Breaking News
light_mode

Bus Tingkat PR Sukun, Sebuah Lambang Kejayaan ?

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 16 Jan 2021
  • visibility 252

Tampak samping belakang body bus tingkat PR Sukun/ Instagram Laksana

Bus tingkat berwarna biru tua itu mencuri perhatian publik. Khususnya
di kalangan bus mania. Dari foto-foto dan video yang tersebar di sosial media,
orang pasti akan berdecak kagum melihat penampakan bus itu.

KUDUS – Panjangnya 14,5 meter, tinggi 5,1 meter dan lebarnya 2,5
meter. Tampak gagah dan mewah sekali. Bus ini memakai legacy SR2 Double Decker
atau yang dikenal dengan sebutan tronton dengan sasis Marcedes Benz OH 2542
Triple Axle Trintin yang ban paling belakangnya bisa ikut belok. Bus ini milik
Perusahaan Rokok (PR) Sukun yang berada di Kudus Jawa Tengah.

Bus ini digarap perusahaan karoseri Laksana, Ungaran, Jawa
Tengah. Warna yang diusung bus ini sesuai dengan corak khas perusahaan yang
berpusat di Kecamatan Gebog. Desain body bus ini sederhana. Hanya ada logo
perusahaan di bagian belakang. Dan ada gambar signature pendiri perusahaan itu,
Mc Wartono dengan warna emas.

Gagahnya bus milik PR Sukun

Dikutip dari Kumparan,
Export Manager Karoseri Laksana, Werry Yulianto menjelaskan, ada beberapa
sentuhan khusus dari pemilik PR Sukun pada bus terbarunya itu.

“Pada sisi samping itu ada signature dari MC Wartono,
termasuk di dalam kabinnya ada akrilik tanda tangan. Ada juga audio (head unit
layar sentuh) dari pemilik yang pakai vendor luar,” terangnya kepada
kumparan, Kamis (14/1).

Bus milik Sukun Transport Logistic itu nantinya difungsikan
sebagai kendaraan pribadi keluarga pemilik perusahaan, namun sewaktu-waktu juga
bisa guna mengangkut pegawai dalam kondisi tertentu.

interior bus PR Sukun

Sementara itu Direktur Utama Sukun Transport Logistic Adhimsa
Yusuf Wartono mengaku sangat puas dengan bus baru itu. Kedatangan bus itu akan
menjadi ikon baru PR Sukun yang akan genap berusia 74 tahun pada Agustus tahun
2021 ini.

“Butuh waktu setahun untuk merampungkan konsep interior dan
eksterior bus ini. Kami mengutamakan kenyamanan bus ini. Sehingga ketika naik
akan menyenangkan,” kata pria yang akrab disapa Himsa ini seperti dikutip dari Murianews. (arf)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Beginilah Nyekiklik Channel, Kumpulan Pemuda Kreatif di Cluwak-Pati

    Beginilah Nyekiklik Channel, Kumpulan Pemuda Kreatif di Cluwak-Pati

    • calendar_month Jum, 2 Feb 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Percaya Diri Angkat Guyonan Khas Bumi Mina Tani   Para personil Nyekiklik saat berbincang di Cafe Gojoos Kelat Senin (29/1/18) Berawal dari teman satu tongkrongan, Nyekiklik Channel hadir. Mereka percaya diri menampilkan guyonan dengan mengusung dialek khas asalnya, Kabupaten Pati di layar Youtube. Obrolan terasa gayeng, saat saya mencoba menggali kisah tentang Nyekiklik Channel yang belakangan […]

  • Bupati Pati Apresiasi Komunitas Kendeng Hijau dalam Upaya Penghijauan Lereng Kendeng

    Bupati Pati Apresiasi Komunitas Kendeng Hijau dalam Upaya Penghijauan Lereng Kendeng

    • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 700
    • 0Komentar

    PATI – Bupati Pati, Sudewo, bersama Wakil Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menghadiri kegiatan penghijauan di kawasan Lereng Kendeng, Desa Gunungpanti, Kecamatan Winong, pada hari Selasa, 11 November 2025. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Pati dan Komunitas Kendeng Hijau dalam menjaga kelestarian lingkungan. Sudewo menyampaikan apresiasi kepada Komunitas Kendeng Hijau atas dedikasi mereka […]

  • Anggota DPRD Pati Sambut Positif CFD sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Lokal

    Anggota DPRD Pati Sambut Positif CFD sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Lokal

    • calendar_month Sen, 26 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 234
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah Kabupaten Pati rutin menggelar Car Free Day (CFD) dua minggu sekali di Alun-alun Simpang Lima Pati. Kegiatan ini mendapat apresiasi positif dari berbagai pihak, termasuk Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Muntamah. Muntamah berharap CFD dapat menjadi stimulus bagi perekonomian lokal, khususnya UMKM yang berjualan di sekitar alun-alun. “Dengan adanya bazar pada […]

  • Kidungan Teks Pakem Kajen, Meriahkan Haul Mbah Mutamakkin

    Kidungan Teks Pakem Kajen, Meriahkan Haul Mbah Mutamakkin

    • calendar_month Kam, 9 Sep 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 252
    • 0Komentar

      Festival Kajen, menembangkan Tesk Pakem Kajen PATI – Manuskrip yang ditulis pada tahun 1891 ini terakhir ditembangkan pada tahun 1950-an di Pasareyan Mbah Mutamakkin alias Kiai Cabolek alias Pangeran Hadikusuma, cucu Raja Pajang, Joko Tingkir alias Mas Karebet alias Sultan Hadiwijaya. Penulis manuskrip adalah Kiai Abdul Karim dari Margotuhu Ngerojo. Terakhir, sebab panambangnya setelah […]

  • Polres Pati Sikat Motor Berknalpot Brong

    Polres Pati Sikat Motor Berknalpot Brong

    • calendar_month Sab, 15 Jan 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 208
    • 0Komentar

      Petugas melakukan razia motor berknalpot racing brong di sekitar Stadion Joyokusumo baru-baru ini. Tindakan tegas dilakukan Polres Pati dalam menyikapi maraknya sepeda motor berknalpot racing brong. Mereka yang kedapatan memiliki sepeda motor berknalpot racing brong langsung ditilang. PATI – Polres Pati gencar menggelar razia dengan sasaran sepeda motor berknalpot racing atau brong. Adapun razia […]

  • Tegakkan Perda, Pemerintah Diminta Tidak Lemah

    Tegakkan Perda, Pemerintah Diminta Tidak Lemah

    • calendar_month Rab, 21 Feb 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, PATI – Beberapa ormas Islam di Kabupaten Pati mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Pati Selasa (20/2/18) siang kemarin. Kedatangan mereka untuk memberikan dorongan agar pemerintah tidak lemah dalam penegakan Perda Nomor 8 Tahun 2013 tentang penyelenggaraan pariwisata. Hal ini menyusul adanya isu yang menyebutkan bahwa perda tersebut oleh pihak pengusaha karaoke didorong hendak direvisi. […]

expand_less