Breaking News
light_mode

Suluk Maleman: Sujud Sebagai Jalan dalam Pusaran Zaman

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 3.115

PATI – Sujud secara bahasa dan makna membawa konsep ketundukan yang tak terbatas, kepatuhan total, serta penghambaan diri baik dari segi jasmani maupun rohani. Bagi ajaran Islam yang mengedepankan penyerahan diri sepenuhnya kepada Sang Pencipta, sujud menjadi puncak dari manifestasi itu. Begitu pula jika Islam dipahami sebagai ajaran kedamaian, sujud adalah bentuk yang paling sempurna untuk meraih keharmonisan tersebut.

Hal ini disampaikan Anis Sholeh Ba’asyin sebagai inti pembahasan dalam acara Suluk Maleman bertema “Sujud, Semesta Sujud; Manusia, Kalang Kabut” yang berlangsung pada hari Sabtu (14/3) lalu. Menurutnya, seluruh alam semesta—mulai dari materi, tumbuhan, hewan, hingga setiap unsur yang membentuk tubuh manusia—sebenarnya senantiasa dalam keadaan bersujud; hanya kesadaran manusia yang memiliki dua pilihan: menyatu dalam kesujudan bersama seluruh elemen alam, atau terus berdiri dengan kepala mendongak karena kesombongan.

Anis kemudian menjelaskan bahwa sejak awal terbentuknya, peradaban modern didirikan atas dua pijakan keangkuhan: pertama, memposisikan manusia sebagai pusat dari segala sesuatu di alam semesta. Kedua, menganggap materi sebagai satu-satunya realitas yang ada. Kedua dasar ini membuat kerapuhan yang melekat pada setiap konstruksi peradaban buatan manusia, tampak semakin jelas.

“Dua landasan yang sangat rapuh tersebut, hanya menegaskan kembali bahwa apa-apapun yang dibangun manusia, bila tidak mengikatkannya dengan Allah, akan selalu bernasib persis rumah laba-laba,” tegas Anis.

Sebagaimana diketahui, struktur rumah laba-laba tergolong konstruksi yang kuat secara teknis. Ia mampu menahan beban berlipat meskipun terbuat dari serat yang lebih tipis dari benang.

Namun pada kenyataannya, cukup dengan sentuhan lembut bahkan dari tangan bayi sekalipun, struktur tersebut bisa roboh total. Menurut Anis, inilah asal muasal istilah “kalang-kabut” dalam bahasa Indonesia, yang berasal dari kata “kal-ankabut” yang berarti seperti laba-laba.

Anis menyatakan bahwa peradaban modern telah banyak menanamkan khayalan dalam kesadaran masyarakat. Salah satu ilusi tersebut adalah pandangan bahwa kebahagiaan bisa diraih melalui kelimpahan materi dan kekayaan.

Padahal salah satu teori ekonomi menjelaskan bahwa rasa senang hanya akan dirasakan ketika manusia memperoleh sesuatu untuk pertama kalinya.

“Pertama punya motor orang akan senang, tapi yang kedua, ketiga dan seterusnya kesenangan itu sudah hilang. Demikian juga untuk barang-barang lain. Itu pun masih dengan mereduksi makna kebahagiaan hanya sekadar kesenangan,” jelasnya.

“Dunia mengajarkan kita untuk mengejar ilusi bermegah-megahan. Bermegah-megahan kita anggap akan memberi kebahagiaan. Padahal itu hanya fatamorgana. Saat dikejar tidak akan pernah sampai, bila kita terus mengejarnya hanya akan memperoleh lelah sampai ajal menjemput,” terang dia.

Obsesi untuk mengejar ilusi tersebut membuat manusia seringkali melupakan anak-anak, keluarga, tetangga, bahkan negara sendiri.

“Para maling koruptor itu lupa pada negaranya. Mereka hanya memperkaya diri dan keluarganya. Mereka hanya ingin bermegah-megahan sampai lupa bahwa di depannya lubang kubur menantinya,” satir Anis.

“Ramadan adalah momentum terbaik untuk bermuhasabah, untuk mengembalikan kemanusiaan di tengah kekacauan peradaban saat ini. Salah satunya, kita diajari untuk berhenti mengejar dunia; karena itu hanya akan membuat kita kalang kabut dan akhirnya dibuat hina di dunia,” lanjut Anis.

Anis menambahkan bahwa salah satu cara agar tidak terjerumus dalam kesesatan adalah dengan melakukan sujud.

“Sujud meletakkan kepala di tanah atau tempat paling rendah menjadi ekspresi paling sempurna dari ungkapan keIslaman dimana berarti menyerah pada Allah dan membuat diri kita damai,” ucap dia.

Pria yang juga produktif dalam mencipta karya sastra tersebut menyebutkan bahwa dengan senantiasa mengingat Allah, hati akan bisa mendapatkan ketenangan.

“Bukan berarti lepas dari dunia, namun semua dilakukan dengan tetap mengingat Allah. Sementara puncak keterhubungan dengan Allah adalah ketika sujud. Karena saat sujud, kita kembali disadarkan bahwa pada dasarnya kita bukan siapa-siapa,” tambah dia.

Dalam kesempatan yang sama, Anis juga menyentil tentang serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Menurutnya, peristiwa peperangan ini memberikan pelajaran mendalam bagi seluruh dunia. Salah satunya adalah fakta bahwa Amerika Serikat yang dianggap sebagai kekuatan super dalam bidang pertahanan justru terlihat kewalahan ketika berhadapan dengan Iran—bangsa yang telah mengalami embargo selama 45 tahun namun tetap mampu berdiri dengan daulat.

“Puluhan tahun diembargo, tapi teknologi Iran mampu berkembang luar biasa. Tanpa perlu teknologi Amerika dan Eropa. Dan itu ditunjukkan dalam perang ini, Amerika yang dianggap penguasa militer dunia cukup kerepotan. Salah satunya contohnya, misil-misil yang dibuat dengan biaya murah, hanya puluhan juta, harus dicegat dengan misil-misil bernilai ratusan juta dolar Amerika,” imbuh dia.

Anis menyebutkan hal tersebut bisa terjadi karena di Iran, semangat nasionalisme yang kuat berpadu dengan semangat keagamaan yang juga telah mengakar dalam kehidupan masyarakat. Adanya tekanan dan serangan dari luar justru membuat rakyatnya semakin bersatu padu.

“Negeri kita sebenarnya juga punya sejarah kebangsaan yang cukup mengakar. Kita juga punya banyak anak bangsa yang cerdas, kita punya kekayaan alam yang melimpah. Tinggal kemauan politik para pemimpin saja yang justru membuat semua potensi ini nyaris terbuang percuma,” ucap dia.

Acara pengajian yang berlangsung selama hampir 3,5 jam di Rumah Adab Indonesia Mulia tersebut berhasil membuat jamaah yang menghadiri secara langsung maupun melalui berbagai platform media sosial terlibat penuh dalam menyimak materi yang disampaikan. Musik Sampak Gus Uran juga menjadi bagian yang memperkaya suasana Suluk Maleman kali ini.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • AJI Desak Polda Jateng Limpahkan Kasus Serat.id ke Dewan Pers

    AJI Desak Polda Jateng Limpahkan Kasus Serat.id ke Dewan Pers

    • calendar_month Sab, 17 Nov 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 145
    • 0Komentar

    LAMPUNGPRO.COM Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mendesak Kepolisian Jawa Tengah untuk segera melimpahkan kasus pelaporan portal media Serat.id ke Dewan Pers. Bukan sebaliknya melakukan pemanggilan untuk kedua kalinya kepada jurnalis Serat.id Zakki Amali pada tanggal 13 November 2018. AJI berpandangan pelaporan terhadap produk jurnalistik mengancam kebebasan pers dan prinsip-prinsip demokrasi. Pelaporan yang dilakukan oleh Rektor Universitas […]

  • Mengenal Ratu Kalinyamat Perempuan Perintis Antikolonialisme di Nusantara

    Mengenal Ratu Kalinyamat Perempuan Perintis Antikolonialisme di Nusantara

    • calendar_month Jum, 8 Jul 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Buku Ratu Kalinyamat  Yayasan Darma Bhakti Lestari berhasil menyuguhkan fakta-fakta baru tentang sosok Ratu Kalinyamat yang selama ini lebih dikenal dengan konotasi negatif hingga eksistensinya yang dianggap fiktif. Sang Ratu yang disegani Portugis ini memiliki nilai-nilai perjuangan yang layak dipedomani generasi masa kini. Tidak berlebihan jika pemerintah menyematkan gelar pahlawan nasional untuk perempuan pemberani ini. […]

  • Sekarang Pemkab Jepara Mulai Rapat Tanpa Nyampah Plastik

    Sekarang Pemkab Jepara Mulai Rapat Tanpa Nyampah Plastik

    • calendar_month Rab, 26 Jun 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Minum tanpa air kemasan plastik JEPARA – Terobosan baru dilakukan Pemerintah Kabupaten Jepara dalam rangka mngurangi persoalan sampah plastik. Hal itu seperti yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup pada Selasa (25/6/2019), saat menggelar kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah rumah tangga di Pendapa Kartini. Dalam acara tersebut, tamu undangan diminta mengambil sendiri air minum yang disediakan dalam bentuk […]

  • Ribuan Pengemudi Ojol Demo di DPR, Edy Wuryanto Tekankan Perlindungan Sosial dan Kepastian Hukum

    Ribuan Pengemudi Ojol Demo di DPR, Edy Wuryanto Tekankan Perlindungan Sosial dan Kepastian Hukum

    • calendar_month Kam, 18 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 147
    • 0Komentar

    JAKARTA – Ribuan pengemudi ojek online (ojol) kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI pada hari Rabu (17/9), menuntut kejelasan terkait pembagian hasil, tarif antar barang dan makanan, serta audit terhadap perusahaan aplikasi. Aspirasi mereka telah diterima oleh sejumlah pimpinan DPR RI, dan pemerintah merespons dengan menyiapkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang transportasi […]

  • Tawuran Remaja di Sukolilo Berhasil Digagalkan Polisi, Pembinaan Jadi Prioritas

    Tawuran Remaja di Sukolilo Berhasil Digagalkan Polisi, Pembinaan Jadi Prioritas

    • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 552
    • 0Komentar

    PATI – Aksi tawuran yang melibatkan dua kelompok remaja, Genk Kampung Gelap dari Dukuh Krasak, Desa Kedungwinong, dan Genk Kampung Horor dari Dukuh Ronggo, Desa Baturejo, berhasil digagalkan oleh aparat Polsek Sukolilo. Insiden ini terjadi di kawasan Bumi Perkemahan Sonokeling, Desa Sukolilo, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, pada Minggu (9/11/2025) sekitar pukul 00.30 WIB. Kapolresta Pati […]

  • Masih Terjadi Kekeringan Di Pati, Koramil Jakenan Beri Bantuan Air Bersih

    Masih Terjadi Kekeringan Di Pati, Koramil Jakenan Beri Bantuan Air Bersih

    • calendar_month Ming, 25 Nov 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Warga di beberapa desa di Kecamatan Jakenan mendapatkan bantuan air bersih oleh Koramil Jakenan PATI – Meskipun hujan telah beberapa kali turun, beberapa wilayah di Kabupaten Pati masih merasakan dampak musim kemarau berkepanjangan. Kekeringan masih melanda. Diantaranya di Kecamatan Jakenan, empat desa digelontor bantuan air bersih baru-baru ini oleh Koramil 05/Jakenan. Keempat desa tersebut adalah […]

expand_less