Breaking News
light_mode

Seniman Pati Menuntut Bisa Pentas “Normal” Lagi

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 13 Apr 2022
  • visibility 90
Sebuah adegan dalam pentas ketoprak Pati beberapa waktu yang lalu/ @kusumaryanadi


Para seniman ingin kembali pentas secara normal. Apalagi menjelang “musim panen” kesenian tradisional pada bulan Syawal, Apit, dan Besar. Pentas terbuka sangat diharapkan para seniman agar kehidupan mereka bisa bangkit lagi setelah dua tahun terpuruk akibat pandemi Covid-19. 

PATI – Para seniman sangat berharap Bupati Pati mengizinkan pementasan terbuka. Hal itu menjadi pokok bahasan dalam pertemuan sejumlah seniman di Pendopo Kemiri, Desa Sarirejo, Kecamatan Pati, Selasa (12/4/2022). Para seniman pertunjukan dari berbagai jenis kesenian ini berembuk untuk mencari solusi atas belum diperbolehkannya pementasan terbuka oleh pemerintah daerah.

“Rekan-rekan seniman Pati cuma berharap diberi kesempatan pentas setidaknya Syawal ini. Karena seniman Pati ‘masa panennya’ itu Syawal-Apit (Dzulqa’dah)-Besar (Dzulhijjah), Saya sangat berharap kebijaksaan Bupati Pati,” terang Wibowo Asmoro, seorang dalang di Kota Pati.

Para seniman tradisional biasanya dipentaskan saat momen haul dan sedekah bumi. Ia mengatakan, terkait hal ini pihaknya akan berupaya melakukan pendekatan persuasif dengan bupati.

Berdasarkan Instruksi Bupati (Inbup) Pati terbaru yang terbit 5 April lalu, lanjut Wibowo, pementasan kesenian hanya dibolehkan di dalam gedung.

Itu pun jumlah penonton dibatasi 50 persen dari kapasitas gedung. Durasi pertunjukan juga dibatasi hanya dua jam. Menurut Wibowo, kebijakan tersebut belum memadai untuk menghidupkan kembali perekonomian para seniman.

“Ini sangat memberatkan seniman yang sudah hampir tiga tahun tidak bisa bekerja,” bebernya.

Berdasarkan perundingan yang telah dilakukan, para seniman bersepakat untuk mengirimkan surat pada Bupati Pati Haryanto. Surat tersebut dimaksudkan sebagai pendekatan persuasif pada bupati agar mengeluarkan kebijakan yang bisa membantu seniman.

“Teman-teman seniman mohon petunjuk dari bupati, langkah apa, kebijakan apa yang bisa diberikan untuk kami agar bisa bekerja kembali. Diharapkan paling tidak Syawal sudah boleh. Maka kami kejar waktu untuk mengirimkan surat pada bupati, mohon kelonggaran, kebijakan, dan petunjuk,” ucap Wibowo.

Ia menyebut, di beberapa kabupaten tetangga, sudah ada kelonggaran untuk para seniman.

“Ada beberapa kota/kabupaten yang sudah ada kelonggaran, mungkin karena ada otonomi daerah, kebijakan dikembalikan ke daerah masing-masing. Di Blora sudah ada pentas, Rembang, Boyolali, Purwodadi, Jepara, Kudus juga sudah. Yang kami pertanyakan kenapa Pati belum. Itu pertanyaan klasik dari pelaku seni di Pati,” ungkap dia.

Selama “puasa manggung”, lanjut Wibowo, banyak seniman yang jadi “pedagang dadakan”.

“Sepeda motor dijual, apapun yang ada di rumah dijual untuk menyambung hidup. Sebab mayoritas tidak punya pekerjaan sampingan,” imbuhnya.

Senada, Mogol, seniman ketoprak, mengatakan bahwa belum diperbolehkannya pementasan terbuka membuat kondisi perekonomian para pekerja seni di Pati kian memburuk.

“Kondisi seniman saat ini hancur lebur, ‘modar sak klenger-klengere’. Sudah dua tahun lebih kami tidak bisa beraktivitas,” ujar dia.

Ia juga menilai kebijakan izin pentas dalam gedung dengan durasi dan penonton terbatas sama sekali belum bisa menghidupi seniman.

“Maka, kami akan coba bertemu bupati. Belum tau kapan, tapi secepatnya. Pertama untuk meminta kebijakan. Kedua, kalau memang seniman punya salah, kami coba mencari celah salahnya apa, ini berkaitan dengan (hubungan) anak kalih bapak (anak dengan bapak),” pungkasnya. (yan)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Malam Berpendar Cahaya di Lautan Pulau Panjang (2)

    Malam Berpendar Cahaya di Lautan Pulau Panjang (2)

    • calendar_month Rab, 10 Apr 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Saya kira malam hari di Pulau Panjang, hanya bisa menikmati gelap saja. Anggapan saya salah. Malam hari keindahan lain menyuguhi liburan kami. Malam tak gelap-gelap amat. Meskipun bintang tiada bertebaran di angkasa. Lepas azan isya saya dan teman-teman sempat dibuat repot. Saat sedang asyik menyiapkan makan malam, angin berhembus kencang. Sayup-sayup terdengar gemuruh di langit. […]

  • Jalan Pulau Seprapat Ambles, Anggota DPRD Pati Mukit Minta Perbaikan Cepat

    Jalan Pulau Seprapat Ambles, Anggota DPRD Pati Mukit Minta Perbaikan Cepat

    • calendar_month Sel, 10 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 112
    • 0Komentar

    PATI – Jalan menuju Pulau Seprapat atau kolam tambat Juwana, Kabupaten Pati, mengalami ambles. Kondisi jalan yang miring ke arah Sungai Juwana ini membuat akses menuju pulau tersebut terputus. Kerusakan jalan mencapai puluhan meter dan membuat jalan dermaga ditutup sementara untuk menghindari kecelakaan. Mukit, anggota DPRD Pati dari Fraksi Demokrat yang berasal dari Juwana, mendesak […]

  • Alfiat kembali menjadi pelatih Persiku Kudus di Liga 2 musim 2025/26.

    Alfiat Resmi Tangani Persiku Kudus untuk Liga 2 Musim 2025/2026

    • calendar_month Ming, 15 Jun 2025
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 129
    • 0Komentar

    KUDUS – Persiku Kudus resmi menunjuk Alfiat sebagai pelatih kepala untuk mengarungi kompetisi Liga 2 musim 2025/2026. Penunjukan ini menjadi awal dari langkah baru Laskar Macan Muria dalam menyusun kekuatan tim. Disebutkan Alfiat bahkan sudah mulai memimpin sesi seleksi perdana yang digelar di Stadion Wergu Wetan, Kudus, pada Minggu (15/6/2025). Dalam seleksi tersebut, ia tampak […]

  • Pati Miliki Wisata Taman Sehat Lhoo, Kini Mulai Banyak Dikunjungi

    Pati Miliki Wisata Taman Sehat Lhoo, Kini Mulai Banyak Dikunjungi

    • calendar_month Sen, 26 Mar 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 100
    • 0Komentar

     Lingkar Muria, PATI – Wisata edukasi taman sehat yang dikelola Komunitas Pangan Sehat (KPS) mulai menarik minat pengunjung. Terlebih setelah selesai dilakukan perbaikan beberapa waktu lalu. Lokasi taman sehat yang berada di Desa Kedungbulus, Kecamatan Gembong ini terlihat ramai beberapa waktu yang lalu. Beberapa komunitas nampak berkunjung ke tempat yang menawarkan wisata bernuansa mendidik ini. Salah […]

  • Dari Pintu ke Pintu, Relawan Jokowi Pati Bidik Kemenangan 80 Persen

    Dari Pintu ke Pintu, Relawan Jokowi Pati Bidik Kemenangan 80 Persen

    • calendar_month Sel, 12 Mar 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Para relawan berfoto usai deklarasi kemenangan pasanagan capres 01  Matahari bersinar terik. Deru ratusan sepeda motor ikut memekikkan telinga. Berduyun-duyun ratusan orang memadati Gedung Haji di Jalan Panglima Sudirman Desa Sukoharjo Kecamatan Margorejo, Minggu (10/3/2019). Orang-orang itu adalah relawan yang hendak menyatakan diri kemenangan untuk pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Sebagai kandang banteng, Kabupaten Pati sangat percaya […]

  • Anggota DPRD Pati Muslihan : Optimalkan Dana Desa untuk Penanganan Stunting

    Anggota DPRD Pati Muslihan : Optimalkan Dana Desa untuk Penanganan Stunting

    • calendar_month Jum, 27 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 123
    • 0Komentar

    PATI – Muslihan, anggota DPRD Pati, menyerukan agar Dana Desa (DD) dimaksimalkan untuk menekan angka stunting di desa. Menurutnya, penanganan stunting harus menjadi prioritas utama dalam penggunaan DD pada tahun 2024. Muslihan menekankan pentingnya penggunaan DD untuk program-program yang berfokus pada peningkatan gizi anak dan kesehatan ibu. “Dana Desa memiliki potensi besar untuk memberdayakan masyarakat […]

expand_less