Breaking News
light_mode

Mahasiswa S3 UIN Sunan Kudus Luncurkan Buku Islam dan Teori-Teori Sosial Humaniora, Perkuat Budaya Literasi Akademik

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sel, 30 Jun 2026
  • visibility 100.548

KUDUS – Mahasiswa Program Doktor (S3) Studi Islam Angkatan ke-3 UIN Sunan Kudus meluncurkan buku berjudul Islam dan Teori-Teori Sosial Humaniora dalam sebuah acara yang berlangsung di Bond Djati Kudus, Senin (29/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri mahasiswa lintas angkatan, dosen pengampu, serta Direktur Pascasarjana UIN Sunan Kudus.

Peluncuran buku menjadi salah satu capaian akademik mahasiswa yang lahir dari proses perkuliahan pada mata kuliah Islam dan Teori-Teori Sosial Humaniora.

Selain sebagai bentuk pemenuhan tugas akademik, buku ini diharapkan dapat memperkaya khazanah keilmuan sekaligus mendorong tumbuhnya budaya literasi dan tradisi menulis di lingkungan Pascasarjana UIN Sunan Kudus.

Ketua tingkat (Komting) mahasiswa, Agus Wahyudi, menjelaskan bahwa penyusunan buku dilakukan secara kolaboratif sesuai pembagian tema yang diberikan dosen pengampu. Seluruh penulisan juga mengikuti pedoman serta template yang telah ditetapkan penerbit.

“Alhamdulillah, ini merupakan hasil kerja sama tim sehingga kami dapat menyelesaikan tugas-tugas perkuliahan sekaligus menghasilkan luaran berupa buku yang nantinya menjadi kenang-kenangan sekaligus jejak akademik selama menempuh studi di Program Studi S3 Studi Islam UIN Sunan Kudus,” ujarnya.

Buku tersebut ditulis oleh Abdullah Ma’ruf, Khoirul Muslimin, Agus Wahyudi, Husnurrosyidah, Muhammad Nur Salim, Nur Burhanuddin, Ahmad Sirojudin Abbas, Muhammad Nabil H., Muhammad Agus Yusrun Nafi’, Miftahul Huda, Tina Martini, Dita Kurniawati, Sigit Muttaqin, dan Sri Suwitaningsih, dengan Anis Fitriyah turut menjadi bagian dari tim penyusun.

Dalam kesempatan itu, dosen pengampu mata kuliah, Profesor Ahmad Karim, mengulas tantangan dunia pendidikan di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan perubahan sosial.

Menurutnya, transformasi digital telah mengubah cara belajar sehingga memunculkan berbagai pertanyaan mengenai arah pengembangan lembaga pendidikan pada masa mendatang.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa teknologi tidak dapat menggantikan fungsi utama pendidikan sebagai sarana pembentukan karakter dan akhlak. Baginya, pendidikan bukan sekadar proses transfer pengetahuan, melainkan juga pembinaan moral dan kepribadian.

“Dalam pandangan Islam, Nabi Muhammad SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia sehingga nilai-nilai akhlak akan selalu menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari proses pendidikan,” jelasnya.

Profesor Ahmad Karim juga menilai perkembangan zaman menuntut pemikiran Islam terus berkembang melalui interpretasi yang relevan terhadap berbagai persoalan sosial.

“Diperlukan upaya melakukan pembacaan ulang terhadap teks-teks keislaman, memahami perbedaan antara ajaran yang bersifat pokok (ushuliyah) dan cabang (furuiyah), serta menghadirkan norma fiqih sebagai etika sosial yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat modern,” papar Profesor Abdul Karim dengan penuh semangat dan keceriaan.

Apresiasi turut disampaikan Doktor Irzum Farihah yang menilai keberhasilan mahasiswa menerbitkan buku menunjukkan kemampuan mereka dalam mengembangkan ide serta mengolah materi perkuliahan menjadi karya ilmiah yang bernilai akademik.

“Penerbitan buku tersebut menjadi bukti bahwa proses pembelajaran tidak berhenti pada ruang kelas, tetapi dapat berkembang menjadi karya nyata yang memberikan manfaat lebih luas bagi dunia akademik maupun masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Pascasarjana UIN Sunan Kudus, Profesor Ihsan, memberikan penghargaan atas keberhasilan mahasiswa membangun budaya literasi melalui penerbitan buku.

Menurutnya, karya ilmiah merupakan bagian dari tanggung jawab moral sekaligus akademik mahasiswa doktoral untuk memperkaya the body of knowledge.

Ia menambahkan, mahasiswa jenjang doktor tidak hanya dituntut menguasai teori, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan dan pencerahan melalui hasil kajian serta penelitian.

“Saya berharap karya ini nantinya dapat menjadi contoh bagi angkatan berikutnya. Selain itu, luaran dalam bentuk buku seperti ini juga akan memberikan kontribusi terhadap penguatan mutu dan akreditasi Pascasarjana ke depan,” tuturnya.

Di akhir sambutannya, Profesor Ihsan mengingatkan bahwa selain menghasilkan karya ilmiah, mahasiswa juga memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan studi secara optimal dan tepat waktu sebagai bagian dari tanggung jawab intelektual dan akademik.

Editor : Arif

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Ajak Warga Sampaikan Aspirasi Tanpa Ragu

    DPRD Pati Ajak Warga Sampaikan Aspirasi Tanpa Ragu

    • calendar_month Sel, 20 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 309
    • 0Komentar

    PATI – Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto, mengajak masyarakat untuk aktif menyampaikan aspirasi, kritik, dan keluhan kepada wakil rakyat. Beliau menegaskan komitmen dewan untuk terbuka dan menerima masukan dari warga sebagai bentuk pengawasan bersama terhadap jalannya pemerintahan. “Kami selalu menerima aspirasi dari masyarakat baik secara langsung ataupun tidak langsung,” ungkap Joni Kurnianto […]

  • Ketua PCNU Pati KH Yusuf Hasyim.

    Pesan Ketua NU Pati ; Tahun Politik Harus Adem

    • calendar_month Ming, 29 Okt 2023
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 269
    • 0Komentar

    Menjelang tahun politik 2024 Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati, K.H Yusuf Hasyim meminta agar warga Nahdliyyin tetap adem dan menjaga kondusifitas.

  • Wakil DPRD Pati Dorong Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

    Wakil DPRD Pati Dorong Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

    • calendar_month Jum, 25 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 271
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pati, Hardi, menekankan pentingnya penanggulangan kemiskinan ekstrem sebagai kunci kemajuan Kabupaten Pati. “Penanggulangan kemiskinan, harus didorong oleh kebijakan pemerintah daerah melalui program bantuan sosial yang tepat sasaran, pemberdayaan ekonomi keluarga, serta pelatihan keterampilan bagi masyarakat yang […]

  • DPRD Pati Fokus Dorong Program Jagung, Komisi B Siap Koordinasi dengan Pemkab dan Pihak terkait

    DPRD Pati Fokus Dorong Program Jagung, Komisi B Siap Koordinasi dengan Pemkab dan Pihak terkait

    • calendar_month Ming, 8 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 2.936
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menjadikan pengembangan program peningkatan produksi jagung sebagai salah satu prioritas perhatian, dengan Komisi B yang diberi mandat untuk mengambil peran aktif dalam mengkoordinasikan berbagai pihak terkait guna memastikan implementasinya berjalan optimal. Sebagai bagian dari peran pengawasan dan pendorong kebijakan daerah, Komisi B melalui Muslihan menegaskan bahwa […]

  • Marching band Bahana Swara MA Saafiyah Kajen memeriahkan acara jaan sehat dan napak tilas pendiri Madrasah Salafiyah Kajen.

    Ribuan Santri Ikuti Napak Tilas Pendiri Madrasah Salafiyah Kajen

    • calendar_month Sel, 3 Okt 2023
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 230
    • 0Komentar

      PATI, LINGKARMURIA.COM – Ribuan Santri menghadiri acara napak tilas dan jalan santai dalam rangka Peringatan Haul ke 97 KH. Sirodj Ishaq, dan merayakan hari ulang tahun (HUT) Madrasah Salafiyah Kajen yang ke 88. Acara ini juga sekaligus menjadi peringatan Maulid Nabi.  Kegiatan mulai pukul 07.00 pagi di depan bangunan bersejarah musholla yang didirikan oleh KH. Sirodj […]

  • DPRD Pati Usulkan Penambahan Kendaraan Pemadam Kebakaran di Setiap Dapil

    DPRD Pati Usulkan Penambahan Kendaraan Pemadam Kebakaran di Setiap Dapil

    • calendar_month Jum, 18 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 311
    • 0Komentar

    PATI – H. Suwito, Wakil Ketua 3 DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PPP, mengusulkan penambahan kendaraan pemadam kebakaran di setiap daerah pemilihan (dapil) di Kabupaten Pati. Usulan ini muncul mengingat tingginya angka kebakaran, terutama di musim kemarau. “Mudah-mudahan ke depannya setiap dapil harusnya memang ada minimal satu kendaraan pemadam. Entah itu nanti kayak dapil Tayu […]

expand_less