DPRD Pati Tekankan Pelestarian Kesenian Tradisional Butuh Dukungan Nyata Pemerintah
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month Kam, 18 Jun 2026
- visibility 100.053

Ilustrasi Kesenian Wayang
PATI – Keberlangsungan kesenian tradisional di Kabupaten Pati menjadi perhatian khusus Anggota Komisi A DPRD Pati, Suharmanto. Ia menilai warisan seni budaya daerah kini menghadapi tantangan berat akibat arus modernisasi yang kian deras, serta masih terbatasnya dukungan dari pemerintah daerah.
Menurut Suharmanto, upaya pelestarian selama ini lebih banyak bergantung pada inisiatif masyarakat dan para pelaku seni saja.
Kondisi demikian dinilai belum cukup kuat untuk menjaga eksistensi budaya lokal agar tetap bertahan di tengah perubahan zaman yang terus berjalan.
“Pelestarian budaya tidak bisa hanya mengandalkan semangat masyarakat. Pemerintah daerah harus hadir melalui kebijakan, pembinaan, dan dukungan anggaran yang berkesinambungan,” ujarnya.
Ia menyebut sejumlah kesenian khas Pati mulai kehilangan tempat tampil serta penggemarnya, antara lain wayang kulit, wayang golek, ketoprak, barongan, hingga wayang topeng asal Desa Soneyan.
Berkurangnya frekuensi pementasan dan lambatnya regenerasi seniman menjadi tanda bahwa kesenian tradisional membutuhkan perhatian yang lebih serius.
Suharmanto menegaskan bahwa kesenian tradisional bukan sekadar sarana hiburan, melainkan bagian dari identitas daerah yang mengandung nilai sejarah, pendidikan, serta filosofi kehidupan. Oleh karena itu, keberadaannya wajib dijaga agar tetap dikenal oleh generasi penerus.
Ia juga menyoroti kondisi kesenian barongan yang selama ini menjadi salah satu ikon budaya Pati. Proses regenerasi pelaku seni mengalami kendala karena semakin sempitnya ruang berekspresi dan berkurangnya apresiasi terhadap para seniman, sehingga minat kaum muda untuk terlibat pun ikut menurun.
Hal serupa juga dialami oleh kesenian wayang kulit dan ketoprak, yang dulunya menjadi hiburan sekaligus media penyampaian pesan moral bagi masyarakat. Tanpa tindakan nyata, ia khawatir kesenian tersebut akan semakin terpinggirkan.
Di sisi lain, Suharmanto mengakui bahwa perkembangan hiburan modern adalah hal yang tak terelakkan. Berbagai pertunjukan musik hingga konten digital kini semakin mudah diakses oleh siapa saja. Namun, kemajuan tersebut tidak boleh membuat budaya lokal kehilangan tempatnya.
“Hiburan modern adalah bagian dari perkembangan zaman dan tidak perlu dibatasi. Tetapi pemerintah juga harus memberikan ruang yang sama bagi kesenian tradisional agar tetap hidup dan berkembang,” tegas politisi dari Partai Demokrat ini.
Ia berharap DPRD bersama Pemerintah Kabupaten Pati dapat mempererat kerja sama dalam menyusun program pelestarian budaya, mulai dari pembinaan kelompok seni, penyelenggaraan festival budaya, hingga melibatkan kesenian tradisional dalam berbagai kegiatan resmi daerah.
“Kalau tidak ada langkah nyata sejak sekarang, generasi mendatang bisa kehilangan kesempatan untuk mengenal budaya asli daerahnya sendiri. Ini menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga warisan leluhur tetap lestari,” pungkasnya.
(adv)
Editor : Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian

