Breaking News
light_mode

Melihat Muria yang Gagah di Rimong Indah

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 17 Jun 2020
  • visibility 172

Sore hari menjadi saat yang tepat untuk menikmati alam Pegunungan Muria di kawasan wisata Rimong Indah
Senja di Rimong Indah, Medani-Pati

Badan tiba-tiba rileks begitu saja. Sesampainya di kawasan Wisata Alam Rimong Indah, di Desa Medani. Udara yang sejuk dengan tebing-tebing yang dihiasi lebatnya pepohonan membuat mata segar. 

Wilayah pegunungan di Kabupaten
Pati memiliki daya tarik wisata yang luar biasa. Salah satunya adalah Wisata
Rimong Indah. Tempat wisata ini, berada di Desa Medani, Kecamatan Cluwak.
 Untuk sampai ke tempat ini, kita
harus menempuh perjalanan kurang lebih satu jam. Dengan berkendara sepeda
motor, dari pusat kota Pati. Jaraknya dengan pusat kota 45 kilometer.
Wisata Rimong Indah, patut dijadikan
sebagai alternatif wisata alam pegunungan. Di tempat ini pengunjung akan
dimanjakan hijaunya tebing-tebing lereng Pegunungan Muria. Puncak Saptorenggo
yang berbentuk lancip segitiga terlihat sangat jelas.  
Pengunjung
yang datang juga bakal disambut gemericik air sungai Kali Gelis yang menenangkan.
Airnya masih jernih. Udara di sekitar kawasan wisata itu masih sangat sejuk menyehatkan.
Lebih menarik lagi, pengunjung bisa datang sambil berkemah. Datang siang hari,
lalu pulang esok hari.
Berkemah menjadi
paket komplet untuk menikmati matahari tenggelam dan merasakan pagi yang
menyenangkan di lereng pegunungan.

Potensi wisata alam di Pegunungan Muria sangat indah
Hijaunya lereng Pegunungan Muria dari Rimong Indah 
Di kanan kiri banyak tumbuh
pohon-pohon rindang, juga kebun kopi yang menjadi salah satu sumber
perekonomian warga Desa Medani. Lahan kopi di desa tersebut mencapai 150-an hektare.
Termasuk di lahan perhutani.
Kawasan wisata ini sudah cukup
komplet, dari segi fasilitas yang ditawarkan pengelola. Tempat parkir nyaman. Toilet
ada. Meskipun tidak begitu nyaman. Disediakan pula mushola. Penjual makanan dan
minuman juga ada.
Jadi tidak usah kelaparan saat
berwisata. Untuk menarik pengunjung, pengelola menyediakan beberapa spot foto,
namun spot foto yang disediakan masih terlalu norak. Pengelola hanya “latah”
meniru spot-spot foto di tempat wisata lain. Namun sudah lumayan untuk sekadar
melepas penat. Karena pengunjung bisa berwisata murah. Pengunjung hanya
dikenakan uang parkir saja. Rp 2 ribu, lebih mahal segelas es dawet ayu, namun pengunjung
sudah disuguhi alam yang mewah.
(arf)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PSG Pati eSport Bidik Tiga Besar IFeL Liga 2

    PSG Pati eSport Bidik Tiga Besar IFeL Liga 2

    • calendar_month Sen, 19 Apr 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Konferensi pers keikutsertaan PSG Pati eSport di ajang IFeL 2021 Posisi tiga besar menjadi target player PSG Pati eSport, dalam ajang Indonesian Football E-League (IFeL) 2021. Sebelumnya player professional tim PSG Pati eSport telah berulang kali menjadi juara di turnamen open di beberapa kota. PATI – PSG Pati siap bertarung di ajang Indonesia Football e-League […]

  • Viral Menu Steak Tower di Circa Cafe Pati, Rekomended Banget untuk Kumpul Bareng Teman

    Viral Menu Steak Tower di Circa Cafe Pati, Rekomended Banget untuk Kumpul Bareng Teman

    • calendar_month Ming, 21 Jul 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 198
    • 0Komentar

    KULINER – Bagi pecinta kuliner steak wajib mencoba menu viral steak tower yang ada di Circa Cafe, Jalan Penjawi nomor 61, Randukuning, Pati, Jawa Tengah. Di Circa Cafe ini menyediakan menu steak tower yang dijamin bisa membuat lidah bergoyang dan perut kenyang. Steak tower adalah menu steak daging ayam dalam balutan tepung krispi serta daging […]

  • Liburan Asik di Wisata Batik Pati (1)

    Liburan Asik di Wisata Batik Pati (1)

    • calendar_month Jum, 22 Nov 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Wisata Batik Pati di Langgenharjo Juwana Bosan liburan. Tidak ada salahnya mengunjungi Wisata Batik Pati di Juwana. Pengunjung bisa melihat sekaligus belajar langsung pembuatan batik dari awal hingga akhir. Erik serius menyimak penjelasan dari Tamzis Al Anas (36). Bersama seorang temannya, Erik sengaja berkunjung ke Wisata Batik Pati di Jalan Sunan Ngerang RT 7 RW […]

  • Reses Tahap Pertama 2018, Infrastruktur Jadi Sorotan

    Reses Tahap Pertama 2018, Infrastruktur Jadi Sorotan

    • calendar_month Sel, 5 Jun 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 134
    • 0Komentar

    PATI – Persoalan infrastruktur menjadi sorotan. Hal itu mengemuka dari rapat paripurna siang kemarin Saqbtu (2/6/2018), dengan agenda penyampaian hasil reses tahap pertama tahun 2018 anggota DPRD Kabupaten Pati di lima daerah pemilihan (dapil). Rapat paripurna dipimpin Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pati Hardi. Sementara itu hasil reses yang dilakukan pada 14 hingga 17 Maret […]

  • Melihat Geliat Pembuatan Contong Es Krim

    Melihat Geliat Pembuatan Contong Es Krim

    • calendar_month Sab, 24 Feb 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Tak Sepi Meski Hujan Menghampiri Usaha pembuatan contong es krim sukses memikat. Penghasilannya lumayan. Permintaannya pun tak pernah sepi. Seperti saat musim penghujan ini, permintaan selalu ramai. Merah, kuning, hijau, biru. Warna-warni sebuah benda berbentuk kerucut itu tertata rapi di sudut rumah berbentuk minimalis itu. Plastik bening membungkus tumpukan kerucut yang diketahui sebagai contong es […]

  • LDJ Ajari Pelajar NU Jati Tangkal Bahaya Radikalisme

    LDJ Ajari Pelajar NU Jati Tangkal Bahaya Radikalisme

    • calendar_month Ming, 10 Sep 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Dokumentasi PAC IPNU IPPNU Jati-Kudus Lingkar Muria, KUDUS – Dengan memiliki pemikiran yang kritis dan berimbang, peserta Latihan Dasar Jurnalistik (LDJ) IPNU dan IPPNU Jati diharapkan menjadi generasi yang anti radikalisme. Hal ini dikemukakan M. Farid dalam materi berita yang disampaikannya kemarin, di TPQ Al Qudsy Jetiskapuan. ”Kebanyakan, pemikiran radikal itu lahir dari propaganda media. […]

expand_less