Breaking News
light_mode

Single Gusti Allah Mboten Sare, Persembahan untuk Bangsa Indonesia

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 22 Okt 2019
  • visibility 208

suluk maleman hadir setiap bulan mengusung tema-tema sosial kemasyarakatan yang sedang banyak diperbincangkan
Video klip Gusti Allah Mboten Sare 
Gusti
Allah mboten sare.. Kito sedoyo ingkang supe.. Teng donya mung mampir ngombe..
kados ngimpi sak kedepan wae..
Lirik itu menjadi penggalan dari lagu terbaru
Sampak GusUran yang diberi judul “Gusti Allah Mboten Sare”. Selain dimainkan
secara live, peluncuran single itupun dilakukan dengan memutarkan video klip
yang telah diunggah dalam channel Youtube Sampak GusUran dan Suluk Maleman.

Ngaji budaya Suluk Maleman akhir pekan kemarin,
sekaligus menjadi momen bedah video klip dari single tersebut.

Pengasuh Suluk Maleman, Anis Sholeh
Baasyin mengungkapkan, single itu secara khusus dipersembahkan bagi bangsa
Indonesia. Supaya masyarakatnya kembali mengingat kepada Allah.

Sebenarnya, kata Anis, lagu tersebut
sudah diciptakan sejak tahun 2011 lalu. Pernah beberapa kali naik proses
perekaman, namun berkali-kali gagal. Saat ini dirasa memang harus bisa
berhasil. Di situasi seperti saat ini, muslim harus selalu ingat, jika Allah
hadir terus menerus.

Suluk Maleman 

Dalam video klip tersebut dihadirkan
adegan-adegan yang merujuk pada Al Qur’an dan Hadits. Seperti ungkapan Sayidina
Ali, yang mengatakan jika orang hidup layaknya orang tertidur.

“Maka dari itu di video tersebut diawali
dengan adegan tiga orang lelaki yang seolah tertidur,” terang Anis Sholeh
Ba’asyin.

Ketiga orang lelaki itu sendiri mewakili
tiga watak manusia. Mukminun, munafikun dan kafirun. Penggambaranya ditunjukkan
dengan sosok lelaki mukminun yang membantu orang lain di tengah padang. Sosok
munafikun diperlihatkan sebagai sosok pria yang selalu tersenyum. Namun di belakangnya
membawa pisau yang siap dihujamkan.

Sosok kafir dimunculkan dengan seorang
pria yang kerap menindas orang lain. Bahkan digambarkan dengan menginjak-injak
juga.

Penggambaran perjalanan tiga watak itu
juga diperlihatkan saat ketiganya berada di sumber mata air. Dalam filosofi Jawa
memang disebutkan, jika hidup selayaknya orang mampir ngombe (Red, minum).
Sosok mukmin diperlihatkan meminum air dengan satu cakupan tangan. Seperti
halnya kisah Nabi Musa, yang diperintahkan untuk minum hanya secakupan tangan
tidak boleh lebih.

Sementara, kedua sosok lainnya terlihat
meminum air begitu banyak. Sosok kafir itu bahkan sampai terjun ke dalam air,
agar dapat meminum air sebanyak-banyaknya. Seolah-olah tercebur dengan godaan
dunia.

Pada akhirnya, lanjut Anis, ketiga orang
itu pun menjalani perjalanan ke akhirat dengan jalan yang berbeda. Sosok mukmin
terlihat berjalan dengan cepat dan tanpa beban. Sedangkan sosok kedua harus
berjalan merangkak untuk memasuki surga karena bebannya. Sementara yang ketiga,
membuatnya sulit beranjak karena keterkaitannya pada dunia.

“Sebenarnya ada beberapa simbol lain.
Seperti simbol pertikaian antar kelompok untuk memperebutkan perempuan yang
tengah bersolek. Dunia memang diibaratkan perempuan yang bersolek hingga selalu
menarik semua orang. Namun pada akhirnya orang yang bertikai itu semuanya
kalah,” imbuhnya.

Kehadiran single itu diharapkan menjadi
pengingat, agar manusia dapat mengutamakan kemanusiaannya. Hilangnya rasa
kemanusiaan sendiri disebut bisa terjadi karena terlalu suka pada dunia, maupun
terlalu takut pada kematian.

“Coba bayangkan sekarang ini agama
diributkan hanya untuk persoalan dunia saja. Tak hanya agama, apapun
ujung-ujungnya untuk kepentingan di dunia,” imbuhnya. (ars)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jadi Manusia Berguna dari Pramuka

    Jadi Manusia Berguna dari Pramuka

    • calendar_month Ming, 25 Nov 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Dalif Rodliyatul Ghurrok punya pengalaman berharga saat mengikuti berbagai kegiatan pramuka. Perempuan yang sekarang menjadi Ketua Dewan Racana Putri IAIN Kudus ini belajar menjadi manusia yang berguna dalam kegiatan-kegiatan yang sering diikutinya. Salah satunya tentang kepedulian, kata Dalif, baik terhadap sesama maupun lingkungan sekitar. Dalif mengingat itu saat mengikuti sebuah kemah beberapa waktu lalu. ”Saat […]

  • DPRD Pati: Pengembangan Wisata Perlu Analisa Sektor Unggulan

    DPRD Pati: Pengembangan Wisata Perlu Analisa Sektor Unggulan

    • calendar_month Kam, 19 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 247
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menekankan perlunya analisis mendalam terhadap potensi wisata unggulan di wilayah tersebut dalam upaya pengembangan pariwisata yang berkelanjutan. Hal ini disampaikan oleh Endah Sri Wahyungiati, anggota DPRD Pati dari Partai Golkar. “Pengembangan pariwisata di Kabupaten Pati harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan,” ujarnya. “Pemkab harus menganalisis potensi […]

  • Lestari Moerdijat ; Ratu Kalinyamat Pejuang Sejati untuk Negeri

    Lestari Moerdijat ; Ratu Kalinyamat Pejuang Sejati untuk Negeri

    • calendar_month Ming, 6 Feb 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 199
    • 0Komentar

      Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menjadi motor penggerak pengusulan Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional Generasi muda perlu diperkenalkan sosok Ratu Kalinyamat secara utuh. Sebagai pemimpin perempuan yang sangat penting, bahkan pada masa itu berhasil membangun poros maritim nusantara. JEPARA – Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat menegaskan, Kanjeng Ratu Kalinyamat bukan mitos. Namun, tokoh […]

  • Saring sebelum Sharing, dan Ilmu Ojo Kesusu ala Gus Nadirsyah Hosen

    Saring sebelum Sharing, dan Ilmu Ojo Kesusu ala Gus Nadirsyah Hosen

    • calendar_month Sen, 18 Mar 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Kehadiran buku berjudul Saring sebelum Sharing ini semakin menyadarkan kita untuk tak gampang buru-buru percaya sebuah kebenaran. Sebab, bisa jadi kebohongan yang terus berulang dipercaya menjadi kebenaran. Setidaknya hal itu yang hendak disampaikan penulisnya. Profesor Nadirsyah Hosen. Atau kita akrab mengenalnya Gus Nadirsyah. Rosi Syuriah Pengurus Cabang Istimewa (PCI) Nahdlatul Ulama Australia dan Selandia Baru. […]

  • DPRD Pati Soroti Masalah Iuran Sekolah, Minta Sosialisasi Langsung ke Wali Murid

    DPRD Pati Soroti Masalah Iuran Sekolah, Minta Sosialisasi Langsung ke Wali Murid

    • calendar_month Sel, 10 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 2.936
    • 0Komentar

    PATI – Komisi D DPRD Kabupaten Pati mengangkat isu iuran sukarela di sekolah sebagai hal yang perlu diperhatikan secara serius. Ketua Komisi D Teguh Bandang Waluyo menginstruksikan Dinas Pendidikan Kabupaten Pati untuk menyelenggarakan sosialisasi terkait hal ini secara langsung kepada para orang tua atau wali murid di seluruh sekolah. “Kita warning kepada kepala dinas pendidikan […]

  • Peringatan Maulid Nabi: Ali Badrudin Tekankan Pentingnya Moral dalam Kehidupan

    Peringatan Maulid Nabi: Ali Badrudin Tekankan Pentingnya Moral dalam Kehidupan

    • calendar_month Rab, 18 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 503
    • 0Komentar

    PATI – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada bulan Rabiul Awal ini dirayakan dengan meriah oleh umat Islam di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Pati. Momen ini menjadi kesempatan untuk mempertebal syiar Islam melalui berbagai kegiatan, mulai dari sholawatan di musholla dan masjid hingga acara besar seperti ceramah dan tabligh akbar. Ketua DPRD Pati, […]

expand_less