Breaking News
light_mode

Melimpah Stok, Harga Garam Anjlok

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kam, 6 Sep 2018
  • visibility 338

Seorang petani garam sedang mengumpulkan hasil produksinya di tambak garam di daerah Juwana baru-baru ini.
PATI – Beberapa pekan terakhir,
harga garam mengalami kemerosotan. Hal itu dipicu stok panen garam petani yang
melimpah. Akibatknya kini petani banyak yang menimbun garamnya dan menunggu
harga lebih stabil.
Hal itu diakui salah satu petani
garam di Desa Genengmulyo Kecamatan Juwana Eko Sulistyo, 28. Eko menuturkan,
saat ini harga garam dari petani untuk garam grosok hanya dihargai Rp 850
perkilogramnya. Sementara garam kristal yang sudah dicuci mencapai Rp 1.300
perkilogramnya. Harga itu diakui Eko belum stabil.
”Kalu hitungan kami harga yang
stabil ya di kisaran Rp 1.500 perkilogram untuk garam grosok. Karena harganya
masih rendah, untuk menghindari kerugian penjualan banyak petani garam di desa
kami yang memilih untuk menimbun barang dulu. Namun ada sedikit yang terpaksa
menjualnya,” terangnya. Jika melihat harga saat ini diakuinya belum bisa memeroleh
untung dari produksu.
Lanjut Eko, naik turunnya harga
jual garam diakuinya sebagai hal yang wajar saja. ”Akan tetapi dalam beberapa
pekan ini harganya cenderung sangat merosot,” keluh Eko.
Tiga Kecamatan
Dari tiga kecamatan penghasil garam
di Kabupaten Pati, yakni Kecamatan Juwana, Batangan dan Trangkil, diketahui
rata-rata mengalami permasalahan yang sama. Harga garam perlahan terus
mengalami penurunan.
“Bahkan di daerah Trangkil, malah
sudah banyak perani garam yang sudah beralih menjadi petani tambak. Kalau di
pikir-pikir memang lebih untuk petani tambak, tetapi modal yang dikeluarkan
juga banyak. Kalau garam kan tidak terlalu menguras biaya dan perawatannya juga
lebih mudah,” katanya.
Lebih lanjut, Eko berharap agar
pemerintah bisa menstabilkan harga garam, sehingga para petani garam tidak rugi
ketika sudah panen. Setidaknya, ada harga eceren terendah sebagai patokan penjualan
apabila harganya menurun drastis. Apalagi di saat musim kemarau panjang seperti
ini, kualitas garam lebih baik dari biasanya. (yan)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mau Tau Asian Games 2018, Baca Di sini

    Mau Tau Asian Games 2018, Baca Di sini

    • calendar_month Ming, 31 Des 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 294
    • 0Komentar

    Wikipedia Lingkar Muria, NASIONAL – Pesta olahraga bangsa-bangsa Asia bakal berlangsung tahun 2018 ini. Indonesia mendapat kesempatan emas menjadi tuan rumah penyelenggaraan pesta olahraga yang telah berlangsung selama 18 kali ini. Terakhir Indonesia menjadi tuan rumah pada tahun 1962 di zaman Presiden Soekarno. Pada gelaran Asian Games kali ini beberapa pertandingan bakal berlangsung di dua […]

  • Siswa MA Salafiyah Kajen Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Pantai

    Siswa MA Salafiyah Kajen Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Pantai

    • calendar_month Ming, 18 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 350
    • 0Komentar

    PATI – Menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini, siswa MA Salafiyah Kajen, Margoyoso, Pati, berkolaborasi dengan TNI, PT Misaja Mitra, dan Dinas Kehutanan, berhasil menanam 2.000 bibit mangrove di pesisir Pantai Desa Pangkalan, Kecamatan Margoyoso, Rabu (14/3). Kegiatan ini merupakan bagian dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) bertema “Hidup Berkelanjutan”. “Penanaman mangrove ini sangat penting […]

  • Kecelakaan Maut di Jalan Pati-Tayu Desa Sidomukti, Truk Diduga Patah Per Skok, Dua Orang Meninggal

    Kecelakaan Maut di Jalan Pati-Tayu Desa Sidomukti, Truk Diduga Patah Per Skok, Dua Orang Meninggal

    • calendar_month Ming, 21 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 100.270
    • 0Komentar

    PATI – Sebuah kecelakaan lalu lintas yang memakan korban jiwa terjadi di Jalan Pati–Tayu, tepatnya di area turunan tanah Desa Sidomukti, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, pada Sabtu (20/6/2026) sekitar pukul 16.15 WIB. Insiden yang melibatkan satu unit truk dan tiga sepeda motor ini mengakibatkan dua orang meninggal dunia serta satu orang mengalami luka-luka pada bagian […]

  • Mbah Gatot Undur Diri, Rudy Eka Priambada Mengganti

    Mbah Gatot Undur Diri, Rudy Eka Priambada Mengganti

    • calendar_month Sel, 23 Jul 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 282
    • 0Komentar

    Rudy Eka Priambada saat di mes Persipa  PATI – Dua kekalahan beruntun yang dialami Persipa, akhirnya memakan tumbal. Pelatih kepala Gatot Barnowo mengundurkan diri lebih awal. Sebelum menemani Ihsan Ramadhani bertandang ke Stadion Krida, menghadapi Persipur Purwodadi Rabu (24/7/2019). Posisi pria yang akrab disapa Mbah Gatot itu digantikan Rudy Eka Priambada. Pelatih berusia 37 tahun […]

  • Polresta Pati Berhasil Ungkap Ratusan Kasus Premanisme dan Penyakit Masyarakat Selama Ramadan

    Polresta Pati Berhasil Ungkap Ratusan Kasus Premanisme dan Penyakit Masyarakat Selama Ramadan

    • calendar_month Sel, 18 Mar 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 295
    • 0Komentar

    PATI – Polresta Pati menunjukkan keseriusannya dalam memberantas premanisme dan penyakit masyarakat (pekat) di wilayah hukumnya. Hal ini dibuktikan dengan digelarnya konferensi pers pada Senin (17/3/2025) pukul 10.00 WIB di Aula Sarja Arya Racana (SAR) Mapolresta Pati. Wakapolresta Pati, AKBP Dandy Ario Yustiawan, didampingi para pejabat teras Polresta Pati, menyampaikan hasil operasi kepolisian yang digelar […]

  • Gus Mus Bicara Pendidikan

    Gus Mus Bicara Pendidikan

    • calendar_month Ming, 21 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 458
    • 0Komentar

      ISTIMEWA : GUS MUS Namanya KH Ahmad Mustofa Bisri, orang akrab menyebutnya Gus Mus. Kiai yang juga budayawan ini tak sepakat dengan konsep pendidikan nasional, Ia menyebut pendidikan nasional yang merupakan warisan kolonial Belanda masih sebatas pengajaran, belum melaksanakan pendidikan. Menurutnya, mendidik atau melakukan pendidikan, masih terbatas dilakukan atau setidaknya dijumpai di Raudlatul Athfal […]

expand_less