Breaking News
light_mode

Cerita Dibalik Logo Hari Santri 2021 Kementerian Agama Republik Indonesia

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kam, 7 Okt 2021
  • visibility 360

Logo Hari Santri 2021 dari Kementerian
Agama terlihat simpel. Namun filosinya cukup dalam. Kreatornya adalah seorang
santri tulen asal Desa Cebolek, Kecamatan Margoyoso. Semalaman dia menggarap
proyek dadakan itu.

PATI – Kementerian
Agama resmi meluncurkan logo peringatan Hari Santri tahun 2021. Adalah M. Shofa
Ulul Azmi, pria kelahiran Pati, 27 Juni 1992 ini yang menciptakan logo
tersebut. Dia adalah santri tulen. Sejak usia dini sampai dewasa dia hanya
mengenyam pendidikan di pesantren. Mulai dari Pati hingga mengembara ke Tuban
dan Salatiga.

Di sebuah ruang tamu
berdinding kayu itu, Sofa duduk khusyuk. Dia mengotak-atik laptop hitamnya di
atas meja. Tampak dia membuka workspace Corel Draw yang menjadi andalannya membuat
desain.

Dia terlihat mengamati
dengan seksama logo hasil karyanya yang dipakai Kementerian Agama untuk
perayaan Hari Santri 2021. Baginya logo itu spesial. Karena selain dikerjakan
secara dadakan, inspirasi logo ini didapatkan saat menunaikan salat Isya’.

“Sekitar pukul 19.30 saya
dijapri Hilal (kreator logo Hari Santri 2020). Dia memberi kabar jika Kemenag
membutuhkan desain logo hari santri. Nah, pada malam itu, kemenag memberikan
deadline besok harus jadi,” kenang Sofa.

Tahun ini tema hari santri dari
kemenag adalah “Santri Siaga Jiwa Raga”. Bagi Sofa kata Jiwa Raga menurutnya
sangat nyentrik. “Lalu tiba-tiba inspirasi itu muncul setelah salatIsya’, bahwa
ketika sholat, kita menyerahkan segenap jiwa raga kita kepada Gusti Allah.
Benar-benar ikhlas, benar-benar pasrah. Sekitar pukul 22.00 jadilah konsep logo
beserta filosofinya tersebut,” jelas Sofa.

Filosofi pertama yang
ditemukan Sofa adalah sujud, lalu kemudian salay. Awalnya hanya dua ini lalu
kemudian yang lain mengalir saja. “Alhamdulillah, pada pukul 02.00, logo sudah
jadi. Filosofi dan kebutuhan presentasi sudah siap. Ada sedikit kolaborasi juga
dengan kang Hilal. Dia sangat banyak membantu persis seperti konsultan,”
imbuhnya.

Lebih lanjut, Sofa
sebenarnya jengkel saat menerima orderan dari Kemenag tersebut karena
deadlinenya mepet. Tapi dirinya mengaku cukup sering mengalami hal seperti itu.
Apalagi di NU Pro, tempat saya bekerja, ritmenya nggak bisa dibikin santai.

“ Tapi mungkin saya harus
berterimakasih kepada kerjaan yang “mendadak” karena meskipun sambat,
tapi skill saya jadi semakin terasah, makin efisien lah,” katanya sambil
nyengir.

Sofa sedang menunjukkan logo hari santri 2021 buatannya yang dipilih oleh Kementerian Agama

Sofa sendiri selama ini
bekerja sebagai visualizer di Nusantara Utama Productions (NU Pro). Sebuah
rumah produksi kreatif yang berbasis di Jakarta. Selain itu hari-harinya juga
disibukkan dengan beraktivitas sebagai tim media di PP Pagar Nusa, AIS
Nusantara, dan tim media Dakwah Langitan.

Pria berjenggot ini mulai
mengenal dunia desain saat nyantri di Ponpes Langitan, mulai dari majalah
sekolah dan majalah pondok. Dia langsung belajar. Praktis Sofa hanya belajar
langsung dari aktivitasnya di kelompok majalah tersebut.(hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Soroti Penutupan Ritel Modern di Lombok Tengah, Edy Wuryanto: Pekerja Jangan Jadi Korban Kebijakan

    Soroti Penutupan Ritel Modern di Lombok Tengah, Edy Wuryanto: Pekerja Jangan Jadi Korban Kebijakan

    • calendar_month Rab, 27 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 99.555
    • 0Komentar

    JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, mengangkat isu penutupan sejumlah gerai ritel modern di Kabupaten Lombok Tengah yang memicu kekhawatiran di kalangan tenaga kerja. Ia menegaskan, persoalan ini tidak bisa hanya dilihat dari sisi penataan usaha atau masalah perizinan daerah semata, melainkan harus memperhitungkan dampak besar yang ditimbulkan bagi para pekerja yang […]

  • Timbulkan Bau Menyengat, Tempat Sampah Dikeluhkan

    Timbulkan Bau Menyengat, Tempat Sampah Dikeluhkan

    • calendar_month Sen, 26 Mar 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 270
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, PATI – Keberadaan tempat pembuangan sampah yang berada di sebelah GOR Pati dan deretan kios buah dikeluhkan. Munculnya keluhan itu lantaran baunya yang menyengat. Terutama saat ada angin berhembus, bau tak sedap langsung terendus. Solikhin, 46, salah seorang warga yang mengeluhkan bau tempat sampah itu mengemukakan, dirinya sudah kerap mencium bau tak sedap […]

  • PMI Pati Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana dan Kekeringan

    PMI Pati Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana dan Kekeringan

    • calendar_month Sel, 18 Feb 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 273
    • 0Komentar

    PATI – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pati menggelar Musyawarah Kerja Kabupaten (Muskerkab) di Aula Markas PMI Pati pada Sabtu (15/2/2025). Acara yang dibuka oleh Ketua PMI Kabupaten Pati, Haryanto, dihadiri oleh pengurus dan perwakilan PMI dari berbagai kecamatan, kecuali PMI Kecamatan Kayen yang berhalangan karena tugas di luar kota. Muskerkab tersebut membahas program kerja […]

  • UIN Sunan Kudus Kirim 1.960 Mahasiswa untuk KKN di 132 Desa Kabupaten Kudus

    UIN Sunan Kudus Kirim 1.960 Mahasiswa untuk KKN di 132 Desa Kabupaten Kudus

    • calendar_month Kam, 31 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 355
    • 0Komentar

    KUDUS – Sebanyak 1.960 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus resmi dilepas untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2025. Pelepasan yang berlangsung khidmat di Lapangan Utama belakang Rektorat UIN Sunan Kudus pada Rabu (30/7/2025), dihadiri oleh para pimpinan universitas, dosen pembimbing lapangan (DPL), dan panitia KKN 2025. Wakil Rektor I UIN Sunan […]

  • Komisi B DPRD Pati Soroti Keberlangsungan Sektor Garam Rakyat yang Butuh Perhatian Khusus

    Komisi B DPRD Pati Soroti Keberlangsungan Sektor Garam Rakyat yang Butuh Perhatian Khusus

    • calendar_month Ming, 17 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 99.074
    • 0Komentar

    PATI – Wilayah Bumi Mina Tani atau Kabupaten Pati telah lama dikenal sebagai salah satu sentra penghasil garam terbesar di Provinsi Jawa Tengah, yang turut menyumbang pasokan kebutuhan garam bagi skala nasional. Besarnya potensi alam dan produktivitas ini dinilai harus dibarengi dengan dukungan maksimal dari pemerintah daerah, utamanya dalam hal pemenuhan dan penguatan infrastruktur yang […]

  • Jalan Rusak di Pati Diperbaiki, Warga Sambut Antusias

    Jalan Rusak di Pati Diperbaiki, Warga Sambut Antusias

    • calendar_month Rab, 14 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 325
    • 0Komentar

    PATI – Jalan Winong-Gabus, yang sebelumnya dikenal rusak parah dan kerap dikeluhkan warga, kini telah diperbaiki. Perbaikan jalan ini merupakan bagian dari program revitalisasi jalan di Kabupaten Pati yang dicanangkan Bupati Pati, Sudewo, sejak dilantik Februari lalu. Perbaikan ini disambut antusias oleh warga sekitar. Ngusman, warga Mintorahayu Kecamatan Winong, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya […]

expand_less