Breaking News
light_mode

Tradisi Warisan Leluhur: Lomban Kupatan Sebagai Bentuk Syukur Nelayan di Pati

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sab, 20 Apr 2024
  • visibility 353

PATI – Sebuah tradisi warisan leluhur yang melibatkan penyerahan sesaji berupa kepala, kaki, dan ekor kerbau telah dilakukan di Desa Sambiroto, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Indonesia. Sesaji tersebut diarak mengelilingi desa sebelum akhirnya dilarung ke muara Sungai Tayu, Jumat (19/4/2024).

Sesaji ditata di atas miniatur perahu dan diarak dalam sebuah parade yang diiringi oleh musik drumband dan pertunjukan kesenian barongan. Parade ini berangkat dari kantor desa dan berakhir di TPI Sambiroto.

Setelah doa-doa dipanjatkan, sesaji kemudian dinaikkan ke perahu nelayan dan dilarung ke muara Sungai Tayu untuk kemudian dilarung ke muara, yakni laut utara Pulau Jawa.

Tidak hanya kerbau, sesaji berupa kepala, kaki, dan ekor kambing serta ayam putih mulus juga dilarung ke hilir sungai. Ribuan warga berkerumun di sepanjang rute parade untuk menyaksikan ritual ini.

Menurut Kepala Desa Sambiroto, Sulistiono, ritual ini adalah bagian utama dari tradisi Lomban Kupatan yang telah dilaksanakan sejak tahun 1950-an.

“Yang mengawali tradisi ini ialah leluhur kami yang bernama Pak Wedono. Dulu, setiap sepekan setelah lebaran, beliau dan penggawanya selalu lomban (menaiki perahu di sepanjang sungai),” kata dia.

Lomban ini disertai dengan penyembelihan kerbau yang kemudian dilarung sebagai bentuk rasa syukur. Kebiasaan Wedono tersebut kemudian menjadi tradisi yang dilestarikan masyarakat setempat hingga kini.

“Yang dilarung bukan hanya kepala kerbau. Kalau kepala kerbau khusus untuk di muara sungai. Ada sesaji lain yang diletakkan di hilir sungai, yakni kepala, kaki, dan ekor kambing. Ada pula ayam putih mulus,” jelasnya.

Tradisi ini juga bertujuan untuk tolak bala, atau mencegah musibah, bagi masyarakat Desa Sambiroto yang sebagian besar adalah nelayan. Mereka percaya bahwa ritual ini dapat melindungi mereka dari musibah saat bekerja di laut.

Seorang warga, Kholistiono, mengungkapkan kegembiraannya dapat menyaksikan dan ikut serta dalam tradisi Lomban Kupatan ini. Dia juga menambahkan bahwa ini adalah kali pertamanya naik perahu hingga ke muara untuk melihat langsung proses pelarungan sesaji.

“Ini tradisi setahun sekali setelah lebaran. Baru pertama kali saya ikut naik perahu sampai muara,” ucapnya.

Kholistiono menekankan bahwa sebagai warga, mereka mendukung kegiatan ini. Menurutnya, ini adalah tradisi warisan leluhur yang harus dihargai dan dipertahankan.

Editor: Fatwa

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polda Jateng Usut Kasus Intimidasi Warga ke Satpol PP Saat Penertiban PPKM

    Polda Jateng Usut Kasus Intimidasi Warga ke Satpol PP Saat Penertiban PPKM

    • calendar_month Rab, 7 Jul 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 290
    • 0Komentar

      Kabid Humas Polda Jateng Kombes M. Iqbal Al-Qudusy Dugaan intimidasi warga terhadap Satpol PP diselidiki lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Dugaan intimidasi ini terjadi saat penerapan PPKM darurat. SURAKARTA – Polda Jawa Tengah menyatakan tengah mengusut kasus dugaan intimidasi warga terhadap Satpol PP saat melakukan peneriban PPKM Darurat di Pasar Klitikan, Notoharjo, Solo, pada […]

  • Keterlaluan Maling di Magelang Curi Belasan Tabung Oksigen di RSUD Muntilan

    Keterlaluan Maling di Magelang Curi Belasan Tabung Oksigen di RSUD Muntilan

    • calendar_month Jum, 3 Des 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 270
    • 0Komentar

    Polres Magelang mengamankan pencuri belasan tabung oksigen milik RSUD Muntilan Di tengah masa pandemi Covid-19 keberadaan tabung oksigen sangat vital. Sayangnya masih ada oknum nakal. Seorang sopir penyedia jasa oksigen bukannya memberikan layanan yang baik malah mencuri belasan tabung oksigen milik RSUD Muntilan. Beruntung polisi cepat mengungkapkan kasus ini. MAGELANG– Kurang dari 24 jam Unitreskrim […]

  • Hampir Masuk Musim Penghujan, DPRD Pati Minta Pemkab Beri Perhatian ke Sektor Pertanian

    Hampir Masuk Musim Penghujan, DPRD Pati Minta Pemkab Beri Perhatian ke Sektor Pertanian

    • calendar_month Jum, 27 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 827
    • 0Komentar

    PATI – Menjelang datangnya musim penghujan, anggota DPRD Pati, Warsiti, mendesak Pemerintah Kabupaten Pati untuk meningkatkan perhatian terhadap sektor pertanian. Hal ini disampaikan Warsiti mengingat pentingnya peran sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian masyarakat di Kabupaten Pati. “Biasanya, saat musim penghujan tiba, para petani akan memulai penanaman di lahan pertanian,” ujar dia. “Pemerintah harus siap […]

  • Akhlak dan Perubahan Peradaban Pasca Pandemi

    Akhlak dan Perubahan Peradaban Pasca Pandemi

    • calendar_month Ming, 22 Mei 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 430
    • 0Komentar

    Ngaji budaya Suluk Maleman Akhirnya setelah 26 bulan digelar secara live streaming, Ngaji NgAllah Suluk Maleman akhirnya bisa kembali digelar secara tatap muka. Hal itu bisa dilakukan setelah kasus Covid-19 kian melandai, sehingga pembatasan kegiatan yang merupakan dampak pandemi juga dilonggarkan. Dalam pengajian yang diselenggarakan pada Sabtu (21/5/2022) tersebut , Anis Sholeh Ba’asyin mengingatkan tentang […]

  • DPRD Pati Minta Sekolah Hentikan Praktik Penjualan LKS yang Bebani Orang Tua

    DPRD Pati Minta Sekolah Hentikan Praktik Penjualan LKS yang Bebani Orang Tua

    • calendar_month Sel, 10 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.028
    • 0Komentar

    PATI – Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati Yoga Dermawan mengajak seluruh sekolah negeri untuk tidak menjual buku Lembaran Kerja Siswa (LKS) kepada peserta didik. Ia telah mengajukan permintaan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Pati agar memberikan klarifikasi resmi terkait larangan praktik ini di setiap satuan pendidikan. Yoga menyampaikan bahwa pihaknya secara berkala menerima laporan serta […]

  • Jangan Golput di Pilkada 2024 : Anggota DPRD Pati Ingatkan Warga Jangan Buta Politik

    Jangan Golput di Pilkada 2024 : Anggota DPRD Pati Ingatkan Warga Jangan Buta Politik

    • calendar_month Sen, 7 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 247
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati, Narso, menyerukan kepada seluruh warga untuk aktif berpartisipasi dalam Pilkada 2024. Pilkada Pati tahun ini akan digelar pada 27 November mendatang dan diikuti oleh 3 pasang kandidat. Narso menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menentukan pemimpin daerah yang berkualitas. “Suara masyarakat akan menentukan arah kebijakan dan masa depan daerah untuk lima […]

expand_less