Breaking News
light_mode

Festival Wulan Merindu di Bendungan Wilalung yang Syahdu

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 27 Nov 2019
  • visibility 339

Suasana asik di bendungan tua
FOTO Instagram Bidadari Kota Kudus

Di bawah gagah bendungan bangunan Belanda,
gadis-gadis muda itu berlenggak-lenggok manja. Menguarkan pesona kecantikan
diri. Melengkapi eksotisnya Bendungan Wilalung kala senja.

KUDUS – Ratusan warga dari Desa Babalan,
Kecamatan Undaan dan sekitarnya memenuhi Bendungan Wilalung
, Sabtu (23/11/2019). Mereka menikmati suguhan acara yang bertajuk “Wulan Merindu”.

Acara ini
khusus dibikin anak-anak muda di Undaan.
 Mereka
ingin
mengenalakan kembali bendungan
tertua di Kabupaten Kudus
itu.

Kemeriahaan
acara ini diawali
dengan Fashion
Show
. Pesertanya
belasan
. Mereka
datang dari
Kudus, Jepara, Demak, dan Pati. Mereka
melenggak-lenggok
di balik bangunan
bendungan yang menjulang tinggi
dengan sembilan
pintu ini.

Kami sengaja
membuat acara di lokasi Bendungan Wilalung
,
dengan harapan bisa memperkenalkan
bangunan
bersejarah ini sebagai
objek wisata itu kepada khalayak luas. Sebab,
sejauh ini, Bendungan Wilalung hanya dikenal sebagai bendungan biasa yang kerap
dijadikan masyarakat untuk menggembala
,” kata
Tri Sindu, ketua panitia kegiatan ini.

Padahal, Bendungan Wilalung
memiliki daya pikat cukup kuat.
Bendungan ini
memiliki semacam padang sabana
hijau yang membentang luas di
sepanjang
sungai yang menjadi penanda batas antara Kabupaten Demak dan Kabupaten Kudus. Dan
senja adalah
saat tepat
untuk menikmati suasana
di alam lepas itu.

”Dengan acara ini kami
berupaya untuk memperkenalkan Bendungan Wilalung sebagai objek wisata
alternatif yang sebenarnya tak kalah dengan objek-objek wisata lainnya,”
imbuhnya.  
bendungan wilalung menjadi tempat menggelar festival
Gadis-gadis mempesona di Bendungan Wilalung

Selain Fashion Show, dalam acara yang dihelat selama semalam itu juga
terdapat penampilan sejumlah
grub band
dengan berbagai genre dari dalam dan
luar Kudus. Bukan hanya itu, di tengah malamnya, terdapat festival lampion.
Sedikitnya ada 200 lampion yang diterbangkan oleh pengunjung malam itu.
 (arf)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dewan Pati Dorong Penggunaan Pupuk Kandang untuk Bantu Petani

    Dewan Pati Dorong Penggunaan Pupuk Kandang untuk Bantu Petani

    • calendar_month Sab, 14 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 325
    • 0Komentar

    PATI – Menanggapi penurunan signifikan alokasi pupuk subsidi pada tahun 2024, anggota dewan Pati mendorong penggunaan pupuk kandang sebagai alternatif untuk membantu para petani. Pupuk kandang dinilai lebih terjangkau dan dapat mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia yang harganya terus meningkat. Suwarno, anggota DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PDIP, mengusulkan agar pemerintah kabupaten memfasilitasi pelatihan bagi […]

  • DPRD Pati Soroti Pentingnya Langkah Digitalisasi Naskah Kuno untuk Lestarikan Warisan Sejarah

    DPRD Pati Soroti Pentingnya Langkah Digitalisasi Naskah Kuno untuk Lestarikan Warisan Sejarah

    • calendar_month Kam, 23 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.978
    • 0Komentar

    PATI – Inisiatif Pemerintah Kabupaten Pati dalam mendigitalisasi naskah-naskah kuno mendapatkan dukungan penuh dari lembaga legislatif. Ketua Komisi A DPRD Pati, Narso, menyatakan sangat menyambut baik langkah yang dijalankan oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah tersebut. Sebagai wakil rakyat dari Fraksi PKS, ia menilai upaya ini memiliki nilai strategis untuk memastikan kekayaan sejarah dan budaya […]

  • Andika Perkasa dan Hendrar Prihadi Kunjungi Ponpes Al-Huda Pucakwangi

    Andika Perkasa dan Hendrar Prihadi Kunjungi Ponpes Al-Huda Pucakwangi

    • calendar_month Jum, 15 Nov 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 282
    • 0Komentar

    PATI – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah nomor 1, Andika Perkasa dan Hendrar Prihadi, melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Huda di Desa Sokopuluhan, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, pada Kamis (14/11/2024). Kunjungan ini dilakukan untuk memperkenalkan diri dan meminta doa restu menjelang Pilkada Jawa Tengah yang akan digelar pada 27 November 2024. […]

  • Pj Bupati Jepara Apresiasi BUMDes Tegal Makmur Tegalsambi

    Pj Bupati Jepara Apresiasi BUMDes Tegal Makmur Tegalsambi

    • calendar_month Sen, 5 Feb 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 869
    • 0Komentar

    DESA – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tegal Makmur di area Taman Wisata Tegalsambi, Kecamatan Tahunan mendapat apresiasi langsung dari Penjabat (Pj) Bupati Jepara H. Edy Supriyanta. Hal ini itu diungkapkan Edy Supriyanta saat meresmikan Kantor BUMDes Tegal Makmur di area Taman Wisata Tegalsambi, Kecamatan Tahunan, Minggu, (4/2/2024). Pj Bupati menyebut Desa Tegalsambi merupakan desa […]

  • Komisi D Nilai Potensi Wisata Besar, tapi Kontribusi PAD Belum Maksimal

    Komisi D Nilai Potensi Wisata Besar, tapi Kontribusi PAD Belum Maksimal

    • calendar_month Kam, 16 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.622
    • 0Komentar

    PATI – Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Adhi Pamungkas, menyoroti masih rendahnya kontribusi sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, potensi wisata di daerah ini sebenarnya sangat besar, namun belum mampu digarap secara maksimal hingga menghasilkan pendapatan yang optimal. Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini menilai, salah satu kendala utama dalam pengembangan pariwisata […]

  • Nyadong Syafaat Bagi Negeri

    Nyadong Syafaat Bagi Negeri

    • calendar_month Ming, 21 Apr 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 307
    • 0Komentar

    Bertepatan dengan malam nisfu sya’ban (20/4) kemarin, ngaji ngAllah Suluk Maleman mengangkat tema menarik: Nyadong Syafa’at Kanjeng Nabi. Ini adalah edisi pengajian tersebut yang ke 88. Menurut Anis Sholeh Ba’asyin, tema ini diangkat karena setidaknya ada sebagian masyarakat, atau bahkan sebagian besar masyarakat, yang kuatir dan takut bila eskalasi politik yang memanas pasca pilpres berkembang […]

expand_less