Breaking News
light_mode

Festival Wulan Merindu di Bendungan Wilalung yang Syahdu

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 27 Nov 2019
  • visibility 165

Suasana asik di bendungan tua
FOTO Instagram Bidadari Kota Kudus

Di bawah gagah bendungan bangunan Belanda,
gadis-gadis muda itu berlenggak-lenggok manja. Menguarkan pesona kecantikan
diri. Melengkapi eksotisnya Bendungan Wilalung kala senja.

KUDUS Ratusan warga dari Desa Babalan,
Kecamatan Undaan dan sekitarnya memenuhi Bendungan Wilalung
, Sabtu (23/11/2019). Mereka menikmati suguhan acara yang bertajuk “Wulan Merindu”.

Acara ini
khusus dibikin anak-anak muda di Undaan.
 Mereka
ingin
mengenalakan kembali bendungan
tertua di Kabupaten Kudus
itu.

Kemeriahaan
acara ini diawali
dengan Fashion
Show
. Pesertanya
belasan
. Mereka
datang dari
Kudus, Jepara, Demak, dan Pati. Mereka
melenggak-lenggok
di balik bangunan
bendungan yang menjulang tinggi
dengan sembilan
pintu ini.

Kami sengaja
membuat acara di lokasi Bendungan Wilalung
,
dengan harapan bisa memperkenalkan
bangunan
bersejarah ini sebagai
objek wisata itu kepada khalayak luas. Sebab,
sejauh ini, Bendungan Wilalung hanya dikenal sebagai bendungan biasa yang kerap
dijadikan masyarakat untuk menggembala
,” kata
Tri Sindu, ketua panitia kegiatan ini.

Padahal, Bendungan Wilalung
memiliki daya pikat cukup kuat.
Bendungan ini
memiliki semacam padang sabana
hijau yang membentang luas di
sepanjang
sungai yang menjadi penanda batas antara Kabupaten Demak dan Kabupaten Kudus. Dan
senja adalah
saat tepat
untuk menikmati suasana
di alam lepas itu.

”Dengan acara ini kami
berupaya untuk memperkenalkan Bendungan Wilalung sebagai objek wisata
alternatif yang sebenarnya tak kalah dengan objek-objek wisata lainnya,”
imbuhnya.  
bendungan wilalung menjadi tempat menggelar festival
Gadis-gadis mempesona di Bendungan Wilalung

Selain Fashion Show, dalam acara yang dihelat selama semalam itu juga
terdapat penampilan sejumlah
grub band
dengan berbagai genre dari dalam dan
luar Kudus. Bukan hanya itu, di tengah malamnya, terdapat festival lampion.
Sedikitnya ada 200 lampion yang diterbangkan oleh pengunjung malam itu.
 (arf)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polisi Imbau Warga Tak Gunakan Listrik untuk Jebak Hama Setelah Insiden Maut di Juwana

    Polisi Imbau Warga Tak Gunakan Listrik untuk Jebak Hama Setelah Insiden Maut di Juwana

    • calendar_month Jum, 3 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 184
    • 0Komentar

    PATI – Seorang petani bernama M. Abdul Kholiq (51), warga Desa Gadingrejo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, ditemukan meninggal dunia di sawahnya sendiri akibat tersengat aliran listrik pada Jumat pagi (03/10/2025). Korban diduga terkena jebakan listrik yang dipasang untuk mengendalikan hama tikus. Peristiwa tragis ini pertama kali diketahui oleh Sentono (68) dan Sutopo (40), yang hendak […]

  • DPRD Pati Selidiki Dugaan Pungli di Alun-Alun Kayen

    DPRD Pati Selidiki Dugaan Pungli di Alun-Alun Kayen

    • calendar_month Sel, 17 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 190
    • 0Komentar

    PATI – Dugaan pungutan liar (pungli) dalam pengelolaan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di Alun-Alun Kayen, Kabupaten Pati, menjadi sorotan. Hal ini terungkap dalam public hearing Raperda PKL yang digelar Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Senin (16/6). Ketua Paguyuban Pedagang Alun-Alun Kayen, Muhammad Rifai, mengungkapkan adanya pungutan liar yang tidak disetorkan ke pemerintah daerah. “Yang […]

  • Imam Suroso Berikan Pengobatan Gratis Korban Banjir Desa Kasiyan

    Imam Suroso Berikan Pengobatan Gratis Korban Banjir Desa Kasiyan

    • calendar_month Jum, 8 Feb 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 166
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPR RI Imam Suroso menggelar kegiatan pengobatan gratis bagi warga yang terkena dampak banjir di Desa Kasiyan Kecamatan Sukolilo pagi kemarin. Menggunakan perahu milik warga Imam Suroso dan tim dokter dari RS Mitra Bangsa mengunjungi warga yang masih bertahan di rumahnya masing-masing. ”Kemarin ada masyarakat termasuk dari kepala desa sendiri yang menginformasikan […]

  • Anggota DPRD Pati Ingatkan Pentingnya Sinergitas Kepala Desa dan BPD

    Anggota DPRD Pati Ingatkan Pentingnya Sinergitas Kepala Desa dan BPD

    • calendar_month Sel, 29 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 173
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Eko Kuswanto, menekankan pentingnya sinergitas antara Pemerintah Desa (Pemdes) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. “Kinerja BPD sebagai mitra Pemdes harus selalu solid untuk mendukung program pembangunan yang bertujuan mensejahterakan masyarakat,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa komunikasi yang baik dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan […]

  • Peduli, Mbah Roso Ajak Masyarakat Sehat

    Peduli, Mbah Roso Ajak Masyarakat Sehat

    • calendar_month Rab, 11 Apr 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 180
    • 0Komentar

      Lingkar Muria, PATI – Sebagai anggota Komisi IX DPR RI, Imam Suroso atau yang akrab disapa Mbah Roso, terus mendorong dan mengajak masyarakat untuk hidup sehat. Sabtu (8/4/2018) lalu, Mbah Roso menggelar Sosialisasi tentang gerakan hidup sehat di Lapangan Desa Pekalongan Kecamatan Winong.  ”Pola hidup sehat dan bersih harus membudaya di kalangan masyarakat. Supaya […]

  • 21 Kades di Pati Terima Penghargaan Desa Mandiri

    21 Kades di Pati Terima Penghargaan Desa Mandiri

    • calendar_month Kam, 13 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Pj Bupati Henggar Budi Anggoro memberikan penghargaan kepada perwakilan desa mandiri.  Sebanyak 21 desa di Kabupaten Pati mendapat penghargaan sebagai desa mandiri. Penghargaan ini dari Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar. Saat ini di Pati tidak ada desa yang berstatus sebagai desa tertinggal dan sangat tertinggal. PATI – Penjabat […]

expand_less