Breaking News
light_mode

GMNI Kudus Tutup Bulan Bung Karno dengan Bedah Buku Perkuat Mental Generasi Muda

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Kam, 2 Jul 2026
  • visibility 100.580

KUDUS – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Kudus menutup rangkaian peringatan Bulan Bung Karno dengan menggelar kegiatan bedah buku berjudul Mentalitet Korea Semakin Terbanting, Semakin Melenting.

Kegiatan ini menjadi wadah penguatan karakter bagi mahasiswa dan pelajar agar memiliki ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Ketua DPC GMNI Kudus, M. Najibul Faiz, menyebutkan bahwa bedah buku ini menjadi puncak dari serangkaian kegiatan yang telah berlangsung selama beberapa pekan. Sebelum acara utama, pihaknya lebih dulu mengadakan berbagai perlombaan, seperti lomba pidato dan lomba esai yang diikuti oleh pelajar tingkat MA, SMA, dan sederajat se-Wilayah Muria Raya.

Menurutnya, rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk memperkenalkan nilai-nilai perjuangan Bung Karno serta ajaran marhaenisme kepada generasi muda sejak dini.

“Kami ingin Bulan Bung Karno tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Melalui lomba dan bedah buku ini, kami berupaya memberikan pengetahuan sekaligus membangun karakter generasi muda agar memiliki semangat juang dan tidak mudah menyerah menghadapi tantangan,” ujarnya.

Buku yang dikaji merupakan karya penulis bernama Putut, yang mengangkat pemikiran Ketua Persatuan Alumni (PA) GMNI Jawa Tengah, Bambang Wuryanto atau yang lebih dikenal dengan nama Bambang Pacul. Dalam buku tersebut, istilah Mentalitet Korea dimaknai sebagai gambaran kaum marhaen yang memiliki semangat juang tinggi serta mampu bangkit kembali dari berbagai keterbatasan yang dihadapi.

Najib menjelaskan tema ini dipilih karena dinilai sangat relevan dengan kondisi masa kini. Ia menilai mahasiswa dan pelajar memerlukan bekal mental yang kuat agar mampu menghadapi ketidakpastian situasi, perubahan sosial, serta dinamika kebijakan yang terus berkembang.

“Harapannya, peserta bisa menyerap semangat yang disampaikan para narasumber. Seperti pesan Bung Karno, ‘Ambillah apinya, jangan abunya’. Kami ingin semangat perjuangan itu tetap menyala dalam diri generasi muda,” katanya.

Kegiatan bedah buku menghadirkan penulisnya sendiri, Putut, sebagai pemateri utama. Turut hadir pula Casytha Arriwi Kathmandu, putri Bambang Pacul sekaligus anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, yang memberikan pandangan mendalam mengenai nilai-nilai yang terkandung dalam buku tersebut.

“Diharapkan kehadiran beliau mampu memperkaya diskusi sekaligus memberikan perspektif yang lebih dekat dengan gagasan yang diusung ayahnya,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Alumni (PA) GMNI Kabupaten Kudus, Yusuf Roni, menyampaikan apresiasi atas konsistensi para kader GMNI dalam menyelenggarakan kegiatan yang bertujuan memperkuat kualitas generasi muda.

Ia menilai kegiatan ini menjadi momen penting untuk menanamkan karakter yang tidak hanya tangguh, tetapi juga inovatif, kreatif, dan disiplin dalam bertindak.

“Kami memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Nilai-nilai yang ada di dalam buku Mentalitet Korea sangat relevan sebagai bekal bagi kader GMNI maupun generasi muda secara umum dalam menghadapi tantangan kehidupan,” ujarnya.

Menurutnya, pandangan terhadap generasi muda saat ini sering kali dinilai cenderung pragmatis dan menginginkan segala sesuatu diperoleh secara instan. Oleh karena itu, pemahaman mengenai pentingnya sebuah proses perlu terus ditanamkan agar terbentuk pribadi yang mampu bertahan dan terus berkembang.

Yusuf Roni mencontohkan filosofi bidak pion dalam permainan catur yang dijelaskan dalam buku tersebut. Pion memang memiliki ruang gerak yang terbatas, namun jika mampu melewati seluruh tahapan hingga mencapai ujung papan, bidak itu bisa berubah menjadi kekuatan yang jauh lebih besar.

“Filosofi itu mengajarkan bahwa keberhasilan tidak datang secara instan. Dibutuhkan konsistensi, ketekunan, dan keteguhan hati untuk mencapai cita-cita yang diinginkan,” jelasnya.

Pihaknya berharap semangat perjuangan Bung Karno tidak hanya dikenang sebagai bagian dari sejarah, tetapi juga diwujudkan dalam kepribadian generasi muda yang memiliki daya juang tinggi, berpikir kritis, serta siap menghadapi berbagai tantangan masa depan.

Editor : Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota Dewan Desak Aturan Jelas Soal “Sound Horeg” di Karnaval Pati

    Anggota Dewan Desak Aturan Jelas Soal “Sound Horeg” di Karnaval Pati

    • calendar_month Jum, 13 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 265
    • 0Komentar

    PATI – Keramaian yang ditimbulkan oleh “sound horeg” pada acara karnaval di desa-desa menjadi sorotan karena sering memicu konflik antarwarga. Pemerintah desa diharapkan dapat berperan dalam menjaga situasi tetap kondusif. Sebelumnya, sebuah insiden viral terjadi di Desa Waturoyo, Kecamatan Margoyoso pada Minggu (11/8/2024) di mana seorang ibu bernama Sukati, 54, menyemprotkan air ke arah truk […]

  • Kebijakan Jam Belajar Anak Disambut Positif oleh DPRD Pati

    Kebijakan Jam Belajar Anak Disambut Positif oleh DPRD Pati

    • calendar_month Jum, 18 Apr 2025
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 297
    • 0Komentar

      PATI – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Pati, Bambang Susilo, menyambut baik kebijakan jam wajib belajar bagi anak. Menurutnya, kebijakan jam belajar ini dapat membantu anak-anak lebih fokus dan mengurangi ketergantungan terhadap gawai. “Kebijakan ini sangat baik karena dapat membantu mengontrol anak-anak agar lebih disiplin belajar di rumah. Selain itu, ini juga menjadi upaya […]

  • Kiai Said : Kemauan Kuat Harus Dimiliki PC NU Pati

    Kiai Said : Kemauan Kuat Harus Dimiliki PC NU Pati

    • calendar_month Ming, 7 Jul 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Pelantikan PC NU Pati 2019-2024 Pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama’ (PCNU) Kabupaten Pati, masa khidmat 2019-2024 dilakukan langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama’ (PBNU) KH Said Aqil Siradj, Minggu (7/7/2019) di kampus Institut Pesantren Mathaliul Falah (Ipmafa) Margoyoso, Pati. Hadir juga dalam acara pelantikan tersebut, Bupati Haryanto dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) […]

  • Insya Lailatul Qodriyah, Pelajar MA Darun Najah Sabet Juara 1 Lomba Konten Video AI Polresta Pati

    Insya Lailatul Qodriyah, Pelajar MA Darun Najah Sabet Juara 1 Lomba Konten Video AI Polresta Pati

    • calendar_month Rab, 20 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 99.153
    • 0Komentar

    PATI – Sebuah prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar dari MA Darun Najah Ngemplak Kidul, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, dalam ajang lomba konten video berbasis kecerdasan buatan (AI) yang diselenggarakan oleh Polresta Pati. Insya Lailatul Qodriyah, siswi sekolah tersebut, berhasil meraih posisi teratas setelah karya kreatif yang ia buat dinilai istimewa dan mendapat apresiasi tinggi dari […]

  • Kualifikasi Porprov Jawa Tengah 2018 Lawan Semarang, Pati Tetap Optimis

    Kualifikasi Porprov Jawa Tengah 2018 Lawan Semarang, Pati Tetap Optimis

    • calendar_month Rab, 18 Okt 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 260
    • 0Komentar

    BERFOTO : Para pemain sepakbola pra porprov Pati berfoto santai usai latihan mematangkan permainan jelang laga ketiga melawan Semarang, Minggu (22/10) mendatang. Lingkar Muria, PATI – Hasil seri 0-0 pada laga kedua kualifikasi porprov 2018 melawan Salatiga, tak membuat tim Pati menyerah. Meskipun di laga berikutnya melawan tim kuat Semarang, skuad asuhan Eko Supriyanto ini […]

  • Peringatan HUT RI di RT 03 RW 02 Buludan Kajen: Upacara Bendera Unik Dipimpin oleh Ibu-Ibu Rumah Tangga

    Peringatan HUT RI di RT 03 RW 02 Buludan Kajen: Upacara Bendera Unik Dipimpin oleh Ibu-Ibu Rumah Tangga

    • calendar_month Sab, 17 Agu 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 251
    • 0Komentar

    PATI – Warga RT 03 RW 02 Buludan Kajen, Kajen, merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dengan cara yang unik. Upacara bendera yang biasanya dipimpin oleh para pria, kali ini dipimpin oleh ibu-ibu rumah tangga. Ide ini muncul secara spontan dari Yuni Zulfa saat rapat persiapan lomba tujuhbelasan yang langsung disetujui oleh semua peserta rapat. “Misal […]

expand_less