Breaking News
light_mode

Banyak yang Menjadi Sumantri di Negeri Ini

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 28 Feb 2018
  • visibility 240

DOKUMEN GAMELAN KIAI KANJENG

Emha Ainun Najib menangkap, di negeri ini banyak
terjadi seperti kisah dalam pewayangan. Kisah Sumantri dan Sukrasana. Dua
saudara yang memiliki karakter sangat berbeda. Hal itu dikemukakan Budayawan
Emha Aninun Najib dalam Suluk Maleman edisi ke 74, Senin (26/2/18) malam lalu.
Ngaji budaya yang malam itu
mengambil tema Gondelan Barang Ambruk itu nampak gayeng. Halaman Rumah Adab
Indonesia Mulia penuh sesak oleh jamaah. Bahkan hingga meluber ke setengah
badan Jalan Pangeran Diponegoro.
Malam itu, selain Cak Nun- sapaan
akrab Emha Ainun Najib, hadir pula dalang Sigit Ariyanto. Dalang muda ini
mementaskan wayangnya dengan lakon Duryudana Gugur. Ngaji budaya malam itu,
lalu sedikit membahas soal dunia pewayangan dengan kenyataan Indonesia
sekarang.
Hayo aku takon. Kenapa harus ada wayang,” kata Cak Nun kepada
dalang Sigit Ariyanto.  Lalu dalang Sigit
menjawab, selain sebagai sarana hiburan, wayang juga merupakan tuntunan bagi
umat manusia. Kisah-kisah pewayangan bisa dijadikan suri tauladan.
”Nah maka dari itu, saya mengingat
cerita Sumantri dan Sukrasana. Sumantri kakaknya Sukrasana. Dia rakus. Amat
mementingkan kekuasaan, sementara berbalik dengan sang adik Sukrasana. Bahkan
di sebuah cerita, Sukrasana membantu Sumantri, lalu pada akhirnya sang adik
disingkirkan sendiri oleh sang kakak. Lalu di negeri ini banyak Sumantrinya apa
Sukrasana?,” papar Cak Nun lalu melempar pertanyaan pada jamaah yang sudah
memadati Rumah Ada Indonesia Mulia sejak ba’da isyak.
Sigit Ariyanto menambahkan. Dia
juga menyinggung soal tokoh Aswatama, tokoh yang ingin selamat sendiri, ketika
terjadi huru-hara usai perang saudara legendaris Baratayuda.
”Dia tokoh yang digambarkan ingin
dirinya selamat sendiri,” kata Sigit yang kemudia ditimpali Cak Nun. Dimana
negeri ini banyak pula terjadi demikian seperti Aswatama.
Lalu, sebelum diskusi beranjak
menuju dialog dengan jamaah, Cak Nun mengajak semuanya untuk berfikir bersama. Sepuluh
tahun mendatang akan ada banyak perubahan.
”Negara-negara Asia Pasifik yang
membentang dari China hingga Indonesia akan menjadi negara pertama. Negara yang
maju. Menggeser Eropa dan Amerika Serikat. Lalu saat itu kita nanti mau jadi
apa? Buruh cuci atau security?,” kata Cak Nun dengan nada bertanya.
Untuk itu mari, lanjut Cak Nun
semuanya mesti belajar. ”Jadilah pakar di satu keahlian. Pelajari betul. Dan
yang paling penting carilah kebahagiaan hidup, jangan mencari kekayaan.
Pekerjaan yang membuat bahagia, kaya akan mengikutinya,” terang budayawan yang
enggan tampil lagi di acara-acara tv swasta nasional ini. (Achmad Ulil Albab) 
 

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pansus Hak Angket DPRD Pati Dalami Sejumlah Isu, Panggil Kepala Sekolah, Sekdes, Dokter, hingga Dewas RSUD Soewondo

    Pansus Hak Angket DPRD Pati Dalami Sejumlah Isu, Panggil Kepala Sekolah, Sekdes, Dokter, hingga Dewas RSUD Soewondo

    • calendar_month Rab, 3 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 275
    • 0Komentar

    PATI – Pansus Hak Angket DPRD Pati terus bergerak mendalami berbagai isu yang menjadi perhatian publik. Ketua Pansus, Teguh Bandang Waluyo, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan serangkaian pertemuan penting untuk mengumpulkan informasi dan klarifikasi. “Hari ini, kami mengundang Kepala Sekolah SMPN 1 Tayu terkait pernyataan Plt Kepala Dinas Pendidikan tentang pemindahan guru. Selain itu, kami […]

  • Menikmati Malam Tahun Barunan, Ngecamp Saja di Gardu Pandang Puncak Jehan Jepara

    Menikmati Malam Tahun Barunan, Ngecamp Saja di Gardu Pandang Puncak Jehan Jepara

    • calendar_month Jum, 7 Des 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 253
    • 0Komentar

      SUMBER FOTO : INSTAGRAM EXPLOREJEPARA Setiap orang punya cara menikmati malam pergantian tahun. Ada yang senang menyemut di pusat kota, menyaksikan pesta musik dan meniupkan terompet. Membuat bising dan riuh jalanan. Ada pula yang menikmatinya dengan bersantai di teras rumah. Berkumpul bersama keluarga atau teman, sambil bakar-bakar jagung, main kartu, atau gitaran sambil melantunkan […]

  • DPRD Pati Ingin Kehadiran Pemuda Pancasila Bermanfaat untuk Masyarakat

    DPRD Pati Ingin Kehadiran Pemuda Pancasila Bermanfaat untuk Masyarakat

    • calendar_month Sel, 29 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 284
    • 0Komentar

    PATI – Pemuda Pancasila Kabupaten Pati resmi dilantik pada peringatan Hari Sumpah Pemuda dan HUT ke-65 organisasi tersebut di Gedung PGRI Pati, Senin (28/10/2024). Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Pati, Eko Kuswanto, menyatakan bahwa pelantikan ini disaksikan langsung oleh Majelis Pimpinan Nasional (MPN) dan Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila. “MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Pati […]

  • Jadwal Lengkap Persiku Kudus di Putaran Ketiga Pegadaian Championship 2026

    Jadwal Lengkap Persiku Kudus di Putaran Ketiga Pegadaian Championship 2026

    • calendar_month Kam, 12 Feb 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 2.532
    • 0Komentar

    KUDUS – Persiku Kudus bersiap menghadapi putaran ketiga kompetisi Pegadaian Championship 2026dengan sejumlah laga penting yang akan menguji konsistensi tim berjuluk Macan Muria tersebut. Memasuki fase krusial kompetisi, Persiku dijadwalkan melakoni sembilan pertandingan melawan tim-tim kuat dari berbagai daerah. Dukungan suporter diharapkan mampu menjadi energi tambahan bagi skuad Persiku untuk meraih hasil maksimal. Berikut jadwal […]

  • DPRD Pati Dorong Penataan PKL yang Berpihak pada Pemberdayaan dan Perlindungan

    DPRD Pati Dorong Penataan PKL yang Berpihak pada Pemberdayaan dan Perlindungan

    • calendar_month Sel, 23 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 322
    • 0Komentar

    PATI – Komisi B DPRD Pati menyampaikan harapan agar penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kabupaten Pati tidak hanya berfokus pada zonasi, tetapi juga pada aspek perlindungan dan pemberdayaan. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Komisi B DPRD Pati, Muslikan, dalam sebuah pernyataan resmi. “Tujuannya agar penataan PKL di Kabupaten Pati ini tidak hanya sebatas pada […]

  • Anggota DPRD Pati Dorong Peningkatan Fasilitas Perikanan di Juwana

    Anggota DPRD Pati Dorong Peningkatan Fasilitas Perikanan di Juwana

    • calendar_month Ming, 27 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 296
    • 0Komentar

    PATI – Mukit, anggota DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi Partai Demokrat, mendesak pemerintah untuk meningkatkan fasilitas di sektor perikanan di Juwana. Ia menilai sektor perikanan merupakan salah satu penunjang perekonomian utama di Pati yang berdampak luas pada sektor lainnya. “Perikanan di Juwana menjadi barometer perikanan di Indonesia. Kita harus akui bahwa sektor ini sangat penting […]

expand_less