Breaking News
light_mode

Kemenag Pati Tanggapi Video Viral Dugaan Gangguan Ibadah, Beri Imbauan Tabayun dan Penelusuran Lokasi Kejadian

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sen, 23 Feb 2026
  • visibility 2.525

PATI  Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati, Ahmad Syaiku, buka suara terkait video viral yang menampilkan aksi tidak pantas sekelompok anak-anak dan remaja saat berlangsungnya ibadah salat di masjid.

Video tersebut memperlihatkan jemaah yang sedang sujud, termasuk imam salat, disodok menggunakan tongkat kayu oleh pelaku.

“Satu penyuluh itu ada yang dapat (wilayah kerjanya) tiga desa, ada yang empat desa. Dalam rangka bagaimana agar pelaksanaan bulan Ramadan ini berjalan dengan baik,” ujar Syaiku saat memberikan keterangan di ruang kerjanya, Senin (23/2/2026).

Video ini telah memicu perdebatan di kalangan netizen. Beberapa akun media sosial menarasikan kejadian ini di salah satu masjid di Kabupaten Pati, namun banyak warganet meragukannya.

Video serupa diketahui pernah viral pada tahun 2025, dan lokasi aslinya masih belum jelas. Bahkan, ada dugaan bahwa video tersebut adalah hasil rekayasa digital atau buatan AI, mengingat adanya kejanggalan visual seperti pelaku dan tongkat yang menembus tubuh jemaah.

Ahmad Syaiku menjelaskan bahwa Kemenag Pati telah menyiagakan sekitar delapan penyuluh agama di setiap kecamatan di Kabupaten Pati.

Para penyuluh ini bertugas memantau setiap desa untuk memastikan ibadah di bulan Ramadan berjalan kondusif, serta melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan kenyamanan umat Muslim dalam menjalankan ibadah puasa.

Terkait video viral tersebut, Syaiku menegaskan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan dari lapangan.

“Kalau memang itu di Pati, itu akan kami perintahkan untuk bisa mendeteksi langsung. Harapan kami sudah menemukan ini letaknya di mana, aktivitasnya seperti apa,” tegasnya.

Laporan dari para penyuluh menunjukkan situasi yang normal. Meskipun demikian, Kemenag Pati akan segera menginstruksikan para penyuluh Agama Islam di seluruh kabupaten untuk melakukan penelusuran lebih lanjut guna mendapatkan informasi valid mengenai lokasi kejadian.

Mengakhiri keterangannya, Ahmad Syaiku mengimbau masyarakat dan warganet agar lebih bijak dalam menyikapi konten di media sosial. Ia meminta masyarakat untuk mengedepankan prinsip tabayun atau verifikasi sebelum menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Minta tolong untuk tabayun dululah ya, untuk dicari kebenarannya. Jangan sampai spontan kita memberikan predikat negatif, karena belum tentu ini betul-betul di Pati,” pungkasnya, mengingatkan warga untuk berhati-hati dalam berpendapat maupun mengunggah konten di media sosial.

Sebagai informasi, salah satu akun Instagram yang mengunggah video tersebut, Lintang Kejora 5758 (@medsos_meledak789), telah mengunggah video klarifikasi.

“SAYA ATAS NAMA ADMIND MEDSOS_MELEDAK789 MEMINTA MAAF ATAS KEGADUHAN YANG SUDAH SAYA BUAT. Dalam video unggahan yang sebelunya saya posting terdapat kekeliruan dan kelalaian atas kurangnya ketelitian dalam mencari dan membuat narasi tersebut. Mohon Sekiranya Keluasan Hati Pemirsa Memaafkan Kesalahan Yang Telah Admind Perbuat.”

Begitu tulis admin @medsos_meledak789 dalam unggahannya, Senin (23/2/2026), mengakui kesalahan dalam penyebaran informasi.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketika Pak RT Bagi-Bagi Beras ke Warga Miskin Terdampak Corona

    Ketika Pak RT Bagi-Bagi Beras ke Warga Miskin Terdampak Corona

    • calendar_month Kam, 7 Mei 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Warga menerima bantuan beras dari Pak RT PATI – Dingin udara pagi itu (Rabu, 6/5/2020) masih terasa. Seorang lelaki bertubuh kekar mengangkati bungkusan kantong plastik bening. Isinya beras. Lelaki yang mengenakan kaos merah itu tidak lain Trianto. Trianto adalah Ketua RT 8/1 Desa Muktiharjo Kecamatan Margorejo. Di tengah mewabahnya Covid-19, sejumlah kalangan tergerak turun membantu […]

  • Akademi Safin Pati Juara Nasional Ajang Bergengsi Barati Cup di Bali

    Akademi Safin Pati Juara Nasional Ajang Bergengsi Barati Cup di Bali

    • calendar_month Ming, 19 Feb 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Tim Safin Pati menjadi juara Barati Cup di Bali Tim Safin Pati Sports School (SPSS) Kelompok Umur (KU) 2010 tampil sebagai juara nasional di ajang bergengsi Tays Bakers Barati Cup 2023. Ini adalah ajang sepak bola bergengsi usia muda. Anak-anak yang terpilih bakal diberangkatkan dalam dua tim untuk berlaga pada turnamen sepak bola remaja World […]

  • Dana Desa di Pati Tahun 2025: Rp 380 Miliar untuk 401 Desa

    Dana Desa di Pati Tahun 2025: Rp 380 Miliar untuk 401 Desa

    • calendar_month Rab, 8 Jan 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 245
    • 0Komentar

    PATI – Kabupaten Pati akan menerima alokasi Dana Desa (DD) sebesar Rp 380 miliar pada tahun 2025 dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Namun, distribusi dana tersebut menunjukkan disparitas yang signifikan antara desa-desa penerima. Desa Pasucen di Kecamatan Trangkil menjadi penerima DD tertinggi dengan anggaran mencapai Rp 1.870.060.000, terdiri dari alokasi dasar Rp 741.136.000, alokasi formula Rp […]

  • Pagu Dana Desa Pati 2026 Berkurang Sekitar Rp 60 Miliar Dibanding 2025

    Pagu Dana Desa Pati 2026 Berkurang Sekitar Rp 60 Miliar Dibanding 2025

    • calendar_month Sel, 6 Jan 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.445
    • 0Komentar

    PATI – Pagu Dana Desa Tahun Anggaran 2026 untuk Kabupaten Pati pasti akan menurun dibanding tahun lalu. Hal itu dikonfirmasi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Pati, Tri Hariyama. Menurut Tri Hariyama, alokasi Dana Desa 2026 untuk Kabupaten Pati berkurang sekitar Rp 60 miliar dibanding 2025. “Dibanding tahun kemarin, untuk Kabupaten Pati mengalami […]

  • Desa Kajen dan Ceritanya

    Desa Kajen dan Ceritanya

    • calendar_month Sel, 15 Sep 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Kajen sebuah desa kecil di Pati bagian utara. Desa dengan peninggalan sejarah dan budaya yang luar biasa. Terutama soal nilai-nilai luhur dari Mbah Ahmad Mutamakkin. Sang Wali yang sangat dihormati dan diteladani.   PATI – Komunitas Jelajah Pusaka Kajen memberanikan diri untuk mengikuti lomba cerita budaya desaku yang diselenggarakan oleh Kemendikbud RI. Lomba itu mengharuskan pesertanya […]

  • Ingin Mandiri dan Punya Toko Sendiri

    Ingin Mandiri dan Punya Toko Sendiri

    • calendar_month Sab, 9 Sep 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Priska Ainun Zumrotul Ulfa Sumber : Facebook Priska Ainun Zamrotul Ulfa Sudah sejak lama, perempuan kelahiran Jepara 29 Juli 1997 ini gemar dunia bisnis. Namun baru di awal tahun 2016 lalu ia menekuni dunia bisnis, tepatnya jualan online. Jilbab menjadi barang pertama yang dijualnya. Lalu merambah berjualan tas, sepatu, baju, dan kosmetik. Ia mengaku senang […]

expand_less