Kemenag Pati Tanggapi Video Viral Dugaan Gangguan Ibadah, Beri Imbauan Tabayun dan Penelusuran Lokasi Kejadian
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 2.341

Screenshot video viral yang menampilkan sekelompok anak-anak dan remaja saat berlangsungnya ibadah salat di masjid.
PATI – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati, Ahmad Syaiku, buka suara terkait video viral yang menampilkan aksi tidak pantas sekelompok anak-anak dan remaja saat berlangsungnya ibadah salat di masjid.
Video tersebut memperlihatkan jemaah yang sedang sujud, termasuk imam salat, disodok menggunakan tongkat kayu oleh pelaku.
“Satu penyuluh itu ada yang dapat (wilayah kerjanya) tiga desa, ada yang empat desa. Dalam rangka bagaimana agar pelaksanaan bulan Ramadan ini berjalan dengan baik,” ujar Syaiku saat memberikan keterangan di ruang kerjanya, Senin (23/2/2026).
Video ini telah memicu perdebatan di kalangan netizen. Beberapa akun media sosial menarasikan kejadian ini di salah satu masjid di Kabupaten Pati, namun banyak warganet meragukannya.
Video serupa diketahui pernah viral pada tahun 2025, dan lokasi aslinya masih belum jelas. Bahkan, ada dugaan bahwa video tersebut adalah hasil rekayasa digital atau buatan AI, mengingat adanya kejanggalan visual seperti pelaku dan tongkat yang menembus tubuh jemaah.
Ahmad Syaiku menjelaskan bahwa Kemenag Pati telah menyiagakan sekitar delapan penyuluh agama di setiap kecamatan di Kabupaten Pati.
Para penyuluh ini bertugas memantau setiap desa untuk memastikan ibadah di bulan Ramadan berjalan kondusif, serta melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan kenyamanan umat Muslim dalam menjalankan ibadah puasa.
Terkait video viral tersebut, Syaiku menegaskan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan dari lapangan.
“Kalau memang itu di Pati, itu akan kami perintahkan untuk bisa mendeteksi langsung. Harapan kami sudah menemukan ini letaknya di mana, aktivitasnya seperti apa,” tegasnya.
Laporan dari para penyuluh menunjukkan situasi yang normal. Meskipun demikian, Kemenag Pati akan segera menginstruksikan para penyuluh Agama Islam di seluruh kabupaten untuk melakukan penelusuran lebih lanjut guna mendapatkan informasi valid mengenai lokasi kejadian.
Mengakhiri keterangannya, Ahmad Syaiku mengimbau masyarakat dan warganet agar lebih bijak dalam menyikapi konten di media sosial. Ia meminta masyarakat untuk mengedepankan prinsip tabayun atau verifikasi sebelum menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Minta tolong untuk tabayun dululah ya, untuk dicari kebenarannya. Jangan sampai spontan kita memberikan predikat negatif, karena belum tentu ini betul-betul di Pati,” pungkasnya, mengingatkan warga untuk berhati-hati dalam berpendapat maupun mengunggah konten di media sosial.
Sebagai informasi, salah satu akun Instagram yang mengunggah video tersebut, Lintang Kejora 5758 (@medsos_meledak789), telah mengunggah video klarifikasi.
“SAYA ATAS NAMA ADMIND MEDSOS_MELEDAK789 MEMINTA MAAF ATAS KEGADUHAN YANG SUDAH SAYA BUAT. Dalam video unggahan yang sebelunya saya posting terdapat kekeliruan dan kelalaian atas kurangnya ketelitian dalam mencari dan membuat narasi tersebut. Mohon Sekiranya Keluasan Hati Pemirsa Memaafkan Kesalahan Yang Telah Admind Perbuat.”
Begitu tulis admin @medsos_meledak789 dalam unggahannya, Senin (23/2/2026), mengakui kesalahan dalam penyebaran informasi.
Editor: Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian

