Breaking News
light_mode

Mari Memeluk Masyarakat Petani

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 27 Agu 2021
  • visibility 285

 

Petani sedang memane padi


Oleh : Miftahul Munir*

Seorang bapak mengeluh karena hasil
jerih payahnya di sawah tidak kunjung menggembirakan. Biaya produksinya mahal,
sedangkan harga jual hasil panen jatuh. Bapak itu mengadu, kisah pilu semacam
itu tidak sekali-duakali terjadi. Tidak hanya padi. Hasil pertanian lain
seperti kacang tanah, jagung, hingga ketela juga sering jatuh harga panennya.
Baru-baru ini harga cabai merah juga sempat jeblok hingga membuat petaninya
frustasi. Jangankan dapat untung, balik modal saja tidak.

Cerita di atas berulang kali terdengar.
Oleh pemerintah daerah, hingga nasional sektor pertanian terus
dibangga-banggakan. “Dijual” dimana-mana. Namun belum ada terobosan yang
benar-benar serius untuk mengangkat sektor pertanian untuk menyejahterakan
masyarakatnya.

Indonesia sendiri adalah negara
agraris. Sayangnya kita belum sepenuhnya mampu mengelola anugerah alam yang
luar biasa di negeri ini. Pekerjaan sebagai petani saat ini terbilang memasuki
senjakalanya. Orang-orang tua petani, lebih banyak menjauhkan anak-anak mereka
dari pekerjaan ini, mengingat tingkat kesejahteraan yang buruk. Para orang tua
lebih mendorong anaknya untuk bekerja kantoran atau menjadi buruh pabrik.

Kondisi ini jelas terlihat dari
sensus penduduk tahun 2020, dalam rilis yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik
(BPS), diketahui jumlah penduduk Indonesia sebanyak 270 jiwa. Terjadi penurunan
populasi petani. Masyarakat petani saat ini sebanyak 33 juta jiwa. Jumlah ini
turun drastis dibanding data tahun 2018, dimana masih ada 35 juta petani di
negeri ini. Dari jumlah itu hanya 2,7 juta atau sekitar 8 persen petani muda.
Rentang usia mereka 20-39 tahun.

Berpihak

Pantas saja pekerjaan sebagai
petani ini perlahan mulai ditinggalkan. Di penghujung tahun 2019, seorang
anggota DPRD Kabupaten Pati, Jawa Tengah mengirim pesan. Dia memberi kabar,
komisinya mengusulkan rancangan peraturan daerah (perda) inisiatif tentang
perlindungan petani. “Ini kabar gembira untuk petani. Melindungi
kepentingan mereka dan yang paling utama bisa menyejahterakan masyarakat petani
yang merupakan mayoritas warga Kabupaten Pati,” tulisnya dalam pesan WhatsApp.

Sayangnya raperda tersebut tak
kunjung digarap. Sempat masuk dalam program pembuatan perda (propemperda) pada
tahun 2020, raperda tersebut harus ditunda pembahasannya.

Padahal perlindungan terhadap
petani termasuk kebutuhan mendesak. Apalagi mengingat kabupaten ini berslogan
Bumi Mina Tani. Dengan mayoritas masyarakatnya bergantung pada usaha sektor
pertanian.

Petani seringkali menjadi
“kalah-kalahan”. Menjelang musim tanam petani selalu disulitkan
dengan masalah pupuk. Mulai pupuk langka, harga yang mahal, hingga obat-obatan
lainnya. Celakanya saat musim panen tiba seringkali harga jualnya jatuh.
Jangankan untung, balik modal produksi saja tidak.

Pemerintah sepatutnya perlu hadir
langsung di tengah-tengah masyarakat petani. Memberikan perlindungan dan
kepastian usaha tani. Mulai dari memberi jalan keluar kesulitan pupuk yang tiap
tahun menjadi gejolak, biaya perawatan, pemenuhan sarpras pertanian, hingga
kepastian harga jual yang tetap menguntungkan. Misalnya membuat semacam program
resi gudang atau badan usaha pertanian yang bisa mengelola hasil panen agar
harga jualnya bisa stabil.

Sektor pertanian juga dihadapkan
pada masalah alih fungsi lahan. Sejak beberapa tahun belakangan, sejumlah
investor masuk dan mendirikan sejumlah pabrik. Industrialisasi tentu jangan
sampai mengganggu lahan pertanian produktif.

Karena itu sangat diperlukan
keberpihakan untuk para petani. Terlebih untuk petani-petani kecil di kampung-kampung.
Perlindungan sangat diperlukan. Para wakil rakyat di parlemen baik daerah
hingga nasional perlu memberi keberpihakan lebih kepada mereka. Terlebih bagi
Partai Demokrat yang dengan tegas mengusung slogan “Berkoalisi dengan Rakyat”.

Slogan ini hendaknya menjadi kerja
nyata politikus partai berlambang bintang mercy ini di lapangan. Koalisi dengan
petani (mungkin) adalah harga mati. Bukankah politik itu adalah jalan untuk
menyejahterakan masyarakat? Melalui serangkaian kebijakan-kebijakan yang
diambil dengan lobi-lobi politis dengan mengedepankan asas manfaat untuk
masyarakat luas.

Pertanian Sektor Penting

Dikutip dari Media Indonesia, data dari BPS menyebutkan sektor pertanian menjadi
sektor penyelamat perekonomian nasional karena pertumbuhannya terhadap Produk
Domestik Bruto (PDB) kuartal II 2020 sangat tinggi, di tengah PDB nasional
dan sektor lainya justru turun.

BPS mencatat nilai ekspor produk
pertanian pada April 2020 tumbuh sebesar 12,66% dan nilai ekpor pada Juni
tumbuh tingi sebesar 18,9% dibanding Mei 2020. Capaian positif bahkan
signifikan ini terjadi di tengah lesunya ekspor pada sektor lain.

BPS juga mencatat ekspor pertanian
April 2020 sebesar US$0,28 miliar atau tumbuh 12,66% dibandingkan
periode yang sama pada 2019 (YoY). Selanjutnya, sektor pertanian tetap
mencatatkan kinerja cemerlang dengan menorehkan pertumbuhan paling tinggi
dibanding sektor lainnya pada kuartal II 2020. Pada kuartal II 2020, sektor
pertanian menjadi penyumbang tertinggi pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia
dengan pencapaian 16,24% (q to q) dan secara year on year (y-o-y) sektor
pertanian tetap berkontribusi positif yakni tumbuh 2,19%.  Padahal,
pandemi covid-19 belum juga usai dan sejumlah sektor lain pun masih
cenderung terpuruk di tengah pertumbuhan ekonomi Indonesia turun sampai 4,19%
(q to q) dan 5,32% (y-o-y). Capaian sektor pertanian tersebut ditopang
subsektor tanaman pangan yang tumbuh paling tinggi yakni sebesar 9,23%
(yoy). 

Melihat data dan fakta ini, sebagai
negara agraris, Indonesia mesti jeli melihat peluang ini untuk memaksimalkan
sektor pertanian tanpa meninggalkan aspek kesejahteraan bagi petani kecil di
kampung-kampung itu. Inilah jalan berkoalisi dengan rakyat yang mestinya harus
dipilih. Rajin turun ke lapangan dan dengarkan keluh kesah serta kebutuhan mereka.

*Wartawan
media online Lingkar Muria. Artikel ini diikutkan dalam lomba menulis 2 dekade Partai Demokrat tahun 2021



  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Pati Tekankan Kesiapsiagaan DPUTR Hadapi Bencana 

    Bupati Pati Tekankan Kesiapsiagaan DPUTR Hadapi Bencana 

    • calendar_month Sel, 29 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 346
    • 0Komentar

    PATI  – Bupati Pati, Sudewo, Senin (28/4/2025), memberikan pengarahan kepada seluruh staf Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati di Aula DPUTR. Pengarahan tersebut dihadiri oleh Kepala DPUTR, Riyoso, pejabat struktural, dan seluruh staf DPUTR. Sudewo menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan responsivitas staf DPUTR, terutama dalam menghadapi kondisi darurat seperti banjir atau kerusakan jalan. […]

  • Piala Soeratin Persipa Junior Bantai Safin FC 3 – 0

    Piala Soeratin Persipa Junior Bantai Safin FC 3 – 0

    • calendar_month Sab, 3 Des 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 321
    • 0Komentar

      Para pemain Persipa Pati berfoto bersama sebelum laga Piala Soeratin Jawa Tengah Tim Persipa U-17 berhasil menang dengan skor meyakinkan atas Safin FC 3 – 0, dalam ajang Piala Soeratin Jawa Tengah. Kemenangan di laga perdanan ini bakal memuluskan langkah Persipa untuk melaju lebih jauh. PATI – Persipa Pati U-17 mengawali laga pembuka Piala […]

  • DPRD Pati Prioritaskan Kesejahteraan PKL dalam Raperda Baru

    DPRD Pati Prioritaskan Kesejahteraan PKL dalam Raperda Baru

    • calendar_month Sel, 17 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 379
    • 0Komentar

    PATI – Fokus utama public hearing yang digelar Komisi B DPRD Kabupaten Pati Senin (16/6/2025) adalah Raperda Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima (PKL). Pertemuan yang dihadiri perwakilan PKL, akademisi, Satpol PP, Disdagperin, dan DPUTR ini menghasilkan poin-poin penting terkait perlindungan dan pemberdayaan PKL. Ketua Komisi B, Muslihan, menekankan bahwa Raperda ini bukan hanya sekadar […]

  • Alsintan Modern, Dukung Produktivitas Pertanian

    Alsintan Modern, Dukung Produktivitas Pertanian

    • calendar_month Rab, 3 Apr 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 286
    • 0Komentar

    Imam Suroso bersama para penerima traktor Bentuk keberpihakan kepada wong cilik kembali dilakukan anggota DPR RI Imam Suroso. Senin (1/4/2019) kemarin di RM Saptorenggo Baru, pihaknya menyerahkan bantuan sebanyak 10 unit mesin traktor kepada gabungan kelompok tani (Gapoktan) yang ada di Kabupaten Pati. ”Saya memang ingin selalu memperjuangkan untuk rakyat di Kabupaten Pati. Supaya tetap […]

  • Polresta Pati Inisiasi Deklarasi Damai Bersama PST dan Ojol

    Polresta Pati Inisiasi Deklarasi Damai Bersama PST dan Ojol

    • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 407
    • 0Komentar

    PATI – Sinergi antara masyarakat dan kepolisian terus digalakkan di Kabupaten Pati demi menjaga keamanan dan ketertiban. Deklarasi Kelompok PST (Pati Semua Teman) bersama komunitas ojek online (Ojol) menjadi bukti nyata kolaborasi ini. Acara yang digelar di Mapolsek Pati Kota pada Selasa (21/10/2025) sore, dihadiri oleh berbagai elemen penting, termasuk pejabat kepolisian dan perwakilan komunitas. […]

  • Anggota DPRD Pati: Seleksi Perangkat Desa Harus Bebas dari Kecurangan

    Anggota DPRD Pati: Seleksi Perangkat Desa Harus Bebas dari Kecurangan

    • calendar_month Jum, 25 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 377
    • 0Komentar

    PATI – Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Pati, Narso, angkat bicara terkait polemik pembinaan disertasi Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, yang disebabkan pelanggaran akademik dan etik. Narso mengungkapkan kekhawatirannya terkait lembaga yang digunakan dalam proses tersebut, mengingat lembaga yang sama juga digunakan untuk tes perangkat desa di Kabupaten Pati pada tahun […]

expand_less