Breaking News
light_mode

Selalu Rindu pada Rejenu

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 30 Okt 2019
  • visibility 394

Air lima rasa 

Saya selalu rindu dengan Rejenu. Burung-burung
yang berkicau. Pepohanan hijau. Dan hawa sejuknya di pagi hari. Tempat yang
tepat untuk menyepi. Dari riuh rutinitas dunia modern kini. Kira-kira begitu.

Malam Jumat lalu (24/10), saya
bersama beberapa teman, menembus gelap jalanan Desa Japan Kecamatan Dawe, Kudus.
Jalanan menanjak. Tikungan dan turunan kami lalui. Gelap sekali. Karena memang
begitulah jalanan di desa. Apalagi yang melewati kebun-kebun.

Gapura makam 
Hampir tengah malam kami sampai di
Rejenu. Sekitar pukul 11.00. Kebetulan malam Jumat. Rejenu lumayan ramai. Banyak
yang berziarah. Di Rejenu ada makam seorang wali. Namanya Syeh Sadzali. Seperti
orang-orang yang datang, kami juga berziarah. Membaca tahlil seperti yang
diajarkan guru saat masih di madrasah.

Memang tujuannya berziarah. Selebihnya
untuk menyegarkan badan dan pikiran. Di tengah hutan. Tanpa sinyal internet. Lumayan
banyak yang diobrolkan. Tidak banyak isinya. Karena memang banyak guyonnya. Beberapa
menginap. Dua teman memilih turun. Tidur di rumah.

Pagi harinya, kami bangun pagi-pagi
sekali. Sangat pagi dari biasanya. Sayang jika berada di tengah hutan bangunnya
kesiangan. Pagi di hutan selalu menyenangkan. Saya dan teman-teman pun tak mau
melewatkan kesempatan.

Dipandu seorang teman yang mengaku
sering menyepi di tempat ini, jalan-jalan pagi dimulai. Selain jalan-jalan,
teman saya yang bertindak sebagai ketua rombongan memang menjanjikan akan
mengajak kami ke tempat-tempat bagus di Rejenu.

Suasana hutan

Mulai dari melihat air lima rasa
hingga melihat satwa Lutung. Selain terkenal dengan air tiga rasanya, di kawasan
Rejenu juga ada sumber mata air lima rasa. Butuh waktu sekitar 10 menit untuk
sampai di air lima rasa. Jalannya terjal. Satu arah menuju Puncak Argopiloso
yang merupakan salah satu puncak Pegunungan Muria.

Benar saja apa yang dikatakan teman
saya. Di tengah jalan kami mendapati suara keras. Sulit mendiskripsikannya. Saat
pertama mendengar suara itu seperti katak di sawah saat musim tanam padi tiba. Tapi
suara ini lebih nyaring.

Ternyata itulah suara hewan Lutung.
Di sebuah pohon besar. Lutung menggerombol. Ada lima ekor yang saya lihat. Mereka
mungkin sedang bermain. Meloncat dari satu ranting pohon ke ranting lainnya. Santai
sekali. Melompat tanpa takut terjatuh. (alb)
          

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dewan Pati Tekankan Pentingnya Edukasi dan Koordinasi Atasi Bencana Tanah Bergerak

    Dewan Pati Tekankan Pentingnya Edukasi dan Koordinasi Atasi Bencana Tanah Bergerak

    • calendar_month Rab, 18 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 357
    • 0Komentar

    PATI – Puluhan rumah di Desa Purworejo, Pati, mengalami kerusakan akibat tanah bergerak yang terjadi pada 7 September lalu. Peristiwa ini telah menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, mengingat kerusakan terjadi secara bertahap dan terus berkembang. Anggota DPRD Pati Danu Ikhsan Chandra mendesak dilakukannya kajian mendalam terkait penyebab pergerakan tanah ini, mengingat dampaknya yang signifikan bagi […]

  • HUT Polantas Polres Jepara Beri Kado Sembako untuk Difabel

    HUT Polantas Polres Jepara Beri Kado Sembako untuk Difabel

    • calendar_month Rab, 22 Sep 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 287
    • 0Komentar

    Personel Satlantas Polres Jepara menyapa kelompok difabel Jepara /MIFTAHUL MUNIR Polres Jepara berbagi kebahagian menyambut HUT ke-66 Polantas. Mereka menggelar aksi berbagi untuk Komunitas Motor Difabel Jepara (KMDJ), berupa paket sembako. Raut muka para anggota komunitas difabel terpancar, saat menerima ketulusan pemberian paket sembako kepada mereka. JEPARA – Dalam rangka menyambut HUT ke-66 Polantas, anggota […]

  • Pelanggaran Dana Desa Capai 10 Persen

    Pelanggaran Dana Desa Capai 10 Persen

    • calendar_month Jum, 13 Okt 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 255
    • 0Komentar

    Istimewa Lingkar Muria, PATI – Inspektorat Kabupaten Pati masih menemukan pelanggaran terhadap pemerintah desa. Hal ini terlihat dari masih banyaknya desa yang  belum melakukan pembayaran pajak penambahan nilai (PPN) dan pajak penghasilan (PPh), setelah pengunaan sumber dana desa. Kepala Inspektorat Sumarsono Hadi mengatakan, pihaknya selalu melakukan teguran terhadap desa yang belum melunasi pajak. Sebab jika tidak […]

  • Akhirnya Persijap Lolos 8 Besar Liga 2

    Akhirnya Persijap Lolos 8 Besar Liga 2

    • calendar_month Sen, 6 Jan 2025
    • account_circle Arif Mohamad
    • visibility 296
    • 0Komentar

      JEPARA – Hasil seri 0 – 0  saat menjamu Adhyaksa FC memastikan Persijap Jepara lolos ke babak 8 besar Liga 2 dan siap untuk merebut tiket promosi ke Liga 1. Namun Langkah ke babak 8 besar diprediksi bakal lebih berat, karena Laskar Kalinyamat bakal bersaing dengan sejumlah tim kuat lainnya. Dari segi permainan tim […]

  • Miris PSK Bertarif Murah di Batangan-Pati Diringkus

    Miris PSK Bertarif Murah di Batangan-Pati Diringkus

    • calendar_month Sel, 12 Des 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 399
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, PATI – Lima warung kopi (warkop) berkedok prostitusi di Dukuh Mujil, Bumimulyo, Batangan, Pati diubek-ubek petugas Mapolsek Batangan Selasa (6/12) pukul 23.00. Dari penggerebekan itu, ada empat mucikari dan belasan botol minuman keras (miras) diamankan ke Mapolsek Batangan. Razia itu dilaksanakan Selasa (5/12) pukul 21.30-23.00. Petugas kepolisian merazia beberapa tempat prostitusi yang berkedok […]

  • Antisipasi Tunggakan Pajak Miliaran di Keling dan Sekitarnya, Gerai Samsat Kelet Dibuka

    Antisipasi Tunggakan Pajak Miliaran di Keling dan Sekitarnya, Gerai Samsat Kelet Dibuka

    • calendar_month Jum, 2 Nov 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 303
    • 0Komentar

    DOKUMEN DISKOMINFO JEPARA JEPARA – Tunggakan pajak kendaraan di wilayah Kecamatan Keling dan sekitarnya cukup tinggi, nilai pajaknya mencapai miliaran rupiah. Untuk mengantisipasi adanya tunggakan tersebut, Badan Pengeloaan Pendapatan Daerah (BPPD) Provinsi Jateng bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Jepara membuka Samsat Gerai Kelet, di Desa Kelet Kecamatan Keling atau di depan RSUD dr Rehatta. Pembukaan Gerai […]

expand_less