Breaking News
light_mode

Slametan Labuhan Ala Warga Bungu Jepara

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 11 Des 2020
  • visibility 131

 


Bambang
Prawoto dengan khusyuk memimpin pembacaan tahlil di depan sebuah punden pada
Jumat Legi (11/12/2020). Kiai kampung itu memimpin sebuah ritual slametan yang
menjadi kearifan lokal di desanya yang berada di lereng Pegunungan Muria.

Peralihan
musim kemarau ke musim penghujan ditandai khusus dengan slametan. Warga Dukuh
Pagir-Tumut, Desa Bungu Kecamatan Mayong menyebutnya Slametan Labuhan.

Kearifan
lokal warga di lereng Pegunungan Muria ini melengkapi satu dari sekian tradisi
slametan di Indonesia yang sangat beragam jenis dan tata caranya. Namun
memiliki tujuan sama, tradisi slametan bertujuan untuk tolak balak, menolak
marabahaya yang akan datang.

Bahaya
atau balak yang dimaksud bisa berupa bencana alam, pagebluk, dan lainnya.
Labuhan sendiri berasal dari bahasa Jawa yang artinya saat awal-awal peralihan
dari musim panas ke musim hujan.

Waktu
labuhan ini bagi sebagian orang sangat ditunggu, karena merupakan waktu yang
terbaik untuk bercocok tanam. Menanam pohon-pohon seperti pohon buah.

Namun
juga menjadi kewaspadaan sendiri dengan adanya hujan disertai angin kencang,
dan tanah longsor. Khususnya warga yang tinggal di pegunungan.

Di
Dukuh Pagir-Tumut wilahnya pegunungan berupa tebing-tebing tinggi. Banyak
kejadian bencana alam di masa lalu yang membuat trauma.Terkahir yang sangat
mengejutkan, yakni longsor dan tanah terbelah di tahun 2014. Warga terpaksa mengungsi
ke tempat yang aman.

Menurut
warga kejadian semacam itu seakan bentuk teguran Tuhan Yang Maha Esa melalui
alamnya.

Karena
itu warga di sini selalu melaksanakan slametan labuhan untuk meminta
perlindungan Sang Maha Pencipta dari segala bencana.

Dalam
tradisi labuhan ini, warga akan menyembelih kambing sebagai sodaqohan. Mereka
secara sukarela iuran. Masing-masing Rp15 ribu per rumah.

Slametan
ini digelar di sebuah punden setempat. Yang konon diyakini sebagai cikal bakal
dukuh yang mereka tempati. Punden ini bernama Mbah Jomblo.

Kambing
akan diolah di area punden Mbah Jomblo, dari pagi sampai siang. Jika sudah
matang, masyarakat akan berbondong-bondong mendatangi makam itu untuk
selanjutnya mengadakan ritual selametan. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Usulkan Peningkatan Fasilitas Publik untuk Menarik Masyarakat

    DPRD Pati Usulkan Peningkatan Fasilitas Publik untuk Menarik Masyarakat

    • calendar_month Kam, 17 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 133
    • 0Komentar

    PATI – Danu Ikhsan Hariscandra, anggota DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PDIP, mengusulkan penambahan dan peningkatan fasilitas publik di wilayah Pati. Menurutnya, hal ini penting untuk menarik minat masyarakat dan meningkatkan aktivitas di ruang publik. “Sekarang ini kan orang-orang pada ‘FOMO’ (Fear of Missing Out), seperti lomba lari. Nanti seperti di stadion Joyokusumo yang dalam […]

  • DPRD Pati Sidak Desa Koripandriyo, Temukan Sistem Presensi Manual

    DPRD Pati Sidak Desa Koripandriyo, Temukan Sistem Presensi Manual

    • calendar_month Jum, 16 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 122
    • 0Komentar

    PATI – Komisi A DPRD Kabupaten Pati kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Desa Koripandriyo, Kecamatan Gabus, Kamis (15/5/2025). Sidak tersebut difokuskan pada pengecekan kedisiplinan dan kinerja perangkat desa dalam memberikan pelayanan publik. Hasil sidak menunjukkan sistem presensi di Balai Desa Koripandriyo masih menggunakan metode manual. “Presensi masih manual dan otomatis tidak ada. Apalagi alat […]

  • Refleksi Keberagaman: Elemen Lintas Iman Grobogan Teladani Gusdur

    Refleksi Keberagaman: Elemen Lintas Iman Grobogan Teladani Gusdur

    • calendar_month Rab, 24 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 121
    • 0Komentar

    GROBOGAN – Acara kumpul bareng lintas iman dengan tema “Refleksi Keberagaman Meneladani Guru Bangsa Gusdur” digelar di Desa Ngambakrejo, Kecamatan Tanggungharjo, pada Selasa (23/09/2025). Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk aktivis Gereja Kristen Jawa (GKJ) Wolo Purwodadi, Pemuda Ansor Kecamatan Tanggungharjo, Fatayat Kecamatan Tanggungharjo, Gusdurian Grobogan, dan perwakilan Grobogan Maju. Pertemuan sore itu […]

  • Anggota DPRD Pati Narso : Sukseskan Pilakada, Tentukan Masa Depan 5 Tahun Mendatang

    Anggota DPRD Pati Narso : Sukseskan Pilakada, Tentukan Masa Depan 5 Tahun Mendatang

    • calendar_month Jum, 27 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 141
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati, Narso, menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Pilkada Pati tahun ini akan diikuti oleh 3 pasang kandidat, yang akan bersaing pada tanggal 27 November mendatang. Narso menekankan pentingnya suara masyarakat dalam menentukan arah kebijakan daerah untuk lima tahun ke depan. “Suara masyarakat […]

  • Persipa Pati Bidik Poin Penuh di Kandang Persekat Tegal

    Persipa Pati Bidik Poin Penuh di Kandang Persekat Tegal

    • calendar_month Kam, 19 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 139
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Persipa Pati siap menghadapi laga tandang yang menantang melawan Persekat Tegal di Stadion Tri Sanja pada Jumat (20/9/2024). Tim tuan rumah, yang baru saja menelan kekalahan di laga perdana Liga 2 musim ini, dipastikan akan tampil habis-habisan untuk mengamankan poin penuh di hadapan pendukungnya. Meskipun demikian, Pelatih Persipa Pati, Bambang Nurdiansyah, tetap optimistis […]

  • Tiga Pemain Pati ke Babak Selanjutnya

    Tiga Pemain Pati ke Babak Selanjutnya

    • calendar_month Sen, 22 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Seleksi PSIS U-19 di Pati Lingkar Muria, PATI – Dari banyak nama pesepakbola Pati yang mengikuti seleksi PSIS U-19, hanya tiga nama yang lolos ke babak selanjutnya. Mereka yang lolos itu adalah Calvin Ivan Prasetya dari Cluwak, Muhammad Iqbal Al Ghuzat Tambakromo dan Benny Setyo Adi dari Trangkil. Meskipun lolos, ini belum final menjadi bagian dari […]

expand_less