Breaking News
light_mode

Haryanto : BUMD Sehat Akhir Pemerintahan Tanpa Hutang

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 30 Mar 2022
  • visibility 297

Bupati Pati Haryanto


Kondisi pemerintahan daerah Pati selama dua periode Bupati Haryanto cukup baik. Salah satu indikatornya adalah kondisi badan usaha milik daerah yang sehat, dan tanpa meninggalkan hutang.

PATI – Bupati Haryanto bersyukur selama dua periode kepemimpinannya tidak sampai meninggalkan utang daerah. Bahkan bisa “mewariskan” Bada Usaha Milik Daerah (BUMD) yang sehat dan berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara rutin.

Untuk diketahui Haryanto akan mengakhiri jabatannya sebagai Bupati Pati pada 22 Agustus 2022 mendatang.

“Saya cukup berbangga, saat nanti purnatugas, saya tidak meninggalkan utang (daerah). Ini harus dicatat,” kata dia dalam forum Musyarawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) 2023 di Pendopo Kabupaten Pati, Selasa (29/3/2022).

Haryanto menyebut, pada tahun pertama dan kedua ia menjabat sebagai bupati, pihaknya pernah mendapat penawaran utang dari Kementerian Keuangan dan Bank Jateng untuk pembangunan infrastruktur.

“Setelah paparan, saya hitung-hitung, daripada infrastruktur bagus tapi jadi beban yang melibatkan semua unsur, akhirnya saya tidak ambil (penawaran utang itu). Saya termasuk orang yang takut berurusan dengan utang,” ungkap dia.

Haryanto mengatakan, ia justru lebih fokus untuk membenahi BUMD yang ada.

“Perusahaan milik daerah in syaa Allah berikan dividen semua. Sekalipun sebelumnya susah payah,” kata dia.

BUMD Baik

Ia memberi contoh, BPR BKK Pati yang sebelumnya selalu merugi selama belasan tahun, setelah pihaknya melakukan pembenahan akhirnya kondisi berangsur membaik. BPR BKK Pati berhasil mencatatkan laba pada 2018 dan bisa membagikan dividen.

“Kemudian PDAM Tirta Bening dulu terpuruk. Saya (Pemda) ambil alih pada 2016 (sebelumnya dikelola pihak ketiga-red.). Akhirnya sekarang Perumda Air Minum Tirta Bening sudah berikan dividen. Tiap tahun tak kurang dari Rp 2-3 miliar,” paparnya.

Kondisi tak jauh berbeda, lanjut Haryanto, juga terjadi di Perumda Aneka Usaha.

“Kuncinya, jangan sampai perusahaan daerah dipakai untuk sapi perahan kepala daerah. Saya tidak pernah berlaku semacam itu.  Boleh dicek, diaudit. Ini clear, tidak ada masalah. Tidak ada utang, BUMD sehat semua, kita patut bersyukur. Kita patut bersyukur. Di akhir masa tugas, saya bisa sajikan yang terbaik,” pungkasnya. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Persijap Jepara Ditahan Imbang, Tiket Promosi ke Liga 1 Makin Berat

    Persijap Jepara Ditahan Imbang, Tiket Promosi ke Liga 1 Makin Berat

    • calendar_month Kam, 13 Feb 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 351
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Persijap Jepara gagal meraih kemenangan di laga kandang melawan Bhayangkara Presisi Indonesia FC pada lanjutan babak 8 besar Liga 2 di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara, Selasa (12/2/2025). Pertandingan berakhir imbang 0-0. Hasil ini memastikan Bhayangkara Presisi Indonesia FC promosi ke Liga 1 musim depan, sementara Persijap harus berjuang lebih keras untuk […]

  • Edy Wuryanto Minta Pemerintah Respons Kasus “Super Flu” Secara Terukur Tanpa Panik

    Edy Wuryanto Minta Pemerintah Respons Kasus “Super Flu” Secara Terukur Tanpa Panik

    • calendar_month Rab, 7 Jan 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.630
    • 0Komentar

    JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto meminta agar pemerintah memberikan tanggapan yang terukur dan berbasis sistem terhadap kasus “super flu” yang muncul di Indonesia, dengan tetap menjaga agar tidak memicu kepanikan di kalangan masyarakat. Yang disebut sebagai super flu dan tengah menjadi perbincangan adalah influenza A (H3N2) subclade K, sebuah varian baru […]

  • DPRD Pati Prioritaskan Kesejahteraan PKL dalam Raperda Baru

    DPRD Pati Prioritaskan Kesejahteraan PKL dalam Raperda Baru

    • calendar_month Sel, 17 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 378
    • 0Komentar

    PATI – Fokus utama public hearing yang digelar Komisi B DPRD Kabupaten Pati Senin (16/6/2025) adalah Raperda Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima (PKL). Pertemuan yang dihadiri perwakilan PKL, akademisi, Satpol PP, Disdagperin, dan DPUTR ini menghasilkan poin-poin penting terkait perlindungan dan pemberdayaan PKL. Ketua Komisi B, Muslihan, menekankan bahwa Raperda ini bukan hanya sekadar […]

  • Jalan Akses ke Wisata Gunungrowo dan Gunungsari Rusak Bikin Ban Bocor

    Jalan Akses ke Wisata Gunungrowo dan Gunungsari Rusak Bikin Ban Bocor

    • calendar_month Kam, 9 Feb 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 385
    • 0Komentar

    Jalan rusak Desa Lahar Kecamatan Tlogowungu Pati Sebagian besar jalan di Kabupaten Pati rusak. Seperti di jalan penghubung Desa Lahar dan Sumbermulyo Kecamatan Tlogowungu, Pati. Jalan yang menjadi akses ke tempat wisata ini rusak parah dan sering mengakibatkan ban bocor. PATI – Jalan penghubung antara Desa Lahar dan Sumbermulyo, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, rusak parah.  […]

  • DPRD Pati Apresiasi Tradisi Sedekah Bumi Sebagai Wadah Pelestarian Kesenian Daerah

    DPRD Pati Apresiasi Tradisi Sedekah Bumi Sebagai Wadah Pelestarian Kesenian Daerah

    • calendar_month Rab, 29 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 230
    • 0Komentar

    PATI – Masuknya Bulan Apit dalam sistem penanggalan Jawa menjadi momen tersendiri bagi masyarakat di berbagai desa di Kabupaten Pati untuk melaksanakan tradisi sedekah bumi. Kegiatan yang telah dijalankan turun-temurun ini ternyata tidak sekadar ritual adat, melainkan juga berperan penting sebagai sarana menjaga dan melestarikan kekayaan seni budaya daerah. Berdasarkan catatan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan […]

  • Efektif Pecah Pertahanan Lawan, Persijap Andalkan Skema Bola Mati   

    Efektif Pecah Pertahanan Lawan, Persijap Andalkan Skema Bola Mati  

    • calendar_month Sab, 4 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 4.145
    • 0Komentar

    JEPARA – Strategi bola mati atau set pieces tampaknya menjadi kunci utama yang terus diasah oleh pelatih Persijap Jepara, Mario Lemos, demi memecah kebuntuan lini serang dan mencetak gol. Hal ini terbukti efektif karena sejumlah gol penting tim Laskar Kalinyamat lahir dari situasi tersebut. Seperti pada laga pekan ke-25 saat Persijap Jepara berhasil menahan imbang […]

expand_less