Breaking News
light_mode

Berjihad dalam Kelestarian Lingkungan (1)

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 12 Feb 2020
  • visibility 230
Di era industri 4.0 sudah saatnya kader IPNU dan IPPNU melibatkan diri dalam berbagai persoalan. Program – program ramah lingkungan perlu menjadi lahan garapan kader muda nahdliyin. Caranya memanfaatkan limbah sekitar kita, seperti limbah botol plastik untuk dijadikan barang yang lebih bermanfaat.

Problem limbah dan sampah, seperti plastik telah menjadi tantangan dunia. Karena itu tidak ada salahnya penanganan problem tersebut menjadi lahan “jihad” dalam upaya melestarikan lingkungan.

Bahkan, Green peace menyebut, plastik terus mencekik planet bumi ini. Plastik sekali pakai terus mengotori lingkungan kita. Bahkan sudah sering kita lihat gambaran satwa-satwa di sekitar laut yang mati akibat memakan plastik.

Tidak hanya satwa, celakanya  plastik pun masuk ke dalam tubuh manusia dalam bentuk mikroplastik lewat makanan, minuman, bahkan udara yang kita hirup. Plastik juga menjadi sampah yang sulit diurai.

Barangkali, “Mengubah Limbah Menjadi Emas” ini adalah narasi yang bisa kita bangun, guna mendorong dan mengubah mindset kita agar bisa memanfaatkan barang yang tak terpakai menjadi barang yang lebih berharga.

Isu Seksi
Di Indonesia permasalahan sampah masih menjadi isu seksi yang selalu dibahas. Mulai dari institusi pemerintahan maupun perusahaan-perusahaan BUMN, karena dengan adanya sampah yang tidak dikelola dengan baik, akan menimbulkan dampak yang buruk bagi lingkungan, kelestarian alam, dan keberlanjutan ekosistem.

Sesuai dengan program dari KLHK yaitu membangun lingkungan yang lestari, menjadi pelecut dan semangat dalam membuat program peduli lingkungan. Oleh karena itu kami berupaya memulai sebuah program yang konsen dalam upaya pelestarian lingkungan. Melalui sebuah LKPP IPPNU Kecamatan Keling, untuk mengolah sampah menjadi barang bernilai. Kami akan berkomitmen, program ini tidak berhenti dipelatihan saja tapi akan ada keberlanjutanya. (bersambung)
Riyan Prasetyo, Ketua PAC IPNU Keling
  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Madrasah di Pati Tolak Makan Bergizi Gratis Saat Ramadan: Jaga Ibadah Santri dari ‘Mokel’

    Madrasah di Pati Tolak Makan Bergizi Gratis Saat Ramadan: Jaga Ibadah Santri dari ‘Mokel’

    • calendar_month Sel, 24 Feb 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 2.551
    • 0Komentar

    PATI – Sejumlah madrasah terkemuka di Kabupaten Pati secara resmi mengumumkan penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) khusus selama bulan suci Ramadan. Keputusan ini, yang diambil oleh beberapa lembaga pendidikan agama di bawah naungan yayasan besar seperti Salafiyah Kajen dan Al Ma’ruf Hadiwijaya/PGIP Kajen, bukanlah penentangan terhadap program pemerintah secara umum, melainkan sebuah sikap […]

  • Sorotan Wakil Ketua Pansus Hak Angket DPRD Pati: BKN Tak Transparan Soal Mutasi Jabatan

    Sorotan Wakil Ketua Pansus Hak Angket DPRD Pati: BKN Tak Transparan Soal Mutasi Jabatan

    • calendar_month Rab, 17 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 166
    • 0Komentar

    PATI – Kunjungan Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Pati ke Jakarta pada pekan lalu, tepatnya ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN), tampaknya belum membuahkan hasil yang memuaskan. Pansus yang dibentuk pada 13 Agustus 2025 ini bertujuan untuk mengkonsultasikan berbagai kebijakan kontroversial Bupati Sudewo yang dinilai tidak pro-rakyat. Wakil Ketua Pansus […]

  • Ilustrasi freepik 

    Cinta Tanah Air: Semangat Cinta dan Pengabdian pada Tanah Tempat Kita Berpijak

    • calendar_month Sab, 29 Jul 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 256
    • 0Komentar

    Ilustrasi freepik Pengertian cinta tanah air telah menjadi bagian integral dari identitas dan kesatuan sebuah bangsa. Cinta tanah air adalah semangat cinta dan pengabdian yang tulus terhadap negeri tempat kita dilahirkan dan dibesarkan. Dalam artikel ini, kita akan menggali lebih dalam tentang arti sebenarnya dari cinta tanah air dan mengapa semangat ini begitu penting bagi […]

  • Pemain Persijap Jepara Indra Arya berduel dengan pemain Persekat Tegal.

    Kemenangan Perdana Energi Baru untuk Persijap

    • calendar_month Sen, 9 Okt 2023
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Kemenangan perdana diraih tim Persijap Jepara di lIga 2 tahun 2023/2024. Kemenangan ini menjadi energi baru.

  • Tawuran Antar Gangster Pecah di Perbatasan Pati-Kudus, Polisi Amankan Pelaku Pembawa Sajam

    Tawuran Antar Gangster Pecah di Perbatasan Pati-Kudus, Polisi Amankan Pelaku Pembawa Sajam

    • calendar_month Rab, 30 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 191
    • 0Komentar

    PATI – Aksi tawuran antar dua kelompok pemuda kembali pecah di wilayah perbatasan Kabupaten Pati dan Kudus. Peristiwa itu melibatkan Gangster Tos Babalan dari Kabupaten Kudus dan Gangster Steam24boys dari Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati. Kericuhan terjadi pada Rabu dini hari, (30/7/2025), sekitar pukul 01.00 WIB, di Jalan Prawoto – Babalan, tepatnya di wilayah […]

  • Kidungan Teks Pakem Kajen, Meriahkan Haul Mbah Mutamakkin

    Kidungan Teks Pakem Kajen, Meriahkan Haul Mbah Mutamakkin

    • calendar_month Kam, 9 Sep 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 251
    • 0Komentar

      Festival Kajen, menembangkan Tesk Pakem Kajen PATI – Manuskrip yang ditulis pada tahun 1891 ini terakhir ditembangkan pada tahun 1950-an di Pasareyan Mbah Mutamakkin alias Kiai Cabolek alias Pangeran Hadikusuma, cucu Raja Pajang, Joko Tingkir alias Mas Karebet alias Sultan Hadiwijaya. Penulis manuskrip adalah Kiai Abdul Karim dari Margotuhu Ngerojo. Terakhir, sebab panambangnya setelah […]

expand_less