Breaking News
light_mode

Pilihlah Lingkungan Terbaik

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 9 Feb 2018
  • visibility 444

Banyak
dari kita, saya yakin setuju bahwa lingkungan yang baik akan mengantarkan kita
menjadi lebih baik. Begitu pula sebaliknya. Maka tidak heran jika para lulusan
SMA misalnya, menginvestasikan waktu mereka untuk belajar lebih keras agar
diterima di perguruan tinggi terbaik. Atau para orang tua, menyekolahkan
anaknya di tempat-tempat yang membuatnya menjadi lebih berkembang.
Setiap
tempat, baik itu lembaga pendidikan, organisasi, komunitas, dan semacamnya,
tentu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Baik kelebihan maupun
kekurangan itu, pasti dapat men-trigger seseorang untuk dapat
berkembang. Meskipun yang pertama lebih mengakselerasi.
Saya
pernah merasakan berada dalam lingkungan pesantren. Tempat ini tidak diragukan
lagi, adalah yang paling baik dalam menempa anak-anak agar pandai agama. Namun,
masih banyak pesantren yang menyimpan kekolotannya. Bermimpi besar, budaya
diskusi, kebebasan berpikir, dan terbuka terhadap perbedaan, nampaknya
masih belum mengakar kuat.
Waktu
kelas 3 MA, saya ditanya oleh senior. ”Pengen kuliah di mana?” tanyanya. ”UI,”
canda saya dengan nada mantap. ”Halah, mimpi,” sahutnya meremehkan. Wajar sih,
perguruan tinggi nampak begitu tinggi bagi santri di pesantren kami. Boro-boro
masuk UI atau lima perguruan tinggi top nasional, pada waktu itu santri yang
menembus Undip saja belum pernah ada. Perhatikan, punya mimpi besar dan berani
menembus batas belum menjadi budaya pada kebanyakan santri.
Hal
itu berbeda 180 derajat ketika saya berinteraksi dengan mahasiswa ITS. Ketika
saya bertanya akan melanjutkan ke mana nanti setelah lulus jika memilih
melanjutkan studi, mereka begitu yakin dengan jawabannya dan tak ada orang yang
meremehkan. Mereka justru saling support.
Teman
saya dengan mantap bilang, ”Insya Allah ETH Zurich” ”Yale” ”Edinburgh, Amin”
”Wageningen, doakan ya” ”Pokoknya Amerika” ”MIT bro” ”University of Tokyo,
bismillah” dan seterusnya. Penuh dengan ungkapan optimisme.
Begitu
juga dengan saya, ketika mengutarakan mimpi saya, orang dengan sigap langsung
bertanya bagaimana planning-nya menuju ke sana. Bahkan kita berusaha
membentuk grup bagi mereka yang sama-sama berniat melanjutkan studi ke
suatu negara untuk bertukar informasi.
Itu
lah lingkungan yang baik. Perguruan tinggi memberikan bagi saya kebebasan
berpikir, bermimpi setinggi-tingginya, dan pushing the boundaries. No
matter what is your backgrounds, your social economic status, you must have a
dream, so the future is yours. Peoples here are really ambitious. Saya
bersyukur berada di tempat seperti ini.
Di
ITS, semua mahasiswa bebas memilih tempat pengembangan diri, dan mereka
memiliki target yang tinggi pada dirinya masing-masing. Mereka punya semangat
juang yang tinggi untuk berkontribusi bagi almamater dan negara. Tim Mobil Sapu
Angin misalnya, yang berjuang di Shell Eco-Marathon. Waktu kompetisi di London
2016 lalu, mobil tersebut terbakar. Namun, mereka tidak pasrah pada keadaan.
Tim merakit kembali mobil mereka dan akhirnya bisa ikut kompetisi.
Begitu
juga dengan Tim Robotika, HNMUN, Pimnas, MTQ, dll. Semangat juang orang-orang
yang ada di dalamnya memberi inspirasi bagi sesama anggotanya atau bahkan bukan
anggota sekalipun. Ada perjuangan yang letih di balik kesuksesan mereka di
suatu ajang kompetisi.
Mereka
berani bermimpi dan menembus batas. Spirit itu yang membawa sebuah organisasi
atau komunitas menjadi istimewa. Tempat yang baik akan turut menghantarkan
orang-orang di dalamnya menuju keberhasilan. Maka pilihlan tempat terbaik
untuk menempa diri kita.

Misbahul Munir, Alumni ITS Surabaya, pernah nyantri di Pondok Pesantren Darul Falah Sirahan, alumni CSSMoRA ITS. 

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Meraih Untung dengan Beternak Ayam Kampung, Catat Empat Langkah Pentingnya

    Meraih Untung dengan Beternak Ayam Kampung, Catat Empat Langkah Pentingnya

    • calendar_month Rab, 2 Okt 2024
    • account_circle Arif Mohamad
    • visibility 331
    • 0Komentar

      EDUKASI – Untuk berhasil dalam beternak ayam kampung, terdapat beberapa aspek penting yang perlu dikuasai, yaitu proses produksi dan pemasaran. Dalam hal produksi, ada beberapa poin krusial yang harus diperhatikan, seperti pengadaan bibit atau anak ayam, sistem perkandangan, dan perawatan. Selain itu, dalam pemasaran, penting untuk mempertimbangkan strategi pemasaran dan bentuk akhir produk yang […]

  • Dewan Pati Apresiasi Even Meron Sebagai Wisata Budaya

    Dewan Pati Apresiasi Even Meron Sebagai Wisata Budaya

    • calendar_month Rab, 18 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 307
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati dari Fraksi Partai Golkar, Endah Sri Wahyuningati, menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan tradisi Meron di Sukolilo, Pati. Ia menilai tradisi ini sebagai sebuah even budaya yang menarik minat wisatawan. “Saya sangat mengapresiasi berjalannya tradisi Meron di Sukolilo, Pati. Ini adalah sebuah even budaya yang menarik dan patut kita lestarikan,” ujar Bu […]

  • Daftar Pemain ASEAN All Star vs Manchester United: Minus Bintang Eropa Timnas Indonesia

    Daftar Pemain ASEAN All Star vs Manchester United: Minus Bintang Eropa Timnas Indonesia

    • calendar_month Jum, 18 Apr 2025
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 325
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pertandingan persahabatan antara ASEAN All Star dan Manchester United akan digelar di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia pada Rabu, 28 Mei 2025. Laga ini dipastikan akan menampilkan sejumlah pemain top dari kawasan Asia Tenggara. Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF) telah menunjuk pelatih timnas Vietnam, Kim Sang Sik, untuk memimpin skuad ASEAN […]

  • Ijazah ‘Ammah Supaya Mudah Menghafal dari Abah Nafi’ Kajen Pati

    Ijazah ‘Ammah Supaya Mudah Menghafal dari Abah Nafi’ Kajen Pati

    • calendar_month Kam, 21 Nov 2024
    • account_circle Arif Mohamad
    • visibility 343
    • 0Komentar

      EDUKASI – Dalam salah satu edisi pengaosan Ahad-an Kitab al-Mizan al-Kubra karya Syekh Abdul Wahhab Sya’rani, Abah KH Ahmad Nafi’ Abdillah Salam menceritakan tentang kuatnya hafalan salah seorang Imam Madzhab Fiqih, yaitu Imam Abu Hanifah. Beliau kemudian mengisahkan, bahwa Imam Hanafi itu, ketika melihat teks sekali saja, bisa langsung hafal. Salah satu sebabnya, antara […]

  • Jadi Pembaca yang Bertanggung Jawab, dengan Menulis Resensi

    Jadi Pembaca yang Bertanggung Jawab, dengan Menulis Resensi

    • calendar_month Sen, 5 Feb 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 347
    • 0Komentar

    Al Mahfud, Peresensi buku DOKUMEN PRIBADI Keseharian Al Mahfud banyak dihabiskan dengan membaca buku. Tak sekdar membaca sambil lalu, dia membaca dengan serius. Kemudian menuangkan bacaan itu menjadi resensi, dan dia kirimkan ke media penyedia rubrik resensi di penjuru negeri.   Beragam judul buku menumpuk di sebuah meja kayu. Mulai buku fiksi hingga non fiksi. […]

  • DPRD Pati Minta Pemkab Serius Bina Sektor Perkebunan, Dorong Inovasi Pengolahan Buah

    DPRD Pati Minta Pemkab Serius Bina Sektor Perkebunan, Dorong Inovasi Pengolahan Buah

    • calendar_month Jum, 20 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 379
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk lebih serius dalam membina sektor perkebunan. Hal ini menyusul melimpahnya hasil buah-buahan dari petani kebun di wilayah tersebut, khususnya di kawasan lereng Gunung Muria. Ketua sementara DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, menyatakan kekagumannya atas keberhasilan para petani kebun. Ia mendorong […]

expand_less