Breaking News
light_mode

Masjid Agung Demak dan Bantahan Telak “Opini” Ridwan Saidi

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 9 Sep 2019
  • visibility 258

Diskusi bersama para pakar
DEMAK
– Sejarah Raden Fatah dibedah. Inisiatornya Yayasan Dharma Bhakti Lestari dan
Research Center Media Group melalui Sahabat Lestari. Diskusi digelar untuk
menyegarkan kembali ingatan masyarakat tentang sejarah sultan pertama di Tanah
Jawa tersebut.

Selain itu, diskusi juga
menjadi respon para sejarawan atas pernyataan “ngawur” salah seorang budayawan yang
kerap muncul di layar kaca, Ridwan Saidi. Budayawan berambut gondrong itu
menyebut Raden Fatah dan Sultan Trenggono adalah seorang Yahudi. Pernyatan itu
dinilai telah melukai masyarakat Demak dan para sejarawan yang meneliti
Kerajaan Demak.

Retno Lukito, salah
satu perwakilan Yayasan Dharma Bhakti Lestari mengungkapkan, dengan mengangkat
tema “Menyegarkan Sejarah Raden Fatah,” diskusi tersebut bertujuan untuk
meluruskan opini publik yang tergiring oleh pernyataan Ridwan Saidi tersebut.
Pihaknya merasa sangat mendesak untuk melakukan counter terhadap diskusi liar yang berkembang di masyarakat.

”Kita harus meluruskan
opini publik yang sudah dibingungkan dengan pernyataan Ridwan Saidi. Terutama
diskusi-diskusi yang berkembang di media sosial,” tegas Retno dalam Forum Group
Discussion (FGD) di Hotel Amantis, baru-baru ini.

Senada dengan Retno,
Alamsyah, salah satu pakar penelitian Yayasan Dharma Bhakti Lestari menyatakan,
perlu pergerakan cepat untuk meluruskan pandangan publik terkait isu tersebut.
Melalui FGD tersebut, pihaknya mengajak seluruh narasumber yang hadir dari
berbagai kalangan untuk merekontruksi sejarah Raden Fatah dan Kerajaan Demak.

Senada, Chamamah
Suwarno, Guru Besar Filologi asal Universitas Gajah Mada (UGM) menegaskan bahwa
pernyataan Ridwan Saidi tersebut sangat fatal. Sebab tidak berdasar pada data
dan fakta sejarah yang valid. Dia menilai pernyataan tersebut sangat mudah
dibantah dengan bukti-bukti yang sampai saat ini masih ada.

”Ridwan Saidi itu
ngawur. Pernyataan itu menunjukkan kapasitas keilmuannya menganai sejarah
Kerajaan Demak. Itu sangat fatal,” tegas Chamamah.

Beberapa bukti yang
bisa membantah pernyataan Ridwan Saidi antara lain masih berdiri kokoh masjid
Demak, terdapat makam-makam bercorak Islam, dan hampir seluruh peninggalan
lainnya menunjukkan bahwa Raden Fatah, Sultan Trenggono dan Kerajaan Demak
secara umum beragama Islam. Tidak ada satu bukti yang menyimbolkan adanya
Yahudi di Kerajaan Demak.

Lebih dalam Chamamah
mendedahkan, di dalam Masjid Agung Demak terdapat empat tiang penyangga utama.
Dari intepretasinya, jika empat tiang tersebut ditarik dengan garis diagonal,
maka akan bertemu pada satu titik di tengah. Titik tersebut tepat berada di
bawah kubah masjid. Kaitan antara titik dan kubah itu bisa dimaknai sebagai
pemurnian ketauhidan kepada Tuhan.

”Titik utama tersebut
berada tepat di bawah kubah. Secara filosofis, titik itu terhubung langsung ke
atas kubah. Satu kubah tersebut merupakan simbol yang bisa mengantarkan hati
manusia menujusatu titik puncak semesta. Yakni Tuhan Yang Maha Esa,” terang
Chamamah.

Sementara itu, Joko
Suryo, guru besar sejarah UGM menegaskan bahwa dengan alasan dan dalih apapun,
Raden Fatah dan Sultan Trenggono tidak bisa disebut sebagai seorang Yahudi.
Sebab, Raden Fatah hidup bersama Walisongo yang sudah jelas keislamannya. Bukan
hanya itu, Walisongo lah yang menjadi penyebar Agama Islam di Tanah Jawa.

”Saya bisa bantah
dengan mudah pernyataan menyesatkan Ridwan Saidi itu. sebab, Kesultanan Demak
merupakan pusat peradaban Islam di Jawa dan Nusantara pada abad ke 16,” tegas
Joko. (alb)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Apresiasi Sedekah Laut, Dukung Kelestarian Budaya Pesisir

    DPRD Pati Apresiasi Sedekah Laut, Dukung Kelestarian Budaya Pesisir

    • calendar_month Sen, 30 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.859
    • 0Komentar

    PATI – Tradisi Sedekah Laut yang digelar di Juwana bukan sekadar ajaran sakral semata, melainkan telah menjadi bagian dari khazanah budaya lokal serta menjadi bukti nyata kekuatan kolektif masyarakat pesisir. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Komisi B DPRD Pati, Mukit, yang menyatakan dukungan penuh untuk menjaga kelangsungan tradisi yang telah melekat di kalangan masyarakat setempat. […]

  • Bantuan Ekonomi Produktif Baznas Pati untuk Warga Kurang Mampu

    Bantuan Ekonomi Produktif Baznas Pati untuk Warga Kurang Mampu

    • calendar_month Kam, 31 Jan 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Bupati Haryanto memberikan bantuan ekonomi produktif PATI – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pati, memberikan bantuan ekonomi produktif bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Margorejo, bersama Bupati Pati Haryanto Kamis (31/1/2019) di Masjid Al Falah Kecamatan Margorejo Pati. Imam Zarkasi Ketua Baznas mengatakan, program pemberdayaan ekonomi produktif bagi masyarakat merupakan program terbaru dari Baznas Pati. […]

  • Tanggapi Desakan Masyarakat, Ketua DPRD Pati Tegaskan Siap Terima Pemotongan Tunjangan Perumahan

    Tanggapi Desakan Masyarakat, Ketua DPRD Pati Tegaskan Siap Terima Pemotongan Tunjangan Perumahan

    • calendar_month Sel, 26 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 99.408
    • 0Komentar

    PATI – Isu besaran tunjangan perumahan bagi pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Pati yang menuai sorotan publik akhirnya mendapat tanggapan resmi. Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin, menyikapi desakan masyarakat yang meminta pemotongan nilai tunjangan tersebut dengan sikap terbuka. Ia menegaskan bahwa pihak legislatif tidak akan keberatan jika pemerintah daerah memutuskan untuk menyesuaikan atau mengurangi besaran […]

  • Soal Beasiswa untuk Siswa Miskin, Wakil Ketua DPRD Pati Minta Pemkab Perhatikan Lulusan Pondok Pesantren

    Soal Beasiswa untuk Siswa Miskin, Wakil Ketua DPRD Pati Minta Pemkab Perhatikan Lulusan Pondok Pesantren

    • calendar_month Jum, 18 Apr 2025
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 224
    • 0Komentar

    PATI – Bupati Pati Sudewo telah mengeluarkan program pemberian beasiswa di perguruan tinggi bagi siswa kurang mampu. Kebijakan itu dinilai sangat baik. Salah satunya diungkapkan oleh Wakil Ketua ll DPRD Kabupaten Pati, Bambang Susilo. Menurutnya, beasiswa yang diberikan kepada siswa lulusan SMA/SMK kurang mampu merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) […]

  • Menyusul Hasil Pemeriksaan BPK, DPRD Pati Tekankan Pentingnya Perbaikan Tata Kelola Keuangan

    Menyusul Hasil Pemeriksaan BPK, DPRD Pati Tekankan Pentingnya Perbaikan Tata Kelola Keuangan

    • calendar_month Sen, 22 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 100.142
    • 0Komentar

    PATI – Menyusul hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI yang memberikan penilaian Wajar Dengan Pengecualian (WDP) terhadap laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Pati Tahun Anggaran 2025, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati meminta Pemkab Pati melakukan kajian dan perbaikan secara menyeluruh. Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, menyatakan peninjauan ulang perlu dilakukan di seluruh tingkatan […]

  • Persijap Jepara Harus Rela Kehilangan Poin di Kandang Sendiri Kontra Persik Kediri

    Persijap Jepara Harus Rela Kehilangan Poin di Kandang Sendiri Kontra Persik Kediri

    • calendar_month Ming, 28 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 301
    • 0Komentar

    JEPARA – Stadion Gelora Bumi Kartini menjadi saksi bisu kekalahan Persijap Jepara atas Persik Kediri dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 pekan ketujuh. Pertandingan yang digelar pada Sabtu (27/9/2025) malam itu berakhir dengan skor 0-2 untuk keunggulan tim tamu. Dua gol dari Jose Enrique di menit ke-17 dan Williams Lago di menit ke-89 memastikan tiga […]

expand_less