Breaking News
light_mode

Pengabdian dan Mimpi Santri untuk Indonesia 2025

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kam, 11 Jan 2018
  • visibility 2.061



Misbahul Munir saat di London Inggris/CSSMoRA ITS  


Ahad,
07 Januari 2017 menjadi hari pertama saya mengabdi di Perguruan Islam Darul
Falah, Pati, Jawa Tengah. Tempat saya menghabiskan enam tahun usia remaja.
Kegiatan pengabdian ini sebenarnya program yang sangat bagus, agar alumni
penerima Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) mau kembali ke pesantrennya
pascalulus.
Bagaimana
tidak mau, ketika wisudawan lainnya menerima ijazah saat bersalaman dengan
rektor, kami, hanya menerima cover ijazah dengan satu lembar kertas bertuliskan
”Ijazah Anda ditahan sampai Anda menyelesaikan tanggungan dari Kementerian
Agama,” wkwkwk. Praktis, keinginan melamar pekerjaan ke instansi yang diimpikan
harus di-pause untuk sementara waktu.
Sebelum
memutuskan untuk mengabdi di Darul Falah, saya sebenarnya sudah diwanti-wanti
oleh beberapa guru, termasuk kepala sekolah kami, bahwa sekolah kami tidak
sedang membutuhkan tenaga pengajar, sehingga saya direkomendasikan untuk
melanjutkan sekolah lagi saja, toh mengabdi bisa di mana-mana. Sebuah pesan
yang menurut saya sangat bijaksana. Karena lulusan perguruan tinggi sudah
barang tentu memiliki ekspektasi yang cukup besar, kaitannya dengan pekerjaan.
Namun,
bagi saya tidak masalah. Mau ditempatkan di mana saja, yang penting saya
menuntaskan kewajiban saya dulu. Agar dua hingga tiga tahun yang akan datang
saya tidak diributkan dengan tetek bengek pengabdian.
Oke.
Di hari pertama yang saya maksud tadi, saya diminta untuk mengisi kelas
mendadak. Alasannya, guru yang mengisi mata pelajaran tersebut sedang tidak
hadir. Dan saya diminta memberi motivasi kepada anak-anak di kelas. Hmm, kalo
kelas IPA sih gak masalah, tapi ini kelas Agama. Ketakutan saya adalah,
kira-kira anak Agama kelas 10 tertarik gak ya berdiskusi tentang topik X, wich
is berhubungan dengan sains. Tidak dapat dipungkiri, yang masuk ke dalam otak
saya kebanyakan adalah sains, sains, dan sains, all the time.
Pantas
saja, setelah beberapa menit berjalan dan saya sedang serius-seriusnya bercerita
bahwa di tahun 2025 nanti, orang-orang Amerika sudah berencana mendaratkan
manusia di Mars, hampir semua anak cekikikan. Ternyata mereka menertawakan
beberapa kata yang saya gunakan. Saya menggunakan istilah seperti kreativitas,
inovasi, kegigihan, dst, yang mungkin belum familiar di telinga mereka sehingga
terkesan, ini orang ngomong apa sih, kagak ngerti gua, wkwk.
Karena
kehabisan ide, saya akhirnya meminta anak-anak kelas Agama itu untuk
mengeluarkan selembar kertas. Dan menuliskan tentang mimpi mereka untuk
Indonesia 2025. Pemilihan topik itu juga asal ngawur aja, saya tidak
benar-benar tahu emang di tahun 2025 ada agenda besar apa di Indonesia.
Pertanyaannya ada dua, yang pertama, kondisi seperti apa yang diinginkan. Dan
yang kedua, apa yang bisa saya kontribusikan untuk mencapai tujuan tersebut.
Tujuan
saya sebenarnya ingin mengetahui seberapa kenal sih santri-santri ini dengan
kondisi di lingkungan sekitarnya dan apakah ada niatan untuk memberi pengaruh
dalam waktu tujuh tahun terhitung dari sekarang. Jawaban mereka beragam, ada
yang menulis detil sesuai instruksi, ada yang menulis jawaban skeptis karena
gak punya ide. Wajar lah, masih kelas 10 Madrasah Aliyah.
Dari
total 33 santri, ada 10 tulisan yang saya suka. Mereka menuliskan masalah
dengan jelas, dan hal-hal yang mungkin bisa mereka kontribusikan untuk
mengatasi masalah tersebut. Di antaranya adalah santri-santri itu ingin
Indonesia 2025 bebas korupsi, narkoba, dan tindakan kriminal. Beberapa anak
juga menulis rakyat Indonesia harus memiliki akhlak yang mulia, karena karakter
yang buruk adalah sumber bagi berbagai kerusakan di muka bumi. Dan santi-santri
itu dalam tulisannya menyatakan bahwa pengajaran ilmu agama di tengah
masayarakat bisa menjadi solusi yang ia usulkan.
Di
samping itu, ada juga mimpi santri yang menitikberatkan pada masalah
lingkungan. Dalam coretannya, pada 2025, ia ingin Indonesia menjadi negara
bebas polusi. Dengan cara menciptakan kendaraan berbahan bakar ramah lingkungan
dan ingin menggerakkan masyarakat agar banyak berpartisipasi dalam membuat
lingkungan menjadi lebih hijau.
Selain
itu, dalam tulisan lain, seorang santri juga menduga di tahun 2025 nanti, akan
banyak pemuda desa usia produktif yang menganggur, sedangkan mereka tidak
memiliki latar belakang pendidikan yang cukup untuk bersaing di dunia kerja.
Oleh karena itu ia ingin mendirikan organisasi kepemudaan untuk mengembangkan
bank sampah dan melatih ibu-ibu rumah tangga untuk mengolah sampah tersebut di
lingkungannya. Selain dapat mengurangi volume sampah, kegiatan itu juga dapat
membantu meningkatkan perekonomian masyarakat desa.
Terakhir,
ada tiga kertas yang di dalamnya tertulis santri-santri itu ingin bahwa
Indonesia 2025 menjadi negara maju. Negara yang berdaulat, yang mampu mengelola
sumber daya alamnya sendiri dan tidak bergantung pada impor dari negara lain.
Negara maju di tahun 2025 itu juga dicirikan dengan meratanya pembangunan dan
persebaran penduduk, baik di kota maupun di desa. Dan untuk mencapai hal itu,
santri-santri menyadari bahwa para remaja yang sedang mengenyam pendidikan
menengah harus tekun belajar, menghindari kegiatan menyimpang, dan mau ikut
serta memikirkan Indonesia.
Kelas
yang seharusnya diisi oleh mata pelajaran Kewarganegaraan itu pada akhirnya
mencoba untuk menyadari hakikat dan peran santri sebagai bagian dari warga
negara. Mimpi yang mereka tuliskan untuk Indonesia 2025 itu terlebih
menyadarkan kepada saya bahwa Indonesia masih punya banyak stok anak muda yang
optimis memandang masa depan negaranya. Mengutip pernyataan Menteri Keuangan,
Sri Mulyani Indrawati, cepat atau lambat, di tahun 2025 atau bukan, Indonesia
akan menjadi negara maju jika para generasi muda tak pernah putus asa mencintai
negerinya.
“Indonesia
dapat menjadi negara maju yang dibanggakan rakyatnya dan disegani bangsa lain
karena Indonesia memiliki generasi muda yang selalu ingin belajar dan ingin
maju, yang haus akan prestasi dan memiliki daya juang yang tidak pernah luntur.
Indonesia memiliki 65 juta generasi muda yang tidak pernah berputus asa
mencintai negerinya,“Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan RI.
Misbahul Munir, Alumni ITS Surabaya, pernah nyantri di Pondok Pesantren Darul Falah Sirahan, beberapa kali pernah singgah di kampus top Benua Eropa dan Amerika, alumni CSSMoRA ITS. 
  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati: Wilayah Selatan Masih Bergantung pada Air Hujan, Butuh Bendungan Baru

    DPRD Pati: Wilayah Selatan Masih Bergantung pada Air Hujan, Butuh Bendungan Baru

    • calendar_month Sen, 22 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 100.130
    • 0Komentar

    PATI – Pembangunan bendungan di kawasan Pati Selatan dinilai harus segera diwujudkan guna mengatasi masalah kekeringan yang kerap terjadi saat musim kemarau. Keberadaan fasilitas penampungan air ini juga diharapkan dapat memperkuat ketahanan pasokan air sekaligus menunjang pengembangan sektor pertanian setempat. Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Karmijan, menyampaikan bahwa wilayah Pati Selatan saat ini masih […]

  • Liga Dihentikan Persipa Gelorakan #DiurusCah-Cah Jilid 2

    Liga Dihentikan Persipa Gelorakan #DiurusCah-Cah Jilid 2

    • calendar_month Kam, 27 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Manager Persipa Pati Dian Dwi Budianto meninjau latihan tim/ Doc Persipa Kondisi sulit mulai dirasakan manajemen Persipa Pati, selama penghentian kompetisi Liga 2 tidak ada pemasukan padahal manajemen harus tetap mengeluarkan kewajiban untuk pemain dan pelatih. Karena itu manajemen menggelorakan #DiurusCah-Cah untuk membantu tim. PATI – Per bulan pengeluaran manajemen Persipa Pati untuk operasional tim […]

  • Marak Kasus Pelecehan, Pagar Nusa Pati Bekali Pelajar Putri Beladiri

    Marak Kasus Pelecehan, Pagar Nusa Pati Bekali Pelajar Putri Beladiri

    • calendar_month Sab, 23 Jul 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 277
    • 0Komentar

    Para peserta latihan beladiri PC Pagar Nusa Kabupaten Pati Banyaknya kasus pelecehan seksual yang dialami perempuan di wilayah Pati membuat perguruan pencak silat Pagar Nusa berinisiatif untuk memberikan bekal ilmu beladiri.  PATI – Belakangan ini banyak terjadi kasus pelecehan seksual di beberapa wilayah. Hal itu tentu membuat geram masyarakat. Karena itu perlu adanya tameng bagi […]

  • Serunya Polairud Polresta Pati Kenalkan Peralatan Keselamatan kepada Anak TK

    Serunya Polairud Polresta Pati Kenalkan Peralatan Keselamatan kepada Anak TK

    • calendar_month Rab, 15 Mar 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 254
    • 0Komentar

    Kegiatan Polsanak yang dilakukan Polairud Polresta Pati  Beragam cara dilakukan satuan Polri untuk mendekatkan diri dengan masyarakat terlebih anak-anak sekolah. Salah satunya dengan program Polisi Perairan dan Udara Sahabat Anak (Polsanak) PATI – Puluhan anak terlihat antusias mengikuti program Polsanak. Inovasi kreatif ini digagas oleh Kasat Polairud Polresta Pati Kompol Hendrik Irawan, yang bertujuan untuk […]

  • Molor, KPU Pati Tunggu Surat Suara DPRD Kabupaten

    Molor, KPU Pati Tunggu Surat Suara DPRD Kabupaten

    • calendar_month Rab, 27 Mar 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Para pekerja melakukan pelipatan surat suara  PATI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pati masih menunggu surat suara untuk Pemilihan Legislatif (Pileg) DPRDKabupaten Pati. sejauh ini, KPU baru merampungkan pelipatan suara untuk Pemilihan Presiden dan DPR RI. Kasubag Umum KPU Pati Sugeng santosa mengatakan, jika pihaknya masih menunggu datangnya surat suara yang sampai sejauh ini […]

  • Kapolresta Pati saat berziarah di taman makam pahlawan Pati

    Hari Ulang Tahun Polresta Pati Kenang Perjuangan Pahlawan

    • calendar_month Rab, 28 Jun 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 239
    • 0Komentar

      Kapolresta Pati saat berziarah di taman makam pahlawan Pati Suasana haru meliputi personel Polresta Pati, dalam rangka ulang tahun, mereka mengenang perjuangan para pahlawan. Hal ini diimplementasikan melalui ziarah di taman makam pahlawan dan monumen perjuangan Brimob Polri.  PATI – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kepolisian Negara Republik Indonesia Ke – 77 tahun […]

expand_less