Breaking News
light_mode

Antisipasi Terjadinya Bencana, Pemkab Jepara Gelar Apel Siaga

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 24 Nov 2018
  • visibility 221
Bupati Jepara Ahmad Marzuqi melakukan monitoring terhadap peralatan siap siaga bencana baru-baru ini. SUMBER : JEPARA.GO.ID

JEPARA – Pemerintah Kabupaten
Jepara menggelar apel siaga bencana di halaman kantor Setda Jepara Kamis
(22/11/2018). Kegiatan apel tersebut dinilai sebagai salah satu upaya untuk
kesiapsiagaan menghadapi bencana
Puluhan ormas sekaligus
relawan turut serta dalam apel siaga tersebut.

Mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Gerakan Pramuka Kwarcab
Jepara, SAR, PMI, Orari lokal Jepara, GP Ansor, Jepara Rescue, PC NU, Sentra
Komunikasi Mintra Polisi (SENKOM), PD Pemuda Pancasila dan Muhammadiyah
Disaster Management Center (MDMC), Satpol PP dan Damkar, TNI, Polri, dan
Dishub.
Bupati
Jepara Ahmad Marzuqi menyebut, kegiatan apel siaga tersebut dinilai sangat
penting, mengingat Kabupaten Jepara termasuk sebagai daerah yang rawan bencana.
”Dengan apel ini bisa dilakukan untuk meningkatkan antisipasi yang kurang. Sebab
antisipasi yang kurang dan penanganan yang lambat dapat menjadikan banyaknya
jatuh korban, “ kaa Bupati Marzuqi.
Bupati
Marzuqi juga berpesan kepada para camat, lurah, petinggi, dan RT/RW agar selalu
mewaspadi kemungkinan terjadinya bencana di wilayah masing-masing. Apabila
terdapat tanda-tanda potensi terjadinya bencana supaya segera melapor ke Call
Center BPBD, Portal Lapor Bupati, maupun lembaga diatasnya. Dengan tujuan agar
mendapat tindak lanjut sebagaimana mestinya.
Sementara
itu, untuk untuk OPD terkait diharapkan dalam keadaan siaga. Sekaligusmengoptimalkan
koordinasi secara cepat dan tepat, untuk mengamankan dan meminimalisir dampak
yang mungkin terjadi, “Periksa kesiapan peralatan serta dukungan logistik untuk
mengantisipasi secara dini apabila terjadi bencana.” Imbuhnya
Dalam
kegiatan Apel Siaga Bencana ini, Bupati juga mengucapkan terimakasih kepada
perusahaan-perusahaan dan lemmbaga yang telah menyumbangkan dana CSR, untuk
menanggulangi kekeringan selama musim kemarau, berupa droping air bersih. (yan)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan 250% di Pati Menuai Protes, Bupati Minta Maaf Setelah Viral

    Kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan 250% di Pati Menuai Protes, Bupati Minta Maaf Setelah Viral

    • calendar_month Kam, 7 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 231
    • 0Komentar

    PATI – Kebijakan Pemerintah Kabupaten Pati menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 250% menuai penolakan dari warga. Gelombang protes memuncak setelah Bupati Pati, Sudewo, mengeluarkan pernyataan yang dianggap menantang masyarakat, yang kemudian disusul dengan kericuhan terkait pembubaran paksa posko donasi. Warga Protes, Gelar Aksi Demo Besar-besaran Kenaikan PBB yang dinilai sangat memberatkan memicu kemarahan […]

  • KONI Kudus Menilai Musorkablub Forkom Pengkab Cacat Hukum

    KONI Kudus Menilai Musorkablub Forkom Pengkab Cacat Hukum

    • calendar_month Sab, 20 Feb 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Konflik di tubuh KONI Kudus terlihat makin memanas. Forkom Pengkab menghendaki Musorkablub. Namun rencana itu dinilai KONI Kudus cacat hukum. KUDUS – KONI Kabupaten Kudus menyebut musyawarah kabupaten luar biasa (musorkablub) yang bakal diselenggarakan forum komunikasi pengkab cacat hukum. Sebab, musorkablub yang direncanakan diselenggarakan Sabtu (21/2/2021) tak sesuai AD/ART KONI 2020. Kabid Binkum KONI Kudus […]

  • Pentas Harga Gabah Anjlok, dan Kritik Kesengsaraan Petani

    Pentas Harga Gabah Anjlok, dan Kritik Kesengsaraan Petani

    • calendar_month Ming, 21 Apr 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 171
    • 0Komentar

    PATI – Naskah berjudul Anjlok dipentaskan anak-anak Teater Tsalafiyah (TeTs) MTs Salafiyah Kajen baru-baru ini. berlatar sebuah desa yang sedang panen raya, dikisahkan terjadi harga gabah yang anjlok sekaligus merugikan petani. Naskah karya Miftahur Rohim, yang juga guru madrsah tersebut memang berniat melakukan kritik persoalan tersebut melalui panggung teater. Seperti diketahui, polemik harga gabah yang […]

  • Cukup Infaq Rp 2000, Warga Pati Bisa Nikmati Sarapan di Pojok Berkah 2000

    Cukup Infaq Rp 2000, Warga Pati Bisa Nikmati Sarapan di Pojok Berkah 2000

    • calendar_month Jum, 23 Feb 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 201
    • 0Komentar

    PATI – Pojok Berkah 2000 Pati menawarkan sarapan lengkap hanya dengan berinfaq Rp 2000. Tempat ini terletak di Ruko Salza, dekat Alun-Alun Pati dan buka setiap Jumat pagi. Setiap minggu, menu di Pojok Berkah selalu berubah. Pada Jumat (23/2/2024), mereka menyajikan nasi gandul disertai keripik tempe dan semangka, serta minuman seperti kopi, teh, dan air […]

  • Membanggakan, SDN 1 Wonorejo Wakili Jepara Jadi Sekolah Adiwiyata

    Membanggakan, SDN 1 Wonorejo Wakili Jepara Jadi Sekolah Adiwiyata

    • calendar_month Sab, 10 Feb 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 190
    • 0Komentar

      Foto bersama setelah pelaksanaan penilaian Sekolah Adiwiyata dari Dinas Lingkungan Hidup Jepara di SDN 1 Wonorejo belum lama ini. Lingkar Muria, JEPARA – Tim verifikator dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jepara telah menilai terkait komponen sekolah Adiwiyata belum lama ini. Dari situ, SDN 1 Wonorejo, Kecamatan Kota, berhak mewakili Kabupaten Jepara dalam ajang Lomba Sekolah Adiwiyata tingkat […]

  • Cover Majalah National Geographic yang mengangkat tema tentang Gunung Muria.

    Menjaga Muria, Menjaga Kehidupan: Ketika 14 Macan Tutul Menjadi Harapan Terakhir

    • calendar_month Ming, 15 Jun 2025
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 22.570
    • 0Komentar

    Di tengah krisis ekologi yang makin nyata, sebuah kabar gembira muncul dari rimba Gunung Muria: masih ada 14 individu macan tutul jawa yang bertahan hidup. Mereka bukan sekadar satwa liar—mereka adalah simbol harapan terakhir dari keseimbangan ekosistem yang semakin rapuh. Bukan tanpa perjuangan keberadaan mereka terus lestari. Di balik kabar ini berdiri sekelompok pemuda yang […]

expand_less