Breaking News
light_mode

Melihat Muria yang Gagah di Rimong Indah

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 17 Jun 2020
  • visibility 135

Sore hari menjadi saat yang tepat untuk menikmati alam Pegunungan Muria di kawasan wisata Rimong Indah
Senja di Rimong Indah, Medani-Pati

Badan tiba-tiba rileks begitu saja. Sesampainya di kawasan Wisata Alam Rimong Indah, di Desa Medani. Udara yang sejuk dengan tebing-tebing yang dihiasi lebatnya pepohonan membuat mata segar. 

Wilayah pegunungan di Kabupaten
Pati memiliki daya tarik wisata yang luar biasa. Salah satunya adalah Wisata
Rimong Indah. Tempat wisata ini, berada di Desa Medani, Kecamatan Cluwak.
 Untuk sampai ke tempat ini, kita
harus menempuh perjalanan kurang lebih satu jam. Dengan berkendara sepeda
motor, dari pusat kota Pati. Jaraknya dengan pusat kota 45 kilometer.
Wisata Rimong Indah, patut dijadikan
sebagai alternatif wisata alam pegunungan. Di tempat ini pengunjung akan
dimanjakan hijaunya tebing-tebing lereng Pegunungan Muria. Puncak Saptorenggo
yang berbentuk lancip segitiga terlihat sangat jelas.  
Pengunjung
yang datang juga bakal disambut gemericik air sungai Kali Gelis yang menenangkan.
Airnya masih jernih. Udara di sekitar kawasan wisata itu masih sangat sejuk menyehatkan.
Lebih menarik lagi, pengunjung bisa datang sambil berkemah. Datang siang hari,
lalu pulang esok hari.
Berkemah menjadi
paket komplet untuk menikmati matahari tenggelam dan merasakan pagi yang
menyenangkan di lereng pegunungan.

Potensi wisata alam di Pegunungan Muria sangat indah
Hijaunya lereng Pegunungan Muria dari Rimong Indah 
Di kanan kiri banyak tumbuh
pohon-pohon rindang, juga kebun kopi yang menjadi salah satu sumber
perekonomian warga Desa Medani. Lahan kopi di desa tersebut mencapai 150-an hektare.
Termasuk di lahan perhutani.
Kawasan wisata ini sudah cukup
komplet, dari segi fasilitas yang ditawarkan pengelola. Tempat parkir nyaman. Toilet
ada. Meskipun tidak begitu nyaman. Disediakan pula mushola. Penjual makanan dan
minuman juga ada.
Jadi tidak usah kelaparan saat
berwisata. Untuk menarik pengunjung, pengelola menyediakan beberapa spot foto,
namun spot foto yang disediakan masih terlalu norak. Pengelola hanya “latah”
meniru spot-spot foto di tempat wisata lain. Namun sudah lumayan untuk sekadar
melepas penat. Karena pengunjung bisa berwisata murah. Pengunjung hanya
dikenakan uang parkir saja. Rp 2 ribu, lebih mahal segelas es dawet ayu, namun pengunjung
sudah disuguhi alam yang mewah.
(arf)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keracunan Massal di Desa Tluwah, Juwana Diduga Akibat Konsumsi Lontong Hajatan

    Keracunan Massal di Desa Tluwah, Juwana Diduga Akibat Konsumsi Lontong Hajatan

    • calendar_month Kam, 26 Des 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 115
    • 0Komentar

    PATI – Sebanyak 138 warga Desa Tluwah, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi lontong sayur dari acara hajatan pada Senin malam (23/12/2024). Korban mengalami berbagai gejala seperti mual, muntah, diare, demam, dan menggigil. Warga mulai merasakan gejala keracunan pada Selasa pagi (24/12/2024). Puncaknya pada Selasa malam, 138 warga mengalami gejala yang sama, […]

  • Persijap (sedikit) Diuntungkan Penundaan Liga

    Persijap (sedikit) Diuntungkan Penundaan Liga

    • calendar_month Sab, 3 Jul 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Jaya Hartono hanya punya waktu satu setengah bulan menyiapkan tim. Waktu yang mepet itu tentu tak ideal untuk mengarungi sebuah kompetisi liga. Karena itu penundaan kick-off kompetisi Liga 1 dan Liga 2 menjadi sedikit keuntungan bagi skuad Laskar Kalinyamat. Paling tidak ada tambahan dua hingga tiga pekan dalam mematangkan tim. JEPARA – Persijap Jepara merasa […]

  • DPRD Pati Kawal Penambahan Tenaga Penyuluh Pertanian di Wedarijaksa

    DPRD Pati Kawal Penambahan Tenaga Penyuluh Pertanian di Wedarijaksa

    • calendar_month Sel, 20 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 145
    • 0Komentar

    PATI – Minimnya jumlah tenaga penyuluh pertanian di Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati, dikeluhkan para penyuluh kepada Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Muslihan. Setiap penyuluh saat ini harus menangani 3 hingga 4 desa, mengakibatkan beban kerja yang sangat berat dan berdampak pada kualitas pendampingan petani. Hal ini terungkap saat Muslihan melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan […]

  • Persipa Pati Siap Hadapi Nusantara United FC di Stadion Kebo Giro

    Persipa Pati Siap Hadapi Nusantara United FC di Stadion Kebo Giro

    • calendar_month Jum, 15 Nov 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 156
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Persipa Pati bersiap untuk menghadapi Nusantara United FC (NUFC) di Stadion Kebo Giro, Boyolali pada Jumat (15/11/2024) sore dalam lanjutan Liga 2 2024/2025. Laga ini menjadi pertemuan kedua kedua tim setelah sebelumnya bermain imbang 1-1 di Stadion Joyokusumo, Pati pada 14 September lalu. Pelatih Persipa Pati, Bambang Nurdiansyah, menyatakan bahwa timnya tetap semangat […]

  • Wabup Kudus Tinjau Tumpukan Sampah di Balai Jagong, Solusi Jangka Pendek dan Panjang Disiapkan

    Wabup Kudus Tinjau Tumpukan Sampah di Balai Jagong, Solusi Jangka Pendek dan Panjang Disiapkan

    • calendar_month Kam, 8 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 118
    • 0Komentar

    KUDUS – Wakil Bupati Kudus, Bellinda Birton, melakukan peninjauan langsung ke kawasan Balai Jagong pada Rabu (7/5/2025) untuk mengatasi masalah tumpukan sampah yang meresahkan warga. Didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kudus, Halil, Wabup Birton mengakui permasalahan ini sudah berlangsung lama dan upaya sebelumnya belum optimal. “Sudah beberapa kali diambil, diberi papan larangan, bahkan […]

  • DPRD Pati Soroti Potensi Wisata Budaya untuk Tingkatkan Daya Tarik Daerah

    DPRD Pati Soroti Potensi Wisata Budaya untuk Tingkatkan Daya Tarik Daerah

    • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 126
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menekankan pentingnya optimalisasi sektor wisata budaya sebagai upaya untuk meningkatkan daya tarik daerah. Kabupaten Pati memiliki kekayaan seni dan budaya yang beragam, yang dapat menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. Wakil Ketua DPRD Pati, Hardi, menyatakan bahwa Pati memiliki potensi besar dalam wisata budaya. “Ini potensi […]

expand_less