Breaking News
light_mode

Keamanan Pangan MBG Prioritas, Edy Wuryanto Ingatkan Pentingnya Kontrol Silang

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Ming, 28 Sep 2025
  • visibility 112

GROBOGAN – Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, menegaskan bahwa penerapan standar kesehatan dan keselamatan pangan pada dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah syarat mutlak yang tidak bisa ditawar.

Pernyataan ini disampaikan Edy saat lawatannya di Desa Simo, Kecamatan Kradenan, Minggu (28/9), menanggapi perdebatan mengenai dapur mitra MBG yang belum sepenuhnya mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) atau Sertifikat Penjamah Makanan.

“Keamanan pangan adalah garis pertama perlindungan kesehatan anak. Kita tidak bisa kompromi terhadap standar higiene dan sanitasi dapur. Tapi cara penegakannya juga harus adil dan manusiawi,” tegas Edy.

Menurutnya, kualitas higiene dan sanitasi dapur memiliki korelasi langsung dengan kesehatan jutaan anak sekolah sebagai penerima manfaat utama program MBG.

Oleh karena itu, pemenuhan standar melalui SLHS bukan hanya kewajiban administratif sesuai Permenkes No. 14 Tahun 2021 tentang Standar Usaha Jasa Boga, melainkan tanggung jawab etik dan kesehatan publik.

Meski demikian, Edy menolak pendekatan ekstrem berupa penutupan dapur secara sepihak hanya karena keterlambatan pemenuhan sertifikat.

“Regulasi boleh wajib, tetapi pendekatan tidak boleh semata-mata administratif. Jangan sampai karena surat belum beres, dapur langsung ditutup dalam waktu satu bulan tanpa pendampingan. Itu tidak adil,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa proses penerbitan SLHS sebenarnya relatif cepat, sekitar 1-2 minggu, jika dokumen lengkap dan kondisi lapangan sesuai standar.

Untuk itu, Edy mendorong pemerintah daerah agar memberikan pendampingan teknis intensif dan fasilitasi percepatan, bukan sekadar menjatuhkan sanksi.

“Kebijakan yang bijak adalah membimbing dulu, mempercepat sertifikasi dengan sistematis, dan pengawasan ketat. Penutupan penuh tetap diperlukan, tapi itu harus jadi opsi terakhir, bukan langkah pertama,” tambahnya.

Selain aspek administratif, Edy juga meminta agar pengawasan lapangan dilakukan secara berkelanjutan.

Kontrol mutu makanan, menurutnya, tidak cukup hanya saat sertifikasi, tetapi harus dipastikan setiap hari.

“Saya minta BPOM dan dinas kesehatan dilibatkan dalam kontrol silang. Audit berkala, sidak, hingga pengujian sampel makanan perlu jadi rutinitas. Jangan tunggu ada anak keracunan baru bergerak,” tegasnya.

Edy mengingatkan bahwa program MBG adalah bagian dari pemenuhan hak dasar anak atas pangan bergizi.

Oleh karena itu, penegakan aturan jangan sampai justru menyebabkan anak kehilangan akses gizi.

“Terlalu berisiko jika dapur ditutup begitu saja. Anak-anak bisa kehilangan asupan harian yang penting untuk tumbuh kembangnya. Pelanggaran administratif jangan sampai memicu kerugian kesehatan jangka panjang,” kritik Edy.

Menutup pernyataannya, Edy kembali menegaskan dukungannya terhadap penegakan standar kesehatan dapur MBG dengan pendekatan yang tegas sekaligus membangun kapasitas mitra.

“Saya tidak menolak penegakan aturan. Tapi penegakannya harus proporsional. Negara tidak boleh hanya menagih kepatuhan, tetapi juga wajib hadir untuk membina,” pungkasnya.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cerewet Membawa Berkah

    Cerewet Membawa Berkah

    • calendar_month Sab, 16 Des 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Eka Agustina Novita Sari Banyak orang yang kesel, ketika berhadapan dengan orang yang cerewet. Namun orang cerewet tak selamanya bikin kesal. Buktinya Eka Agustina Novita sari. Berkat kecerewetannya ia malah menemukan bakat terpendamnya, ia menekuni dunia Master Ceremony (MC) berkat polahnya yang cerewet. ”Saya dulu pernah ikut foto-foto jadi model. Saat sesi foto itu saya […]

  • DPRD Pati Berkomitmen Dorong Kemajuan Batik Tulis Bakaran

    DPRD Pati Berkomitmen Dorong Kemajuan Batik Tulis Bakaran

    • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 152
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemajuan potensi batik tulis asli Pati, yaitu Batik Bakaran yang berasal dari Kecamatan Juwana. Batik Bakaran memiliki karakter dan ciri khas tersendiri, baik dari segi motif maupun corak warnanya. Wakil Ketua DPRD Pati, Hardi, menyampaikan bahwa Batik Bakaran sangat khas dan memerlukan […]

  • Selamat! Bupati Kudus Raih Award Akselerasi Penanganan Covid-19

    Selamat! Bupati Kudus Raih Award Akselerasi Penanganan Covid-19

    • calendar_month Sab, 27 Nov 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 101
    • 0Komentar

      Bupati Kudus Hartopo membawa trophy Indonesia Award 2021 atas prestasi akselerasi penanganan Covid-19 KUDUS – Bupati Kudus Hartopo mendapatkan penghargaan kategori Public Health Care, ‘Encouraging Public Participation to Accelarate Pandemic Recovery’. Penghargaan diserahkan dalam acara Indonesia Award 2021 yang digelar di Jakarta Concert Hall, iNews Tower, Jakarta Pusat, Rabu (24/11/2021) malam. “Alhamdulillah, menerima penghargaan […]

  • DPRD Pati Dalami Dugaan Pelanggaran Kebijakan Bupati, Pansus Hak Angket Panggil Dewas RSUD

    DPRD Pati Dalami Dugaan Pelanggaran Kebijakan Bupati, Pansus Hak Angket Panggil Dewas RSUD

    • calendar_month Rab, 3 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 129
    • 0Komentar

    PATI – Suasana ruang Badan Anggaran DPRD Kabupaten Pati kembali memanas pada Rabu (3/9/2025) saat Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket memanggil jajaran Dewan Pengawas (Dewas) RSUD RAA Soewondo Pati. Pemanggilan ini terkait penyelidikan dugaan pelanggaran kebijakan yang dilakukan oleh Bupati Sudewo. Rapat yang berlangsung tegang tersebut diwarnai perdebatan, terutama saat Pansus mendesak Ketua Dewas, Torang […]

  • Anggota DPRD Pati Ingatkan Pentingnya Sinergitas Kepala Desa dan BPD

    Anggota DPRD Pati Ingatkan Pentingnya Sinergitas Kepala Desa dan BPD

    • calendar_month Sel, 29 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 129
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Eko Kuswanto, menekankan pentingnya sinergitas antara Pemerintah Desa (Pemdes) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. “Kinerja BPD sebagai mitra Pemdes harus selalu solid untuk mendukung program pembangunan yang bertujuan mensejahterakan masyarakat,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa komunikasi yang baik dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan […]

  • Anggota DPRD Pati Muntamah Dorong Perempuan Berdaya

    Anggota DPRD Pati Muntamah Dorong Perempuan Berdaya

    • calendar_month Sel, 24 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 106
    • 0Komentar

    PATI – Hj. Muntamah, anggota DPRD Pati dari PKB, menekankan pentingnya pemberdayaan perempuan sebagai kunci untuk mencapai keadilan sosial, kemajuan ekonomi, dan pembangunan berkelanjutan. “Pemberdayaan perempuan adalah proses memberikan daya dan peluang kepada perempuan untuk berpartisipasi penuh dalam semua aspek kehidupan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa hal ini mencakup kesempatan pendidikan, politik, kesetaraan ekonomi, dan partisipasi […]

expand_less