Breaking News
light_mode

Diberikan ke Siswa SMA, Jadi Bekal Bentengi Diri dari Radikalisasi

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 27 Feb 2019
  • visibility 216

Mengupas Buku Islam Agama Cinta
dan Damai karya PC ISNU Pati
Buku karya ISNU Kabupaten Pati
Sudah terang benderang.
Kampus-kampus besar di kota memiliki basis pengkaderan organisasi keagamaan
(Red, Islam) dengan paham eksklusif yang mengarah kepada gerakan radikalisme.
Sasarannya jelas.
Mahasiswa-mahasiswa baru dari latar belakang pemahaman agama yang belum kuat.
Dengan iming-iming kajian keagamaan di kampus-kampus biasanya mereka terjerumus
dalam pusaran gerakan keagamaan yang eksklusif-ekstrimis-radikalis.
Dari sana keprihatinan bermula.
Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Pati lantas menulis buku.
Judulnya Islam Agama Cinta Damai, Upaya Menepis Radikalisme Beragama.
Ditulis lima kader intelektual
NU. Diantaranya menjadi dosen di kampus islam, IAIN Kudus dan juga Ipmafa Pati.
Buku setebal 76 halaman ini menyuguhkan prespektif islam yang ramah kepada
pembaca.
Wakil Ketua PC NU Kabupaten Pati
Achmad Choiron menyebut, buku kecil tersebut cukup penting bagi para pelajar.
”Makanya kami akan bagi kepada para pelajar tingkat SMA sederajat. Sebagai
bekal pemahaman beragama yang tidak kaku, memahami islam sebagai ajaran cinta
dan damai,” katanya di hadapan peserta bedah buku yang diluncurkan bersamaan
dengan Konfercab ISNU di Ruang Penjawi Setda Pati kemarin.
”Kampus-kampus besar di kota
sudah menjadi sarangnya. Maka harus disikapi dengan seksama. Dan ini penting
bagi pelajar untuk memahami problem ini. Perlu digarisbawahi, anak-anak SMA
rentan akan hal tersebut,” terang dosen IAIN Kudus ini.
Sepakat dengan Choiron, Ketua
ISNU Pati, Ali Muhtarom, mengutip sebuah penelitian dari Litbang Agma Semarang
mengungkapkan, adanya pemahaman dan sikap keagamaan siswa SMA negeri di Jawa
Tengah yang bersifat radikal.
Radikalisme, kata Ali Muhtarom,
tidak muncul secara tiba-tiba. Ada faktor yang memengaruhi dan mendorongnya
muncul. Namun yang paling disoroti adalah kedangkalan pengetahuan agama.
Misalnya, lemah pengetahuan tentang hakikat agama. (has)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota DPRD Pati Bambang Susilo : Jaga Kerukunan di Masa Kampanye Pilkada 2024

    Anggota DPRD Pati Bambang Susilo : Jaga Kerukunan di Masa Kampanye Pilkada 2024

    • calendar_month Jum, 27 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 275
    • 0Komentar

    PATI – Menjelang masa kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Ir. Bambang Susilo, menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk menjaga kerukunan dan persatuan. “Ini kan sudah mau masuk masa kampanye, harapan saya, masyarakat bisa tetap menjaga kerukunan dan persatuan agar pelaksanaan Pilkada nanti bisa berjalan aman dan kondusif,” […]

  • Para pemain yang akan berlaga 

    Jadi Ajang Pembinaan Pemain Liga Askab PSSI Pati Mulai Digelar

    • calendar_month Ming, 29 Mei 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 260
    • 0Komentar

    Para pemain yang akan berlaga Askab PSSI Pati resmi memutar kompetisi Liga untuk kelompok umur 12 dan 14 tahun. Kompetisi ini diharapkan menjadi wadah pembinaan bagi pemain-pemain muda di desa-desa. PATI – Turnamen Asosiasi Kabupaten (Askab) Pati untuk kelompok umur 12 tahun dan 14 tahun mulai digelar. Turnamen itu diharapkan dapat memunculkan bibit potensial bagi […]

  • Meratapi Nasib Sial Klub Sultan PSG Pati

    Meratapi Nasib Sial Klub Sultan PSG Pati

    • calendar_month Sel, 23 Nov 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Pemain PSG Pati/AHHA PS Pati Syaiful Indra Cahya membawa bola dibayangi pemain Persijap Jepara/@sri.nugroho Apa yang terjadi pada PSG Pati memang sungguh di luar dugaan. Klub sultan dengan uang berlimpah namun harus susah payah menjalani kompetisi perdana mereka di Liga 2. Dari ambisi naik kasta hingga akhirnya harus berjuang untuk lolos dari maut zona degradasi. […]

  • Terbentuk Secara Tak Sengaja

    Terbentuk Secara Tak Sengaja

    • calendar_month Ming, 4 Mar 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Diecaster Pati, atau pecinta mobil-mobilan di Kabupaten Pati terbentuk secara tak sengaja. Awalnya di tahun 2013. Ketua Komunitas Diecaster Pati, Whido Danang Kesumo mengisahkan, saat itu ada yang berdagang diecast, sebutan untuk mainan mobil-mobilan secara offline. Ada yang berjualan dengan salah satu merk terkenal di Stadion Joyokusumo di hari Minggu pagi. Dari situ kemudian mulai […]

  • Ramadan Bermakna, Litbar Ajak Belajar dari Pengalaman Bule Prancis

    Ramadan Bermakna, Litbar Ajak Belajar dari Pengalaman Bule Prancis

    • calendar_month Jum, 28 Feb 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 230
    • 0Komentar

    PATI – Menjelang Bulan Ramadan di Pati diwarnai dengan kegiatan pengembangan literasi budaya yang unik. Komunitas Litbar berkolaborasi menyelenggarakan seminar tentang pengalaman hidup dan beragama sebagai seorang Muslim di Eropa, langsung dari para narasumbernya. Seminar ini diadakan secara bergantian di beberapa sekolah dan pondok pesantren di Pati dan Kudus, termasuk SMA N 2 Pati, SMA […]

  • Menteri Koperasi Apresiasi Kecepatan Pembentukan Kopdes Merah Putih di Pati

    Menteri Koperasi Apresiasi Kecepatan Pembentukan Kopdes Merah Putih di Pati

    • calendar_month Jum, 1 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 232
    • 0Komentar

    PATI – Bupati Pati, Sudewo, menerima kunjungan kerja Menteri Koperasi RI, Budi Arie Setiadi, di Pendopo Kabupaten Pati, Kamis (31/7/2025). Kunjungan ini membahas percepatan pengoperasian Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih tahap kedua. Program ini diharap mendorong kemandirian ekonomi desa melalui distribusi barang kebutuhan pokok yang tepat sasaran dan terjangkau. Budi Arie menekankan bahwa program Kopdes […]

expand_less