Breaking News
light_mode

Persipa Pati Terancam jadi Tim Musafir

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 24 Apr 2022
  • visibility 309
Tim verifikator PSSI ditemani oleh Ketum Persipa Pati Joni Kurnianto

Pemerintah sempat mengklaim lapangan Stadion Joyokusumo sudah berstandar FIFA. Namun nyatanya stadion ini terancam tidak memenuhi syarat untuk menggelar pertandingan Liga 2 sesuai regulasi yang dikeluarkan PSSI.

PATI – Apa yang dikhawatirkan oleh para suporter Persipa Pati agaknya bakal menjadi kenyataan. Verifikator stadion dari PSSI memberikan banyak catatan untuk perbaikan infrastruktur Stadion Joyokusumo untuk bisa menggelar pertandingan Liga 2. Sertifikat FIFA soal rumput sintetis yang digunakan juga dipertanyakan.

Dalam video yang dirilis di fanspage facebook Persipa Pati pada Sabtu, (23/4/2022), Tim verifikator PSSI yang dipimpin oleh Head of Infrastructure, Safety and Security PSSI Adi Nugroho membeberkan banyak hal tentang kekurangan yang harus diperbaiki.

Penyenggaraan Liga 2 itu dari aspek infrastruktur utamanya adalah stadion harus memenuhi kreteria sesuai dengan regulasi stadion PSSI. 

“Kriteri-kriteria itu harus terpenuhi mulai dari lapangannya, dimensinya cukup atau tidak. Rumpunya boleh itu natural ataupun rumput sintetis. Nah untuk rumput sintetis juga harus memiliki sertifikat yang dikeluarkan oleh FIFA. Dan jenisnya pun juga harus yang terakreditasi dari pabrik yang ditunjuk,” ungkapnya.

Intinya, lanjutnya pihaknya masih menunggu sertifikat yang dikeluarkan oleh kontraktor rumput karena jenis rumput itu katanya standar FIFA. Jadi tentu ada asal usulnya dari mana dan pengetesannya dari mana. 

“Kami menunggu sertifikat itu seperti juga yang dikeluarkan oleh stadion-stadion sintetis ataupun lapangan sintetis yang ada di Indonesia dan diseluruh dunia. Karena itu ada semua dan terdaftar,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Persipa Pati Joni Kurnianto menambahkan. Dirinya sangat berterimakasih karena tim dari PSSI sudah datang ke Pati untuk langsung memverifikasi stadion Joyokusumo Pati. 

“Dan memang kenyataanya seperti itu, kami tadi juga ketemu dari Disporapar dan DPUPR yang mana disampaikan langsung oleh Pak Adi dari PSSI bahwa pihaknya butuh sertifikat FIFA yang asli. Agar bisa dicek itu memang betul-betul sesuai,” imbuhnya.

Karena tadi saat dilakukan pengetesan dengan bola, pantulannya itu tingginya lebih dari 60-80cm. Jadi tingkat pantulannya terlalu tinggi dan dilihat rumputnya juga tidak terlalu berdiri dan itu ada standar tertentu yang dipunyai oleh tim verifikator dari PSSI. 

“Jadi nanti kita beri masukan ke DPUPR dan DISPORA Kabupaten Pati supaya meminta kontraktor untuk segera memenuhi standart dari sertifikat itu,” pungkasnya

Kerugian besar

Jika sampai tidak bisa bertanding di Stadion Joyokusumo tentu hal ini menjadi kerugian besar bagi Persipa Pati. Sebab tidak bisa tampil di kandang sendiri. Musim 2022-2023 mendatang diperkirakan kompetisi akan berjalan normal dengan sistem kompetisi penuh home-away. 

Selain itu masyarakat Pati yang sangat merindukan mendukung langsung di stadion harus kecewa. Tidak bisa bermain di kandang sendiri juga merupakan sebuah kerugian dalam hal finansial karena ongkos yang dikeluarkan akan lebih besar ketika bermain di luar kota Pati.

Selain itu yang sangat disayangkan adalah anggaran yang sia-sia, sebab Stadion Joyokusumo dalam dua tahunan ini terus ditata. Bermiliar-miliar uang APBD menguap karena renovasi dilakukan tidak tepat manfaat. Sayang sekali. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gandrung Sastra Sukses Gelar Pementasan Monolog dan Bedah Buku “Jabrik”

    Gandrung Sastra Sukses Gelar Pementasan Monolog dan Bedah Buku “Jabrik”

    • calendar_month Sen, 16 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 339
    • 0Komentar

    KUDUS – Rumah Khalwat Balai Budaya Rejosari (RKBBR) Kudus menjadi saksi bisu sebuah perpaduan unik antara sastra dan pertunjukan. Gandrung Sastra, komunitas sastra dari Margoyoso, Pati, sukses menggelar pementasan monolog dan bedah buku “Jabrik” karya Arif Khilwa, pada Sabtu lalu, 14 Juni 2025. Acara ini bukan hanya sekadar pementasan, melainkan sebuah pernyataan berani yang menyatukan […]

  • Bulog Pati Beli Gabah Petani Sesuai HPP, Jaga Stabilitas Harga dan Stok Pangan

    Bulog Pati Beli Gabah Petani Sesuai HPP, Jaga Stabilitas Harga dan Stok Pangan

    • calendar_month Sel, 11 Feb 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 749
    • 0Komentar

    PATI – Perum Bulog Kantor Cabang Pati aktif melakukan pengecekan lahan persawahan yang siap panen dan langsung melakukan pembelian gabah beras petani. Hal ini sesuai dengan Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 15 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Tata Cara Pengadaan Gabah Kering Panen dan Beras untuk Cadangan Beras Pemerintah. Pemimpin Cabang Bulog Pati, Nur […]

  • DPRD Pati Dorong Anak Muda Tingkatkan Kreativitas di Tengah Persaingan Kerja yang Ketat

    DPRD Pati Dorong Anak Muda Tingkatkan Kreativitas di Tengah Persaingan Kerja yang Ketat

    • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 290
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati memberikan dorongan kepada anak muda untuk lebih meningkatkan kreativitas mereka. Hal ini mengingat dunia kerja saat ini semakin sulit dan persaingan yang sangat ketat. Anggota DPRD Kabupaten Pati, Endah Sri Wahyuningati, menekankan pentingnya peningkatan keterampilan sejak di bangku sekolah maupun perguruan tinggi. Menurutnya, anak muda memiliki […]

  • MBG di Brebes Bermasalah, Edy Wuryanto Desak Standar Keamanan Pangan Diperketat

    MBG di Brebes Bermasalah, Edy Wuryanto Desak Standar Keamanan Pangan Diperketat

    • calendar_month Rab, 17 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 243
    • 0Komentar

    BREBES – Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, dari Fraksi PDI Perjuangan, mengecam keras polemik yang muncul akibat surat pernyataan kontroversial dari MTs Negeri 2 Brebes terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Surat tersebut menuai reaksi negatif karena dianggap memberatkan orang tua siswa, dengan adanya klausul yang membebaskan sekolah dari tanggung jawab jika terjadi […]

  • Pemkab Pati Gelontorkan Rp982 Juta untuk Revitalisasi Halaman Pasar Puri

    Pemkab Pati Gelontorkan Rp982 Juta untuk Revitalisasi Halaman Pasar Puri

    • calendar_month Kam, 13 Nov 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 796
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati mempercepat pembenahan kawasan Pasar Puri dengan merevitalisasi halaman dan area parkirnya. Proyek senilai Rp982 juta ini ditargetkan tuntas sebelum Natal dan Tahun Baru, tepatnya pada 8 Desember 2025. Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Pati, Arif Wahyudi, mengonfirmasi bahwa proses pengerjaan telah dimulai setelah […]

  • 80 Titik Jalan Rusak di Kabupaten Pati Akan Dibenahi Tahun 2026, 15 Diantaranya Jadi Prioritas Utama

    80 Titik Jalan Rusak di Kabupaten Pati Akan Dibenahi Tahun 2026, 15 Diantaranya Jadi Prioritas Utama

    • calendar_month Sen, 16 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.287
    • 0Komentar

    PATI – Sebanyak 80 titik jalan rusak di Kabupaten Pati akan mendapatkan perbaikan pada tahun anggaran 2026 mendatang. Pekerjaan ini akan ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Bidang Bina Marga. Sebanyak 15 titik di antara total jalan yang akan diperbaiki ditetapkan sebagai prioritas utama. Hal ini dikarenakan jalan-jalan tersebut merupakan akses vital […]

expand_less