Bendungan Wilalung kala senja. KUDUS – Ratusan warga dari Desa Babalan, Kecamatan Undaan dan sekitarnya memenuhi Bendungan Wilalung, Sabtu (23/11/2019). Mereka menikmati suguhan acara yang bertajuk “Wulan Merindu”. Acara […]

  • Komunitas Panahan CAT, Diikuti Lintas Profesi, Miliki Motto Sunah

    Komunitas Panahan CAT, Diikuti Lintas Profesi, Miliki Motto Sunah

    • calendar_month Jum, 7 Sep 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Bukan hanya para atlet prestasi saja yang tergabung di komunitas Cendekia Archery Team (CAT). Komunitas pecinta olahraga panahan ini diikuti lintas profesi. Ada pegawai swasta, pelajar, hingga pensiunan pegawai negeri pun ikut.   Hal itu lantaran ada motto menarik yang diselipkan di komunitas ini. Dimana, CAT memiliki motto yaitu Sunah, Sportif, dan Berjaya. Sunnah menjadi […]

  • Cak Imin Ajak Alumni Madrasah Salafiyah Kajen Jaga Ukhuwah Islamiyah dan Berperan dalam Pemberdayaan Masyarakat

    Cak Imin Ajak Alumni Madrasah Salafiyah Kajen Jaga Ukhuwah Islamiyah dan Berperan dalam Pemberdayaan Masyarakat

    • calendar_month Ming, 6 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 172
    • 0Komentar

    PATI – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), menghadiri Temu Alumni Nasional Ke-5 dan Reuni Akbar Madrasah Salafiyah Kajen di Pati, Sabtu (5/7/2025). Ribuan alumni hadir dalam acara tersebut. Ketua Yayasan Salafiyah Kajen, KH Ubaidillah Wahab, menekankan pentingnya menjaga ukhuwah islamiyah antar alumni. “Mempertemukan para alumni ini bertujuan agar terus […]

expand_less