Breaking News
light_mode

Perkenalkan Buah Unggulan Belimbing Jingga Asal Welahan Jepara

  • account_circle Abdul Adhim
  • calendar_month Sel, 17 Okt 2023
  • visibility 281

JEPARA, LINGKARMURIA.COM – Selain dikenal sebagai kota ukir, Jepara juga dikenal memiliki buah unggulan. Selain buah durian Petruk yang sangat terkenal, Jepara juga punya buah unggulan lagi yaitu belimbing jingga.

Buah belimbing jingga ini masih jarang diketahui oleh masyarakat. Karena itu pemerintah daerah Jepara berupaya menghidupkan popularitas buah unggulan belimbing jingga.

Upaya yang dilakukan melalui Festival belimbing jingga diharapkan nantinya dapat mengangkat nama belimbing jingga di masyarakat Jepara.

Hal itu diungkapkan Asisten I Sekda Jepara Ratib Zaini saat mewakili Pj. Bupati Jepara Edy Supriyanta dalam pembukaan Festival Belimbing Jingga di kompleks Perpustakaan R.A. Kartini RT 3 RW 4, Desa Ketilengsingolelo, Kecamatan Welahan, Minggu (15/10/2023).

Ratib Zaini mengapresiasi atas digelarnya festival belimbing jingga, menurutnya acara tersebut bisa mengenalkan ke masyarakat Jepara bahwa belimbing jingga salah satu ikon buah khas jepara selain durian.

“Blimbing jingga juga bisa mengangkat perekonomian petani, mengingat kualitas rasa belimbing jingga lebih enak dibandingkan dengan belimbing pada umumnya dan harga jual relatif tinggi dikisaran 25 ribu sampai 30 ribu per kilogram,” ungkapnya.

Buah belimbing jingga nampak segar.

Sementara itu, penggagas festival belimbing jingga yang sekaligus pendiri Perpustakaan RA. Kartini Edi Mustofa menjelaskan, belimbing jingga, merupakan salah satu ikon buah unggulan yang harus selalu diupayakan untuk dilestarikan.

Sebab, saat ini jumlah pohonnya mulai berkurang karena minimnya minat membudidayakan.

“Saat ini, pohon belimbing jingga hanya tersisa sekitar 500-an batang saja. Tersebar di tiga desa di Kecamatan Welahan, meliputi Desa Ketilengsingolelo, Gedangan, dan Welahan,” kata Edi.

Edi mengungkapkan, Belimbing Jingga Jepara memiliki tampilan warna jingga kekuning-kuningan seperti kunyit. Ukuran buahnya sedang, tidak terlalu besar atau kecil. Miliki rasa lebih manis dibanding jenis belimbing lain, itu karena proses panen hanya boleh dilakukan saat buah matang.

“Jadi harus matang, sudah 40 hari ke atas baru boleh diambil,” ungkap Edi.

Edi Musthofa berharap, dengan adanya festival tersebut nantinya tumbuh keberpihakan, serta kepedulian bersama untuk menanam lagi sehingga belimbimbing jingga dapat dikenal lagi dimasyarakat luas.

Penulis: Arif
Editor : Adhim

  • Penulis: Abdul Adhim

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tampil di Peparprov Kontingen Pati Bidik Tiga Medali

    Tampil di Peparprov Kontingen Pati Bidik Tiga Medali

    • calendar_month Sel, 13 Nov 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 247
    • 0Komentar

    PATI– Kontingen Kabupaten Pati yang bakal berlaga di Pekan Olahraga Paralympic Provinsi (Peparprov) Jawa Tengah di Surakarta, dilepas oleh Wakil Bupati Saiful Arifin di Ruang Joyokusumo. Total ada 22 peserta yang terdiri dari 9 atlet, 4 official, 4 pelatih, dan 4 pengurus kontingen yang berangkat menuju Surakarta untuk mengikuti kejuaraan olahraga bagi para penyandang disabilitas […]

  • Komisi B DPRD Pati Apresiasi Rencana Pembangunan Pabrik Ikan

    Komisi B DPRD Pati Apresiasi Rencana Pembangunan Pabrik Ikan

    • calendar_month Jum, 13 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 276
    • 0Komentar

    PATI – Rencana pembangunan pabrik perikanan di Kabupaten Pati mendapat sambutan positif dari Sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Mukit. Pemerintah daerah tengah menjalin kerjasama dengan investor strategis, termasuk PT Sinar Mas Group dan investor dari Jakarta, untuk mewujudkan proyek ini. Dalam rapat koordinasi yang dipimpin Bupati Sudewo pada 11 Juni 2025, terungkap rencana pembangunan […]

  • DPRD Pati Beri Catatan Penting Penyusunan RPJMD 2025-2029

    DPRD Pati Beri Catatan Penting Penyusunan RPJMD 2025-2029

    • calendar_month Sel, 22 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 293
    • 0Komentar

    PATI — DPRD Kabupaten Pati memberikan catatan penting terkait penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pati tahun 2025-2029. Beberapa poin krusial yang perlu mendapat perhatian adalah isu strategis lingkungan, khususnya pelestarian Kawasan Kendeng. Pelestarian kawasan ini dinilai penting karena dampaknya langsung terhadap ekosistem dan kehidupan masyarakat sekitar. Catatan lain menyoroti kinerja anggaran dan […]

  • Enam Nasehat Hidup dari Mbah Maimun Zubair

    Enam Nasehat Hidup dari Mbah Maimun Zubair

    • calendar_month Ming, 26 Agu 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 248
    • 0Komentar

    SUMBER : ARRAHMAH Dalam mengarungi kehidupan, ada berbagai tantangan. Untuk melewati tantangan, perlu sebuah persiapan serta bekal. Salah satunya adalah dengan bekal dari para guru dan kiai. Melalui nasehat-nasehat bijaknya, terkadang bahkan sering kali manfaatnya bisa kita rasakan betul. Berikut rangkuman enam nasehat kehidupan dari KH Maimun Zubair. Pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar Sarang. Salah […]

  • DPRD Pati Dengar Aspirasi Cabor, Dorong Penguatan Pembinaan Atlet

    DPRD Pati Dengar Aspirasi Cabor, Dorong Penguatan Pembinaan Atlet

    • calendar_month Ming, 22 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 277
    • 0Komentar

    PATI – Komisi D DPRD Kabupaten Pati menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan KONI dan 50 pengurus cabang olahraga (cabor) di Kabupaten Pati, Jumat (20/6/2025). RDP ini bertujuan untuk menampung aspirasi, kendala, dan kebutuhan dunia olahraga di Pati. Hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Dinporapar Rekso Suhartono, Ketua KONI Kabupaten Pati Sutarto Oenthersa, dan para pengurus […]

  • Membedah Kearifan Lokal untuk Menjaga Lingkungan Muria

    Membedah Kearifan Lokal untuk Menjaga Lingkungan Muria

    • calendar_month Sel, 24 Jan 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Diskusi Tapangeli di Kampung Budaya Piji Wetan Kudus Acara Riset Folklore Muria Diskusi Tapangeli di Kampung Budaya Piji Wetan Kudus digelar, sebagai bentuk keresahan terhadap kondisi lingkungan sekitar. Khususnya di wilayah Pegunungan Muria. Salah satunya adalah mendorong kearifan lokal masyarakat sekitar menjadi ujung tombak kelestarian alam. KUDUS – Bicara soal menjaga lingkungan, masyarakat sudah sepatutnya […]

expand_less