Breaking News
light_mode

Perkenalkan Buah Unggulan Belimbing Jingga Asal Welahan Jepara

  • account_circle Abdul Adhim
  • calendar_month Sel, 17 Okt 2023
  • visibility 237

JEPARA, LINGKARMURIA.COM – Selain dikenal sebagai kota ukir, Jepara juga dikenal memiliki buah unggulan. Selain buah durian Petruk yang sangat terkenal, Jepara juga punya buah unggulan lagi yaitu belimbing jingga.

Buah belimbing jingga ini masih jarang diketahui oleh masyarakat. Karena itu pemerintah daerah Jepara berupaya menghidupkan popularitas buah unggulan belimbing jingga.

Upaya yang dilakukan melalui Festival belimbing jingga diharapkan nantinya dapat mengangkat nama belimbing jingga di masyarakat Jepara.

Hal itu diungkapkan Asisten I Sekda Jepara Ratib Zaini saat mewakili Pj. Bupati Jepara Edy Supriyanta dalam pembukaan Festival Belimbing Jingga di kompleks Perpustakaan R.A. Kartini RT 3 RW 4, Desa Ketilengsingolelo, Kecamatan Welahan, Minggu (15/10/2023).

Ratib Zaini mengapresiasi atas digelarnya festival belimbing jingga, menurutnya acara tersebut bisa mengenalkan ke masyarakat Jepara bahwa belimbing jingga salah satu ikon buah khas jepara selain durian.

“Blimbing jingga juga bisa mengangkat perekonomian petani, mengingat kualitas rasa belimbing jingga lebih enak dibandingkan dengan belimbing pada umumnya dan harga jual relatif tinggi dikisaran 25 ribu sampai 30 ribu per kilogram,” ungkapnya.

Buah belimbing jingga nampak segar.

Sementara itu, penggagas festival belimbing jingga yang sekaligus pendiri Perpustakaan RA. Kartini Edi Mustofa menjelaskan, belimbing jingga, merupakan salah satu ikon buah unggulan yang harus selalu diupayakan untuk dilestarikan.

Sebab, saat ini jumlah pohonnya mulai berkurang karena minimnya minat membudidayakan.

“Saat ini, pohon belimbing jingga hanya tersisa sekitar 500-an batang saja. Tersebar di tiga desa di Kecamatan Welahan, meliputi Desa Ketilengsingolelo, Gedangan, dan Welahan,” kata Edi.

Edi mengungkapkan, Belimbing Jingga Jepara memiliki tampilan warna jingga kekuning-kuningan seperti kunyit. Ukuran buahnya sedang, tidak terlalu besar atau kecil. Miliki rasa lebih manis dibanding jenis belimbing lain, itu karena proses panen hanya boleh dilakukan saat buah matang.

“Jadi harus matang, sudah 40 hari ke atas baru boleh diambil,” ungkap Edi.

Edi Musthofa berharap, dengan adanya festival tersebut nantinya tumbuh keberpihakan, serta kepedulian bersama untuk menanam lagi sehingga belimbimbing jingga dapat dikenal lagi dimasyarakat luas.

Penulis: Arif
Editor : Adhim

  • Penulis: Abdul Adhim

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menteri Lingkungan Hidup : Kudus Masuk Kategori Kota Kotor 

    Menteri Lingkungan Hidup : Kudus Masuk Kategori Kota Kotor 

    • calendar_month Jum, 26 Des 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.425
    • 0Komentar

    KUDUS – Penilaian terhadap kebersihan sebuah daerah bukan sekadar soal estetika, melainkan cerminan dari keseriusan pemerintah dan masyarakat dalam mengelola lingkungan. Itulah yang kini menjadi perhatian di Kabupaten Kudus. Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, secara terbuka menyebut Kudus masih masuk dalam kategori kota kotor karena belum mampu memenuhi standar penilaian yang ditetapkan pemerintah pusat. […]

  • KPU Pati Umumkan Hasil Pilkada 2024: Sudewo-Risma sebagai Bupati dan Wakil Bupati Terpilih

    KPU Pati Umumkan Hasil Pilkada 2024: Sudewo-Risma sebagai Bupati dan Wakil Bupati Terpilih

    • calendar_month Jum, 10 Jan 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 248
    • 0Komentar

    PATI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pati menetapkan pasangan Sudewo dan Risma Ardhi Chandra sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pati terpilih untuk periode 2025-2030. Penetapan tersebut diumumkan secara resmi oleh Ketua KPU Pati, Supriyanto, pada Kamis (9/1/2025) di Hotel New Merdeka, Jalan Diponegoro No.69, Kecamatan Pati. Surat penetapan bernomor 30/PL.02.7-BA/3318/2/2025 tersebut menyatakan pasangan calon […]

  • Desa Akan Tetap kelola Temuan Bangunan di Punden Mbah Gamirah

    Desa Akan Tetap kelola Temuan Bangunan di Punden Mbah Gamirah

    • calendar_month Ming, 25 Nov 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Seorang warga sedang berada di tengah temuan bangunan di Dukuh Cacah Desa Sukoharjo Kabupaten Pati yang kini telah ditembok keliling PATI – Balai Arkeologi Yogyakarta yang meneliti temuan warga, berupa struktur bangunan dari batu bata di Punden Dukuh Cacah Desa Sukoharjo sudah menyimpulkan temuan itu bukan bangunan makam. Meskipun begitu, pihak desa mengaku tetap meneruskan […]

  • DPRD Pati Imbau Masyarakat Bijak Saring Informasi di Media Sosial

    DPRD Pati Imbau Masyarakat Bijak Saring Informasi di Media Sosial

    • calendar_month Sab, 25 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 98.332
    • 0Komentar

    PATI – Di tengah derasnya arus informasi yang beredar setiap hari, terutama melalui berbagai platform media sosial, keberadaan berita bohong atau hoaks masih menjadi masalah krusial yang perlu diwaspadai. Informasi yang tidak akurat dan menyesatkan ini dikhawatirkan akan mudah diterima begitu saja oleh masyarakat, yang pada akhirnya menimbulkan dampak merugikan. Fenomena tersebut mendapat sorotan dari […]

  • Anggota Komisi D DPRD Pati Tanggapi Keluhan Menu MBG di SMP 1 Tayu

    Anggota Komisi D DPRD Pati Tanggapi Keluhan Menu MBG di SMP 1 Tayu

    • calendar_month Rab, 4 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 2.773
    • 0Komentar

    PATI – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pati kembali menjadi perhatian publik. Kali ini, muncul keluhan terkait menu yang diterima siswa di SMP 1 Tayu yang dinilai tidak sesuai untuk dikonsumsi, yang kemudian mendapatkan tanggapan dari Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati berasal dari Fraksi PDIP, Yoga Dermawan. Menurut Yoga, hal tersebut sangat […]

  • Olah Vokal Lima Menit Sehari

    Olah Vokal Lima Menit Sehari

    • calendar_month Sel, 2 Apr 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Eka Fitri Suryani MEMASUKI semester akhir, Eka Fitri Suryani tidak merasa terganggu dengan rutinitasnya di dunia hiburan. Selain fokus menyelesaikan tugas akhir, ia juga tetap salurkan bakatnya di luar aktivitasnya sebagai mahasiswi. Gadis kelahiran, Jepara,  10 Maret 1995 ini mulai menggeluti dunia entertaining sejak 2013 lalu. Mulai jadi pembawa acara resmi, pernikahan, ulang tahun, gathering, […]

expand_less