Breaking News
light_mode

TPA Tanjungrejo Overload, Warga Geram dan Lakukan Aksi Penutupan

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Jum, 17 Jan 2025
  • visibility 179

KUDUS – Warga Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, menggelar aksi demonstrasi pada Kamis (16/1/2025) dan menutup Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah setempat.

Aksi ini dilakukan karena TPA Tanjungrejo dinilai sudah overload, menyebabkan pencemaran lingkungan, dan mengancam kesehatan warga.

Massa aksi mendatangi TPA dengan membawa pengeras suara dan melakukan demonstrasi di sekitar lokasi. Kondisi TPA yang penuh sesak hingga sampah berserakan dan menimbulkan bau menyengat menjadi pemandangan yang terlihat jelas. Sampah bahkan menutup akses jalan yang biasa dilalui kendaraan pengangkut sampah.

Perdebatan sempat terjadi antara massa aksi dengan Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Kabupaten Kudus, Abdul Halil.

Setelah melakukan orasi, massa kemudian menyegel pintu masuk TPA dengan spanduk bertuliskan penutupan TPA karena pengelolaan yang tidak sesuai standar dan berdampak pada pencemaran lingkungan.

Koordinator aksi, Fahmi Arsad, menyatakan beberapa wilayah di Desa Tanjungrejo, seperti RW 10, 9, 4, dan 3, terdampak buruk dari kondisi TPA.

Fahmi menjelaskan bahwa penutupan TPA merupakan kesepakatan bersama forum Ketua RW se-Desa Tanjungrejo dan Lurah, setelah berbagai upaya administratif dan negosiasi sebelumnya tidak membuahkan hasil.

“Kita sudah beberapa tahun melakukan surat administrasi, negosiasi, bahkan sudah disampaikan ke Pak Camat, tapi tidak ada pembenahan sama sekali,” tegasnya.

Fahmi menilai pengelolaan sampah di TPA tidak sesuai standar, dengan jalan akses truk yang kini tertutup sampah. Warga juga mengeluhkan peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan pencemaran aliran sungai akibat limbah dari TPA.

“Dampaknya banyak sekali, seperti ISPA, dan pencemaran sungai akibat limbah sampah,” jelasnya.

Fahmi menambahkan kondisi TPA semakin parah dalam tiga tahun terakhir, dengan sungai yang berbau dan berwarna hitam akibat pencemaran.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Kabupaten Kudus, Abdul Halil, mengakui TPA Tanjungrejo sudah overload. Pemerintah akan memberikan solusi jangka pendek dan menengah.

“Solusi jangka pendek, TPA yang overload akan ditata agar tidak seperti gunungan sampah yang tidak berfungsi. Jalan akses juga akan ditata sambil menunggu cuaca membaik,” ujar Halil.

Editor: Fatwa 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penasaran Kelola Wisata

    Penasaran Kelola Wisata

    • calendar_month Sel, 19 Feb 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Tsania Rahma Dini HOBI gadis yang satu ini travelling. Tsania Rahma Dini mengaku, pernah berkeliling dan mengunjungi sejumlah tempat wisata. Baik yang dikelola pemerintah dan swasta. Bahkan, tempat wisata yang masih alami dan belum tersentuh pengelolaan siapapun. Dia menerangkan, wilayah yang pernah dikunjunginya tidak hanya di Pulau Jawa. Sejumlah tempat wisata di luar pulau Jawa, […]

  • DPRD Pati Soroti Obat Kedaluwarsa di Puskesmas

    DPRD Pati Soroti Obat Kedaluwarsa di Puskesmas

    • calendar_month Jum, 27 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.222
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Dra. Hj. Suhartini, mengungkapkan keprihatinannya terkait temuan obat-obatan kedaluwarsa di sejumlah puskesmas. Hal ini terungkap setelah Suhartini melakukan inspeksi mendadak (sidak) beberapa waktu lalu. “Yang perlu dibenahi di beberapa puskesmas selama saya sidak yaitu ED (expired date) harus diperpanjang, karena selama ini banyak yang pendek,” ujar Suhartini. Ia menekankan […]

  • Berawal dari Masjid, Aksi Bersih Kali Serut Libatkan Ratusan Relawan

    Berawal dari Masjid, Aksi Bersih Kali Serut Libatkan Ratusan Relawan

    • calendar_month Kam, 29 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 183
    • 0Komentar

    KUDUS – Keprihatinan atas pencemaran Kali Serut di Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, telah menyatukan lebih dari 300 relawan dalam aksi bersih-bersih sungai skala besar. Gerakan yang diinisiasi oleh Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Daerah Muhammadiyah (MLH PDM) Kudus pada Kamis (29/5/2025) ini merupakan bagian dari rangkaian menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia 5 Juni. Awalnya, […]

  • Atik Kusdarwati: Kolaborasi Solid Wujudkan Target Penurunan AKI dan AKB di Pati

    Atik Kusdarwati: Kolaborasi Solid Wujudkan Target Penurunan AKI dan AKB di Pati

    • calendar_month Jum, 17 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 275
    • 0Komentar

    PATI – Upaya menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Kabupaten Pati membutuhkan kolaborasi yang solid dari berbagai sektor. Hal ini mengemuka dalam pertemuan strategis para pemangku kepentingan kesehatan daerah yang membahas data dan merumuskan langkah konkret. Acara Verifikasi dan Analisis Data MPDN DAK NF Tingkat Kabupaten Pati Tahun 2025 yang […]

  • Akhirnya Persijap Lolos 8 Besar Liga 2

    Akhirnya Persijap Lolos 8 Besar Liga 2

    • calendar_month Sen, 6 Jan 2025
    • account_circle Arif Mohamad
    • visibility 179
    • 0Komentar

      JEPARA – Hasil seri 0 – 0  saat menjamu Adhyaksa FC memastikan Persijap Jepara lolos ke babak 8 besar Liga 2 dan siap untuk merebut tiket promosi ke Liga 1. Namun Langkah ke babak 8 besar diprediksi bakal lebih berat, karena Laskar Kalinyamat bakal bersaing dengan sejumlah tim kuat lainnya. Dari segi permainan tim […]

  • Peduli Sampah, Karim Dipanggi Si Pemuda Sampah

    Peduli Sampah, Karim Dipanggi Si Pemuda Sampah

    • calendar_month Jum, 6 Jul 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Melihat Kisah Abdul Karim, Juara I Pemuda Pelopor Kesadaran Lingkungan Kabupaten Pati 2018, Penggagas Komunitas Resik Apik di Desa Kajen. Karim memang pemuda yang tak gampang menyerah. Untuk mengabdikan diri mengelola sampah di desanya sendiri, dia harus tabah menerima cibiran dari tetangga. Dia dijuluki si pemuda sampah karena kegigihannya mengajak warga supaya ikut program resik […]

expand_less