Breaking News
light_mode

Lestari Moerdijat ; Ratu Kalinyamat Pejuang Sejati untuk Negeri

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 6 Feb 2022
  • visibility 257

 

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menjadi motor penggerak pengusulan Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional

Generasi muda perlu diperkenalkan sosok Ratu Kalinyamat secara utuh. Sebagai pemimpin perempuan yang sangat penting, bahkan pada masa itu berhasil membangun poros maritim nusantara.

JEPARA – Wakil Ketua
MPR Lestari Moerdijat menegaskan, Kanjeng Ratu Kalinyamat bukan mitos. Namun,
tokoh sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan, dan layak
diberikan gelar Pahlawan Nasional. Tim ahli yang dibentuk berhasil menemukan
delapan sumber primer dari pusat-pusat arsip di Portugal, tentang jejak sejarah
penguasa Jepara abad ke-16 itu.

“Zaman dulu ketika Portugis
berkeliling dunia, mereka membawa misionaris, tugasnya adalah membuat catatan.
Dokumen inilah yang menjadi laporan resmi kepada negara. Berkat rekan kita yang
berada di Portugal, membawa kita ke beberapa gereja tua yang menyimpan catatan
itu. Alhamdulillah ditemukan delapan sumber primer,” bebernya.

Dari bukti-bukti tersebut,
diketahui bahwa Jepara pada saat itu mampu membangun kekuatan poros maritim.
Yakni dengan menggandeng kerajaan-kerajaan yang ada di pesisir Indonesia, mulai
dari Aceh sampai Tanah Hitu Maluku. Lalu bersama-sama membuat pakta pertahanan
dan menyerang Portugis, sehingga berhasil menghalau mereka untuk masuk ke
Indonesia.

“Ini adalah sebuah
pemikiran dan lompatan yang melewati zamannya,” ungkap Wakil Ketua MPR.

Bupati Dian Kristiandi juga
menyampaikan, Ratu Kalinyamat bukan sekedar sosok pemimpin perempuan yang
memiliki peran besar dalam sejarah peradaban berdirinya Kabupaten Jepara, tapi
bagi bangsa Indonesia. Harapannya dengan adanya sumber primer tak hanya semakin
memperkuat bukti sejarah perjuangan Ratu Kalinyamat. Namun, juga lebih membawa
wawasan jelas akan sepak terjangnya.

“Dengan tergalinya sumber
sejarah ini tentu akan menjadi jalan terang bagi bangsa Indonesia untuk
mengetahui jati diri yang sebenarnya,” ujarnya.

Silaturahmi keberagaman itu
turut dihadiri pula sejumlah pejabat teras di lingkungan Pemkab Jepara,
Forkopimda, dan tim pakar. Sebelum kegiatan dimulai terdapat pertunjukan
rebana, dan penyajian gending yang diiringi dengan gamelan. Kemudian para
peserta dan tamu undangan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta Mars Jepara.
Selanjutnya, Sekda Jepara Edy Sujatmiko sekaligus Ketua Tim Peneliti Pengkaji
Gelar Daerah, menyerahkan hasil kajian pengusulan Ratu Kalinyamat sebagai
pahlawan nasional kepada bupati. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pilih Ponpes Lebih Cermat, DPRD Pati Ingatkan Utamakan Kredibilitas Pengasuh dan Pengelola

    Pilih Ponpes Lebih Cermat, DPRD Pati Ingatkan Utamakan Kredibilitas Pengasuh dan Pengelola

    • calendar_month Jum, 26 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 100.523
    • 0Komentar

    PATI – Menyusul munculnya kasus di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Tlogowungu yang menjadi sorotan masyarakat, DPRD Kabupaten Pati mengimbau seluruh orang tua agar lebih selektif dan teliti dalam memilih tempat pendidikan bagi anak. Anggota DPRD Pati sekaligus praktisi pendidikan, Muntamah, menegaskan bahwa dalam menentukan pilihan, orang tua tidak boleh hanya menilai dari segi […]

  • Ditolak Warga Puncel Dukuhseti, Pemilik Tutup Operasional Hotel D’Ayana

    Ditolak Warga Puncel Dukuhseti, Pemilik Tutup Operasional Hotel D’Ayana

    • calendar_month Sab, 13 Jul 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 279
    • 0Komentar

    PATI – Hotel D’Ayana di Desa Puncel Kecamatan Dukuhseti Pati, Jawa Tengah resmi ditutup oleh pemiliknya (12/7/2024). Penutupan ini merupakan permintaan warga, karena hotel itu dituding menjadi tempat esek-esek. Masyarakat berulang kali menggelar aksi untuk menutup hotel tersebut. Pemilik hotel, Eko Suprayitno warga Desa Banyutowo Kecamatan Dukuhseti membuat surat pernyataan penutupan operasional hotel tersebut. Surat […]

  • Hidup Dalam Bayang-Bayang Banjir Bandang

    Hidup Dalam Bayang-Bayang Banjir Bandang

    • calendar_month Rab, 30 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Banjir bandang di Desa Prawoto Kec. Sukolilo Pati, (27/11/2022) PATI – Banjir bandang hampir tidak pernah absen setiap kali hujan turun dengan intensitas tinggi. Wilayah yang kerap mendapat banjir “kiriman” ini antara lain di Kecamatan Sukolilo, Kayen, dan Tambakromo. Meskipun hanya air lewat, karena banjir biasanya surut satu jam kemudian, fenomena ini seharusnya menjadi alarm […]

  • Pantai Banyutowo Bersolek, Angka Wisatawan Dikerek

    Pantai Banyutowo Bersolek, Angka Wisatawan Dikerek

    • calendar_month Sel, 24 Jul 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 316
    • 0Komentar

    Salah seorang pengunjung sedang bersantai di pinggir Pantai Idola Desa Banyutowo Kecamatan Dukuhseti. Di sampingnya berdiri gardu pandang. PATI – Pantai di Desa Banyutowo yang dinamakan Pantai Idola makin hari makin bersolek saja. Berbagai fasilitas pun mulai serius digarap pengelola. Tak heran, pantai yang dulunya kotor dan tak terawat ini, kini tiap harinya ramai dikunjungi wisatawan. […]

  • Sepekan Disurati Temuan Diduga Makam Kuno di Pati Belum Diteliti Balai Arkeologi

    Sepekan Disurati Temuan Diduga Makam Kuno di Pati Belum Diteliti Balai Arkeologi

    • calendar_month Sab, 10 Nov 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 254
    • 0Komentar

    Warga Dukuh Cacah Desa Sukoharjo Kecamatan Margorejo masih menggali bangunan diduga makam kuno PATI – Penemuan struktur bangunan yang diduga sebagai makam kuno di Dukuh Cacah Desa Sukoharjo belum juga diteliti dari Balai Arkeologi Yogyakarta. Meskipun, surat resmi permohonan penelitian temuan benda yang dinilai bersejarah itu, telah dilayangkan oleh dinas terkait pada Kamis (1/11/2018).  Hingga […]

  • Belajar Asam Garam Kehidupan dan Cinta

    Belajar Asam Garam Kehidupan dan Cinta

    • calendar_month Jum, 8 Feb 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Membaca novel adik sastrawan kondang Pramoedya Ananto Toer ini kita tak hanya mendapat cerita-cerita belaka. Novel berlabel 18+ ini menyuguhkan realita hidup yang tak selalu mulus. Hidup penuh dengan dinamika yang harus dan mau tidak mau dilakoni manusia. Soes, panggilan akrab penulis novel ini bercerita tentang Thomas. Pemuda yang sedang mereguk ilmu ekonomi politik di […]

expand_less