Breaking News
light_mode

Wajib Dibaca!!! Tips Punya Rumah Sendiri Tanpa Hutang ke Bank

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 24 Jan 2022
  • visibility 285

 

ilustrasi rumah sederhana

Harga rumah yang berkisardi
atas Rp 100 juta, membuat siapapun pasti akan geleng-geleng kepala. Terutama
bagi pasangan muda yang ingin memiliki rumah sendiri. Dengan gaji upah minimum,
hampir mustahil bisa menabung untuk membangun atau membeli rumah sendiri.

Lalu bagaimana agar dengan
penghasilan sekitar Rp 3 jutaan kita bisa membeli rumah sendiri atau membangun
rumah sendiri. Inilah sedikit tips atau cara agar punya rumah sendiri tanpa
hutang bank. Tips nya antara lain adalah :

1.  Menabung

Menabung di sini bukan
menabung dalam bentuk uang, menabung uang itu tidak untung, karena setiap tahun
akan mengalami penurunan nilai. Tapi menabunglah di toko bahan bangunan.
Caranya bagaimana ?

Misalnya gaji anda Rp 3
juta, sisihkanlah setiap bulan 1,5 juta. Uang itu bawa ke took material bahan
bangunan terdekat dan terpercaya. Sampaikan kepada pemilik toko, uang yang kamu
bawa itu belikanlah misalnya semen. 
Katakanlah uang yang kamu bawa bisa untuk membeli 10 sak semen.

Akan tetapi semen itu
titipkan di toko tersebut, dan katakan kepada pemilik toko bahwa semen itu akan
kamu ambil misalnya 3 tahun lagi. Di sini kedua belah pihak akan sama-sama
diuntungkan. Pembeli bisa menabung bahan bangunan, sebab setiap tahun harga
bahan bangunan ini selalu naik. Pemilik toko juga untung karena mendapat
semacam suntikan modal berupa uang tunai.

Cara ini akan membantu anda
untuk merencanakan membangun rumah, karena misalnya anda tetapkan target tiga
tahun, otomatis ongkos pembangunan rumah hanya menyisakan biaya tukang saja.
Beberapa toko bangunan sudah paham dengan konsep nabung semacam ini.

2.  Gotong-Royong dengan Teman

Cara ini hampir sama dengan
cara pertama, yaitu menabung bahan bangunan. Bedanya ini dilakukan antar teman.
Sistemnya mirip seperti orang nyumbang untuk hajatan pernikahan. Namun dalam
gotong-royong pembangunan rumah ini bukan memberi uang tunai, melainkan
memberikan sejumlah bahan bangunan.

Misalnya begini, si A akan
membangun rumah. Si A punya 5 orang teman dekat dengan usia yang sama,
katakanlah mereka satu angkatan saat sekolah. Dalam tradisi orang desa saat
tetangga, saudara atau teman mau membuat rumah mereka pasti akan nyumbang.
Entah dalam bentuk uang, atau beras.

Karena ini program
gotong-royong, si A bersama 5 temannya ini sepakat untuk saling membantu dalam
membuat rumah, caranya dengan nyumbang bahan bangunan itu. Nanti suatu saat
Ketika si B yang akan membuat rumah, nyumbang dengan bahan bangunan juga
dilakukan. Program ini harus menjadi kesepakatan bersama.

Sama dengan menabung di
toko bangunan, car aini akan sedikit meringankan biaya pembangunan rumah.
Khususnya bagi anak-anak muda dengan penghasilan upah minimum.

Cara menabung rumah seperti
ini tidak dianjurkan kepada orang-orang seperti youtuber Atta Halilintar atau
artis kondang Raffi Ahmad. Sebab uang mereka tak da habis-habisnya.

Untuk diketahui pembaca,
dikutip dari Kompas.com dengan judul artikel “Waduh… Harga Bahan
Bangunan Terus Melambung!”, harga sejumlah produk bahan bangunan seperti
cat, keramik, dan saniter, maupun semen, naik rata-rata sebesar 10 persen.
(yan)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komisi B DPRD Pati Usulkan Anggaran Khusus Dukung Petani Milenial

    Komisi B DPRD Pati Usulkan Anggaran Khusus Dukung Petani Milenial

    • calendar_month Ming, 19 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.658
    • 0Komentar

    PATI – Upaya untuk memberdayakan generasi muda di sektor pertanian terus didorong. Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati kini mengajukan usulan anggaran kegiatan kepada Dinas Pertanian setempat, khususnya untuk program pelatihan dan pendampingan petani milenial. Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, menegaskan komitmen pihaknya untuk memperkuat peran petani milenial. Menurutnya, regenerasi […]

  • Dari Keling, Kenikmatan Citarasa Kopi Mempercantik Citra Diri

    Dari Keling, Kenikmatan Citarasa Kopi Mempercantik Citra Diri

    • calendar_month Ming, 18 Agu 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 270
    • 0Komentar

    Kopi Tempur salah satu primadona kopi di Kota Jepara  Pamor Kecamatan Keling tak lagi identik sebagai kecamatan “pinggiran” apalagi terbelakang, di wilayah Kota Ukir Jepara. Keling setidaknya telah berani unjuk gigi. Berusaha mempercantik citra diri. Festival kopi dan kuliner yang digelar 15-17 Agustus 2019 di Terminal Sambungoyot, Desa Kelet menjadi bukti arah berbenah di kecamatan […]

  • Lewat Program MBG, Read Aloud Kudus Ajak Anak Gemar Membaca dan Berkreasi

    Lewat Program MBG, Read Aloud Kudus Ajak Anak Gemar Membaca dan Berkreasi

    • calendar_month Sab, 4 Jul 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 100.685
    • 0Komentar

    KUDUS – Ruang Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kudus tampak penuh semangat saat diisi oleh anak-anak yang mengikuti kegiatan MBG (Membaca, Berkarya, Gembira) yang digagas oleh komunitas Read Aloud Kudus. Program ini dirancang khusus untuk menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan, sekaligus menumbuhkan minat baca, daya kreativitas, dan rasa percaya diri anak-anak sejak usia dini. Ketua Read Aloud […]

  • Tetap Anggun Mesti Nunggang Motor Laki

    Tetap Anggun Mesti Nunggang Motor Laki

    • calendar_month Sab, 27 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 283
    • 0Komentar

    Rengganis Kristina Dewi Kesan tomboy tak ditemukan sedikitpun pada sosok Rengganis Kristina Dewi. Meski sering nunggang motor laki, perempuan kelahiran Pati, 19 Februari 2000 ini tetap tampak anggun pembawaannya. Hal ini nampak dari sederet prestasi yang berhasil direngkuh perempuan yang akrab disapa Ganis ini. Sederet prestasi itu diantaranya, menjadi Juara 1 Catwalk Proklamasi Indonesia Award […]

  • Bupati Pati Serahkan SK PPPK Paruh Waktu kepada 3.523 Tenaga Non-ASN

    Bupati Pati Serahkan SK PPPK Paruh Waktu kepada 3.523 Tenaga Non-ASN

    • calendar_month Sel, 16 Des 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.285
    • 0Komentar

    PATI — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati melaksanakan penyerahan Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu kepada tenaga non-ASN yang telah mengabdikan diri di berbagai sektor pelayanan publik. Penyerahan SK dilakukan oleh Bupati Pati, Sudewo, di Alun-Alun Pati pada hari Selasa (16/12/2025). Sudewo menjelaskan bahwa kebijakan PPPK Paruh Waktu merupakan bagian dari […]

  • Sering Banjir Bandang, Wakil Ketua DPRD Pati Hardi Dorong Adanya Embung

    Sering Banjir Bandang, Wakil Ketua DPRD Pati Hardi Dorong Adanya Embung

    • calendar_month Sel, 29 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 922
    • 0Komentar

    PATI – Banjir bandang kembali melanda wilayah selatan Kabupaten Pati pada Jumat (25/10/2024), merendam puluhan rumah di tiga desa. Menanggapi kejadian ini, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pati, Hardi, mendesak perlunya pembangunan embung untuk meminimalisir dampak banjir. “Jadi harus dibuat embung di daerah Sinomwidodo, karena itu untuk meminimalisir air dari curah hujan yang tinggi,” ujarnya. […]

expand_less