Peringati Harlah ke-35, MAN 1 Pati Gelar Seminar Nasional dan Deklarasi Madrasah Ramah Anak
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 101.203

Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra bersama Kepala Kantor Kemenag Pati Syaiku dan Kepala MAN 1 Pati Moh. Kodri dalam acara Seminar Nasional sekaligus Deklarasi Madrasah Ramah Anak dalam rangka memperingati Harlah ke-35 MAN 1 Pati, Rabu (29/7/2026).
PATI – Menyambut peringatan Hari Lahir yang ke-35, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pati menyelenggarakan Seminar Nasional sekaligus Deklarasi Madrasah Ramah Anak Tahun 2026 pada Rabu (29/7/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Ruang Aman untuk Semua: Mewujudkan Lingkungan Ramah Perempuan dan Anak.”
Sebanyak 145 peserta turut hadir dalam acara tersebut, meliputi siswa beserta guru pendamping dari 48 sekolah se-Jawa Tengah, serta perwakilan alumni MAN 1 Pati yang kini menempuh pendidikan di 10 perguruan tinggi yang tersebar di seluruh Indonesia.
Acara ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Tengah Faisa Mukti Septyani, serta Guru Besar Universitas Negeri Semarang (UNNES) Prof. Tri Marhaeni Pudji Astuti.
Kepala MAN 1 Pati, Moh. Kodri, menegaskan bahwa setiap program yang disusun pihak madrasah senantiasa berorientasi pada perlindungan dan keselamatan peserta didik lewat langkah-langkah nyata.
“Semua kegiatan yang ada di madrasah ini mau direalisasikan untuk menyelamatkan anak-anak. Ini sudah kita upayakan dengan memberikan bimbingan teknis kepada teman-teman guru, edukasi kepada anak-anak, dan terus menambah pembenahan sarana prasarana agar betul-betul kegiatan ramah anak ini bisa direalisasikan,” ungkap Kodri.
Ia menambahkan, melalui pemaparan materi dari para narasumber, pihak sekolah berharap terbentuk lingkungan yang memberi ruang bagi siswa untuk bereksplorasi serta berekspresi dengan leluasa, sekaligus mempererat hubungan sinergis antara pendidik dan peserta didik.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati Syaiku memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah yang diambil MAN 1 Pati, karena dinilai selaras dengan salah satu dari delapan program unggulan Kementerian Agama, yaitu mewujudkan madrasah yang berkualitas, ramah, dan terpadu.
Syaiku menjelaskan, upaya ini sejalan dengan pengembangan ekosistem pendidikan madrasah dengan konsep SENYAMAN, yang meliputi:
– Sehat: Menjamin kesehatan dari aspek sarana prasarana, pengelolaan lingkungan, hingga bebas dari polusi akibat pembakaran sampah bagi seluruh elemen madrasah;
– Aman: Terbebas dari segala bentuk perundungan maupun pelecehan, baik secara fisik maupun psikis;
– Nyaman: Menciptakan suasana yang membuat seluruh warga madrasah merasa betah serta terlindungi saat berada di lingkungan sekolah;
– Menyenangkan: Menghadirkan proses pembelajaran yang dapat dinikmati siswa dengan penuh sukacita tanpa tekanan berlebih.
“Keberhasilan pendidikan itu memang diawali bagaimana anak itu merasa aman dan merasa nyaman di madrasah. Pembelajaran yang bisa dinikmati artinya anak mengikuti pembelajaran dengan penuh kebahagiaan dan tidak merasa terpaksa. Modal ini sangat penting, tidak hanya di madrasah tetapi juga untuk pendidikan secara umum,” pungkasnya.
Sementara itu, Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter serta nilai-nilai agama sebagai benteng kokoh bagi generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.
“Pendidikan karakter ini sangat penting, jadi ruang pendidikan khususnya madrasah di Kabupaten Pati ini perlu ditingkatkan. Dengan teknologi yang sekarang luar biasa, anak-anak kita perlu didasari oleh pendidikan karakter dan agama yang kuat sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Ia juga mengimbau para siswa untuk menggunakan kemajuan teknologi secara bijak guna mendukung proses belajar, bukan sebaliknya justru dikendalikan oleh teknologi itu sendiri.
“Anak-anak ini lebih mengutamakan menggunakan teknologi untuk membantu pendidikan, bukan untuk dimanfaatkan oleh teknologi. Persaingan ke depan, baik usaha maupun pendidikan, sangat berat. Makanya kami kedepankan anak-anak generasi muda untuk selalu belajar dan meningkatkan ilmunya demi masa depan yang lebih baik,” tandas dia.
Editor : Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian

