Breaking News
light_mode

Rapat Paripurna Hak Angket DPRD Pati: PDI-P Soroti Indikasi Pelanggaran Etika oleh Bupati Pati 

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Jum, 31 Okt 2025
  • visibility 536

PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menggelar Rapat Paripurna pada Jumat, 31 Oktober 2025, dengan agenda utama menyatakan pendapat atas laporan Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket terkait pemakzulan Bupati Pati. Bupati Pati, Sudewo, hadir secara daring dalam rapat tersebut.

Rapat Paripurna diawali dengan pembacaan laporan Pansus Hak Angket yang berisi evaluasi terhadap kinerja Bupati Pati. Laporan tersebut dibacakan secara bergantian oleh pimpinan dan anggota Pansus Hak Angket.

Setelah pembacaan laporan, agenda dilanjutkan dengan penyampaian pendapat dari masing-masing anggota DPRD mengenai kinerja Bupati Pati.

Sudewo kemudian menyampaikan tanggapannya terhadap laporan Pansus Hak Angket dan pendapat dari fraksi-fraksi DPRD. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota DPRD yang telah memberikan catatan selama masa kepemimpinannya.

“Semua hal yang disampaikan tadi dalam risalah Pansus yang kami ikuti dari awal hingga akhir merupakan suatu masukan dan sekaligus evaluasi untuk perbaikan kinerja kami ke depan,” ujar Sudewo.

“Ikhtisar membangun Kabupaten Pati ke depan lebih baik demi kesejahteraan rakyat Kabupaten Pati,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PDI-P, Teguh Bandang Waluyo, menyampaikan enam poin penting.

Pertama, ia menegaskan bahwa suara rakyat adalah suara kebenaran, dan Fraksi PDI-Perjuangan akan selalu berada di garis depan dalam memperjuangkan masyarakat Pati.

“Kedua, Fraksi PDI-Perjuangan menunjukkan keberpihakan sepenuhnya kepada rakyat yang selama ini menghadapi kebijakan yang tidak transparan, tidak representatif, dan tidak berkeadilan. Pemerintah harus dijalankan berdasarkan kesejahteraan rakyat, bukan kepentingan pribadi, keluarga, kelompok, dan golongan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Teguh menyatakan bahwa Fraksi PDI-Perjuangan menilai, berdasarkan hasil Pansus Hak Angket, ditemukan indikasi kuat terjadinya pelanggaran terhadap institusi, etika, serta asas-asas umum pemerintahan yang baik dalam sejumlah kebijakan Bupati.

Pelanggaran ini dinilai telah menimbulkan keresahan masyarakat, kerugian keuangan negara, serta merugikan hak-hak warga Kabupaten Pati.

(Adv)

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengenal Profil Geografis Kabupaten Jepara

    Mengenal Profil Geografis Kabupaten Jepara

    • calendar_month Kam, 3 Feb 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 525
    • 0Komentar

      @cungkringg_art Jepara adalah kota pesisir. Kota kecil dengan sejuta pesona dan keunikan potensi daerahnya. Dikutip dari situs jepara.go.id, secara geografis Kabupaten Jepara terletak di bagian Utara propinsi Jawa Tengah, dengan koordinat 110o9’48,02” – 110o58’37,40” BT dan 5o43’20,67” – 6o47’25,83” LS, dengan batas batas wilayah antara lain, sebelah barat dan utara berupa laut Jawa, sebelah […]

  • DPRD Pati Usul Pembahasan Raperda RPJMD 2025-2029 Diperdalam di Pansus

    DPRD Pati Usul Pembahasan Raperda RPJMD 2025-2029 Diperdalam di Pansus

    • calendar_month Ming, 22 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 362
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi Demokrat, Joni Kurnianto, mengusulkan agar pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pati Tahun 2025-2029 dilakukan secara lebih detail di tingkat Panitia Khusus (Pansus). Hal ini disampaikan Joni dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pati. Menurut Joni, RPJMD merupakan pedoman penting dalam […]

  • DPRD Pati Tekankan Reboisasi untuk Cegah Banjir Bandang

    DPRD Pati Tekankan Reboisasi untuk Cegah Banjir Bandang

    • calendar_month Kam, 30 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 577
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mendorong program reboisasi sebagai solusi untuk mengurangi dampak lingkungan di Pegunungan Kendeng. Penanaman pohon dinilai penting sebagai resapan air, terutama saat musim hujan. Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pati, Hardi, menekankan pentingnya penanaman bibit pohon keras oleh semua pihak. Menurutnya, sinergitas diperlukan agar seluruh lapisan masyarakat […]

  • DPRD Pati Tekankan Kualitas Pembangunan Jalan Jangan Asal

    DPRD Pati Tekankan Kualitas Pembangunan Jalan Jangan Asal

    • calendar_month Rab, 8 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.260
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo, menekankan pentingnya standar kualitas tinggi dalam pembangunan infrastruktur jalan yang akan dilaksanakan pada tahun 2026. Politisi Fraksi PDIP ini meminta agar pengerjaan proyek tidak dilakukan secara asal-asalan demi kepentingan jangka panjang masyarakat. Hal itu disampaikannya merespons kondisi jalan di sejumlah wilayah yang dinilai belum maksimal, bahkan […]

  • Edy Wuryanto Dorong Kemnaker Revisi Aturan, Hentikan Trik PHK untuk Hindari THR Jelang Lebaran

    Edy Wuryanto Dorong Kemnaker Revisi Aturan, Hentikan Trik PHK untuk Hindari THR Jelang Lebaran

    • calendar_month Jum, 27 Feb 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 2.698
    • 0Komentar

    JAKARTA – Rencana PHK di sebuah perusahaan mi instan yang kemudian batal menjadi sorotan dan membuka kembali permasalahan ketenagakerjaan yang sering muncul menjelang Hari Raya Idulfitri, yakni dugaan penggunaan PHK untuk menghindari pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR). Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, menilai bahwa praktik semacam ini menunjukkan adanya kesenjangan dalam regulasi yang […]

  • DPRD Pati Desak Pemkab Perbaiki Lebih Banyak RTLH di 2026

    DPRD Pati Desak Pemkab Perbaiki Lebih Banyak RTLH di 2026

    • calendar_month Jum, 13 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 368
    • 0Komentar

    PATI – Angka 20 menjadi catatan kelam bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati. Dari 75.000 rumah tak layak huni (RTLH) yang diperkirakan ada di Kabupaten Pati, hanya 20 unit yang berhasil diperbaiki pada tahun 2025. Data ini memicu reaksi keras dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati yang mendesak Pemkab Pati untuk segera mengambil langkah […]

expand_less