Breaking News
light_mode

Dukungan Habib Luthfi untuk Ratu Kalinyamat Jadi Pahlawan Nasional

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 6 Feb 2022
  • visibility 238

 

Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan mendukung penuh pengusulan Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional

Pengusulan Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional mendapat perhatian luas. Ulama kharismatik yang juga anggota Wantimpres Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan termasuk yang ikut mendorong agar perempuan yang dikenal gagah berani dalam mengusir penjajah ini diakui oleh pemerintah atas perannya tersebut.

JEPARA – Usul
pengajuan Retna Kencana atau Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional mendapat
dukungan dari sejumlah kalangan. Gelar bagi penguasa Jepara abad ke-16 itu
dinilai pantas, karena berjasa dalam menjaga keamanan bangsa dari gangguan
ancaman kekuatan asing kala itu.

Dikutip dari jepara.go.id,
seluruh pemuka agama dan tokoh masyarakat Jepara sepakat menyuarakan usulan
gelar Pahlawan Nasional bagi Ratu Kalinyamat. Upaya ini dilakukan dengan
penandatanganan dukungan di sebuah spanduk, bertempat di Pendopo R.A. Kartini,
Sabtu (5/2/2022).

Peluncuran dukungan itu
ditandai penyerahan buku laporan hasil penelitian empiris Ratu Kalinyamat
sebagai pahlawan nasional. Kemudian dilanjutkan dengan tabuhan rebana, oleh
anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Muhammad Luthfi bin Yahya,
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat, Bupati Jepara Dian Kristiandi, dan Wakil
Ketua DPRD Jepara Pratikno. Semua prosesi tersebut terkemas dalam kegiatan
Silaturahmi “Kebhinekaan”.

Habib Luthfi menyatakan,
bahwa dirinya sangat mendukung Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional. Sebab
terdapat nilai-nilai sejarah bangsa yang dapat menjadi pembelajaran, khususnya
bagi para generasi penerus untuk menjawab tantangan umat dan tantangan bangsa.
Sehingga tercipta fondasi kuat dalam upaya cinta bangsa, tanah air, serta
nasionalisme.

“Saya sangat mengdukung
sekali untuk diangkat kembali Ratu Kalinyamat menjadi pahlawan Indonesia,”
ujarnya.

Habib Luthfi lantas
mengajak agar semua pihak terus menjaga sekaligus melestarikan aspek
kesejarahan. Terlebih sudah ada banyaknya bukti-bukti sejarah yang dimiliki,
tentang sebuah kehebatan bangsa Indonesia pada abad itu dengan strategi sistem
pertahanan maritimnya.

“Jadi sudah begitu
hebatnya, tinggal kita mau ‘nguri-uri’ sejarah sebagai contoh untuk kita semua
meningkatkan ‘handarbeni’, meningkatkan nasionalisme Indonesia,” tandas anggota
Watimpres. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wangi Sabun Ampas Kopi, Hilangkan Kantung Mata sampai Angkat Sel Kulit Mati

    Wangi Sabun Ampas Kopi, Hilangkan Kantung Mata sampai Angkat Sel Kulit Mati

    • calendar_month Ming, 17 Feb 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Tim KKN Undip di Desa Sidomulyo Kecamatan Gunungwungkal PATI – Ada-ada saja akal para mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Semarang ini. Mereka membuat terobosan dengan memanfaatkan ampas kopi sebagai bahan utama, untuk membuat sabun, tentunya dengan bahan-bahan campuran lain. Salah satu Tim KKN Undip, Wulanda Asseptia menjelaskan, temuan sabun kopi itu berawal dari usaha memaksimalkan potensi […]

  • Tim Persijap Jepara.

    Peluang Persijap Jepara Bertahan di Liga 2 Hanya 50 Persen

    • calendar_month Kam, 4 Jan 2024
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 264
    • 0Komentar

    Peluang Persijap Jepara untuk bertahan di Liga 2 hanya 50 persen saja, butuh semangat dan kerja keras untuk menang.

  • Selamat Jalan Syabda, Calon Bintang Terang Tunggal Putra yang Berpulang

    Selamat Jalan Syabda, Calon Bintang Terang Tunggal Putra yang Berpulang

    • calendar_month Sel, 21 Mar 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 259
    • 0Komentar

      Syabda Perkasa Belawa pemain bulutangkis tunggal putra/ Instagram  Kabar duka menyelimuti insan bulutangkis nasional. Atlet muda bernama Syabda Perkasa Belawa berpulang di usianya yang masih amat muda karena terlibat kecelakaan tol Pemalang- Batang, (20/3/2023) subuh. Syabda pemain tunggal putra kelahiran Jakarta, 25 Agustus 2001.  Pemain tunggal putra ini merupakan anggota pelatnas. Saat ini menduduki […]

  • Menyemai Semangat Literasi Anak-Anak di Desa Kaliputu, Sinergi Mahasiswa Psikologi UMK dan Sanggar Tari RASTI

    Menyemai Semangat Literasi Anak-Anak di Desa Kaliputu, Sinergi Mahasiswa Psikologi UMK dan Sanggar Tari RASTI

    • calendar_month Sen, 4 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 98.546
    • 0Komentar

    KUDUS – Suasana Sanggar Tari RASTI Desa Kaliputu Kecamatan Kota Kudus, tampak berbeda dari biasanya. Jika pertemuan mingguan biasanya diisi dengan latihan menari, hari ini anak-anak tampak antusias mengikuti rangkaian permainan literasi, Jumat (1/5/2026). Sejumlah mahasiswa jurusan psikologi Universitas Muria Kudus tengah menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Pohon Literasi”. Program ini dirancang untuk menumbuhkan semangat […]

  • DPRD Pati Desak Penanganan Tuntas Kasus Dugaan Pelecehan di Pesantren Ndholo Kusumo

    DPRD Pati Desak Penanganan Tuntas Kasus Dugaan Pelecehan di Pesantren Ndholo Kusumo

    • calendar_month Sel, 5 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 98.575
    • 0Komentar

    PATI – Kasus pelecehan seksual yang dialami oleh puluhan santriwati di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, menjadi sorotan serius dari kalangan legislatif. Perkara yang melibatkan oknum pengasuh ini dinilai krusial karena sebagian besar korban masih berusia anak-anak, sehingga proses hukum harus berjalan cepat, terbuka dan tuntas. Anggota DPRD Kabupaten Pati, Muntamah, menegaskan bahwa […]

  • Mengakrabi Muria dari Karya Seni Rupa

    Mengakrabi Muria dari Karya Seni Rupa

    • calendar_month Sel, 21 Mei 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 242
    • 0Komentar

    satuharapan.com Pegunungan Muria dan kota-kota yang melingkarinya berunjuk gigi, melalui tangan-tangan lembut para seniman perupa. Ada sepuluh perupa dari tiga kota yang berada tepat di kaki Pegunungan Muria. Jepara, Pati, dan Kudus. Mereka tergabung dalam kelompok yang bernama Songolikur Art Project. Mereka menggelar pameran karya bertajuk “Dari Titi Muria” di Tembi Rumah Budaya, Yogjakarta. Pameran […]

expand_less