Breaking News
light_mode

Melihat Pentas Tujuh Purnama dan Rukti Lakuna

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 3 Sep 2023
  • visibility 202
Penampilan Rukti Lakuna di Desa Jimbaran Kayen Pati 

Puncak pertunjukan Rukti Lakuna dari Teater Mina Tani berlangsung di halaman Sendang Simbar Dodo pada Sabtu (2/9/2023) malam. Sendang yang berada Desa Jimbaran, Kecamatan Kayen penampilan penutup Rukti Lakuna yang sudah berkeliling dari berbagai tempat. 

PATI – Di bawah rimbun tiga pohon beringin yang ada di sendang tersebut, tampak dihiasi lampu penerang layaknya panggung. Sejumlah pemuda kemudian berkumpul, dan menunjukkan sejumlah karyanya. 

Malam itu ada tujuh penampil. Teater Minatani membuka pra acara dengan menghadirkan pentas berjudul Angkara dan dimainkan oleh Angga, Tata dan Abel serta disutradarai Arif Khilwa.

Kemudian ada juga pentas tari berjudul Manembah yang dibawakan Nurul dan Ningrum, perform berjudul “Dibelenggu” dari Nosferatu. Pembacaan puisi “Manah Jimbar” dari Apip, Rifky dan Nuwanda, Musik Kampung Gagego Gabus, tari “Bang Bintulu” dari Sanggar Kayun, musik kolaborasi Aristya Kuver dan Nursyam serta pembacaan puisi dari Bocah Angon  yang dibawakan Angga Saputra.

Rukti Lakuna menjadi sajian utama Teater Minatani yang dibawakan oleh Siwigustin dan Ellisa. Malam itu, juga menjadi purnama ketujuh sekaligus puncak dari pertunjukkan Rukti Lakuna. Mereka dibantu Rumah Merdeka dalam penyelenggaraan titik ketujuh tersebut.

Pertunjukkan Rukti Lakuna memang menjadi karya terbaru dari Teater Minatani yang juga ditampilkan di tujuh titik tempat bertepatan dengan tujuh purnama. Pentas pertama digelar di Pendopo Kemiri, pentas kedua di halaman belakang sanggar Teater TigakomA Universitas Muria Kudus (UMK).

Titik Akhir

Pentas ketiga dihadirkan di halaman rumah Aloeth Pati, Kecamatan Margoyoso. Titik keempat dihadirkan di kolam rumah Mbah Munawar, Desa Sokopuluhan, Kecamatan Pucakwangi. Titik kelima di pantai Empu Rancak, Jepara. Titik keenam di lapangan Ndalem Prawito, Kecamatan Juwana. Sementara titik akhirnya di sendang Simbar Dodo, Kecamatan Kayen.

“Ini menjadi laku perjalanan kami. Selain laku dalam berkarya, juga menjadi bentuk bersilaturahmi ke saudara pegiat seni yang ada di sejumlah daerah di Pati, Kudus, dan Jepara,” ujar Siwigustin, Ketua Teater Minatani Pati.

Perempuan yang juga menjadi aktor Rukti Lakuna menyebut, proses tersebut juga menjadi momen belajar akan konsep baru bagi Teater Minatani. Dimana menjadikan gerak dan rasa sebagai dasar utama bukan bertumpu pada teks.

“Rukti Lakuna memiliki arti Merawat Kekosongan. Jiwa yang begitu luas dan dalam tentu memiliki dimensi dan peristiwanya masing-masing. Rukti Lakuna menyerap narasi, membagikannya dengan sulur gerak, rasa dan kata,”imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Siwi juga menyebutkan terimakasihnya pada semua pihak yang telah berkenan membantu dalam perjalanan tujuh purnama tersebut. Keguyub-rukunan dalam membangun ruang kesenian itu juga menjadi salah satu harapan utama digelarnya Rukti Lakuna. (ftw)

Editor : Arif

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Persijap Jepara ditahan imbang PSCS Cilacap 0-0 di Stadion GBK Jepara.

    Tak Pernah Menang Persijap Jepara Nyaman di Dasar Klasemen

    • calendar_month Ming, 1 Okt 2023
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Persijap Jepara ditahan imbang PSCS Cilacap 0-0 di Stadion GBK Jepara. Hasil ini membuat Laskar Kalinyamat berada di dasar klasemen Pegadian Liga 2 grup 3.

  • Kapolda Jateng Ingatkan Masyarakat Pati untuk Tidak Main Hakim Sendiri

    Kapolda Jateng Ingatkan Masyarakat Pati untuk Tidak Main Hakim Sendiri

    • calendar_month Jum, 21 Jun 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 193
    • 0Komentar

    PATI – Masyarakat harus menghormati proses hukum dan tidak boleh melakukan tindakan sewenang-wenang terhadap pelaku kejahatan atau individu yang diduga melanggar hukum. Hal ini disampaikan dengan tegas oleh Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi saat mengunjungi Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati pada Kamis (20/6/2024) siang. Dalam kesempatan tersebut, Kapolda beserta jajaran memberikan penyuluhan dan edukasi hukum […]

  • Jelang Pilgub PKS Panaskan Mesin, Dukung Penuh Dirman-Ida

    Jelang Pilgub PKS Panaskan Mesin, Dukung Penuh Dirman-Ida

    • calendar_month Sab, 3 Mar 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 217
    • 0Komentar

    DILANTIK : Tim pemenangan untuk pasangan Sudirman Said dan Ida Fauziyah dikukuhkan di Rumah Khidmat berbarengan dengan agenda Rakerda DPD PKS Kabupaten Pati sore kemarin. Lingkar Muria, PATI – Jelang pemilihan gubernur (pilgub) Jawa Tengah pada pertengahan tahun mendatang, DPD PKS Kabupaten Pati turut memanaskan mesin partai untuk memenangkan pasangan nomor urut dua Sudirman Said […]

  • Bisa Belajar Sabar

    Bisa Belajar Sabar

    • calendar_month Sab, 3 Mar 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Nasta Helmia Putri Kesukaan pada dunia kecantikan, membuat Nasta Helmia Putri mantap memilih jurusan kecantikan kulit. Hal itu diperkuat dengan dorongan dari kedua orang tuanya. Hingga akhirnya, Tata sapaan akrab gadis berambut hitam lurus itu, benar-benar mantap berlabuh di jurusan tata kecantikan SMKN 3 Pati. Selain bisa belajar soal kecantikan, gadis kelahiran Jepara, 16 Februari […]

  • Arti Penting Empat Pemain Asing Asal Brasil di Persijap Jepara 

    Arti Penting Empat Pemain Asing Asal Brasil di Persijap Jepara 

    • calendar_month Ming, 6 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 188
    • 0Komentar

    JEPARA – Persijap Jepara memasuki Liga 1 musim 2025/2026 dengan semangat baru. Salah satu strategi yang cukup mencolok adalah kehadiran empat pemain asing asal Brasil yang menghuni seluruh lini permainan—sebuah komposisi yang jarang ditemui di klub-klub Liga 1. Diketahui selain empat pemain asing asal Brasil, Persijap Jepara sudah mengontrak dua pemain asing asal benua Afrika. […]

  • Betah Mondok karena Berfaedah

    Betah Mondok karena Berfaedah

    • calendar_month Sab, 10 Nov 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Siti Nilna Munaliza tak seperti kebanyakan anak muda zaman now yang gemar kebebasan dunia luar. Gadis kelahiran Pati, 7 Desember 1999 ini malah suka sekali dengan dunia pondok pesantren. Bahkan kehidupannya banyak dihabiskan untuk ngaji di pondok pesantren. Padahal, Nilna sempat berhenti tak nyantri di pondok pesantren saat mulai kuliah di IAIN Kudus. Namun saat memutuskan […]

expand_less