Breaking News
light_mode

Slametan Labuhan Ala Warga Bungu Jepara

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 11 Des 2020
  • visibility 337

 


Bambang
Prawoto dengan khusyuk memimpin pembacaan tahlil di depan sebuah punden pada
Jumat Legi (11/12/2020). Kiai kampung itu memimpin sebuah ritual slametan yang
menjadi kearifan lokal di desanya yang berada di lereng Pegunungan Muria.

Peralihan
musim kemarau ke musim penghujan ditandai khusus dengan slametan. Warga Dukuh
Pagir-Tumut, Desa Bungu Kecamatan Mayong menyebutnya Slametan Labuhan.

Kearifan
lokal warga di lereng Pegunungan Muria ini melengkapi satu dari sekian tradisi
slametan di Indonesia yang sangat beragam jenis dan tata caranya. Namun
memiliki tujuan sama, tradisi slametan bertujuan untuk tolak balak, menolak
marabahaya yang akan datang.

Bahaya
atau balak yang dimaksud bisa berupa bencana alam, pagebluk, dan lainnya.
Labuhan sendiri berasal dari bahasa Jawa yang artinya saat awal-awal peralihan
dari musim panas ke musim hujan.

Waktu
labuhan ini bagi sebagian orang sangat ditunggu, karena merupakan waktu yang
terbaik untuk bercocok tanam. Menanam pohon-pohon seperti pohon buah.

Namun
juga menjadi kewaspadaan sendiri dengan adanya hujan disertai angin kencang,
dan tanah longsor. Khususnya warga yang tinggal di pegunungan.

Di
Dukuh Pagir-Tumut wilahnya pegunungan berupa tebing-tebing tinggi. Banyak
kejadian bencana alam di masa lalu yang membuat trauma.Terkahir yang sangat
mengejutkan, yakni longsor dan tanah terbelah di tahun 2014. Warga terpaksa mengungsi
ke tempat yang aman.

Menurut
warga kejadian semacam itu seakan bentuk teguran Tuhan Yang Maha Esa melalui
alamnya.

Karena
itu warga di sini selalu melaksanakan slametan labuhan untuk meminta
perlindungan Sang Maha Pencipta dari segala bencana.

Dalam
tradisi labuhan ini, warga akan menyembelih kambing sebagai sodaqohan. Mereka
secara sukarela iuran. Masing-masing Rp15 ribu per rumah.

Slametan
ini digelar di sebuah punden setempat. Yang konon diyakini sebagai cikal bakal
dukuh yang mereka tempati. Punden ini bernama Mbah Jomblo.

Kambing
akan diolah di area punden Mbah Jomblo, dari pagi sampai siang. Jika sudah
matang, masyarakat akan berbondong-bondong mendatangi makam itu untuk
selanjutnya mengadakan ritual selametan. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Relawan Laskar Pelangi Dukung Wahyu – Haryono Maju Pilkada Pati 2024

    Relawan Laskar Pelangi Dukung Wahyu – Haryono Maju Pilkada Pati 2024

    • calendar_month Sab, 18 Mei 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 293
    • 0Komentar

    PATI – Ratusan orang mengantarkan pasangan Wahyu Indriyanto dan Suharyono untuk mendaftar sebagai calon Bupati dan wakil bupati Pati, di kantor DPC PDIP Kabupaten Pati. Mereka membawa spanduk bertuliskan Laskar Pelangi. Selain itu juga membawa bendera PDIP. Wahyu Indriyanto adalah kepala desa Gadingrejo Juwana, sedangkan Suharyono adalah mantan Sekda Kabupaten Pati. Ratusan orang ini mengatasnamakan […]

  • Selametan Bumi Pesantenan, Khataman Alquran, hingga Pembaretan Banser

    Selametan Bumi Pesantenan, Khataman Alquran, hingga Pembaretan Banser

    • calendar_month Kam, 19 Sep 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 293
    • 0Komentar

    ISTIMEWA PATI – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor Pati menggelar Selametan Bumi Pesantenan di Stadion Joyokusumo, Jumat (20/9/2019). Ketua PC GP Ansor Pati Itqonul Hakim mengatakan, gelaran tersebut bukan hanya sebatas prosesi keagamaan, namun sarat pesan kebajikan. Dia mengemukakan, kegiatan diawali dengan 100 hataman Alquran, Kamis (19/9). Adapun acara puncak berupa apel dan pembaretan […]

  • Anggoyta Polresta Pati melayani warga yang ingin menikmati makan gratis di Alun - Alun Simpang Lima Pati.

    Polresta Pati Bagikan 1.500 Paket Makan Gratis Sambut Hari Bhayangkara ke-80

    • calendar_month Ming, 28 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 551
    • 0Komentar

    PATI – Polresta Pati menggandeng Klenteng Hok Tik Bio Pati dan Brimob Kompi 4 Yon A Pelopor menggelar kegiatan Warung Makan Gratis dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Sebanyak 1.500 paket makanan siap saji dibagikan kepada masyarakat di kawasan Alun-alun Pati, Minggu (28/6/2026). Kegiatan bertema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat” itu dimulai sejak pukul […]

  • DPRD Pati Narso : Generasi Muda Perlu Stimulus Agar Terjun ke Sektor Pertanian

    DPRD Pati Narso : Generasi Muda Perlu Stimulus Agar Terjun ke Sektor Pertanian

    • calendar_month Kam, 24 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 323
    • 0Komentar

    PATI – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Narso, menekankan pentingnya memberikan stimulus kepada generasi muda dalam rangka pengembangan sektor pertanian. Narso berharap langkah ini dapat mendorong regenerasi di sektor pertanian yang lebih baik di masa depan. “Mereka harus diberikan stimulus agar tertarik dan aktif dalam sektor pertanian. Stimulus ini penting untuk mengembangkan […]

  • Susah Sinyal ANBK di Pulau Genting dan Kemujan Karimunjawa

    Susah Sinyal ANBK di Pulau Genting dan Kemujan Karimunjawa

    • calendar_month Jum, 5 Nov 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 660
    • 0Komentar

      SD Negeri 5 Karimunjawa menghadapi kendala susah sinyal yang merepotkan saat kegiatan ANBK Sederet persoalan dihadapi para pelajar di Pulau Genting dan Kemujan, Kepulauan Karimunjawa, Jepara. Mulai dari susah sinyal hingga kendala penyeberangan saat menumpang untuk lokasi ujian.  JEPARA – Susah sinyal amat merepotkan. Hal ini menjadi salah satu persoalan yang dihadapi siswa kelas 5 […]

  • Jepalo Coffee Folklore: Kedai Kopi di Pati dengan Pesona Pedesaan dan Biji Lokal Pegunungan Muria

    Jepalo Coffee Folklore: Kedai Kopi di Pati dengan Pesona Pedesaan dan Biji Lokal Pegunungan Muria

    • calendar_month Ming, 14 Des 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.398
    • 0Komentar

    PATI – Di tengah menjamurnya kedai kopi di Kabupaten Pati, konsep yang mengusung ketenangan dan kearifan lokal justru menjadi daya tarik tersendiri. Jepalo Coffee Folklore hadir menawarkan pengalaman ngopi berbeda dengan atmosfer pedesaan yang asri dan menenangkan. Berlokasi di Desa Jepalo, Kecamatan Gunungwungkal, kedai ini menjadi ruang alternatif bagi penikmat kopi yang ingin sejenak menjauh […]

expand_less