Mahasiswa S3 UIN Sunan Kudus Luncurkan Buku Islam dan Teori-Teori Sosial Humaniora, Perkuat Budaya Literasi Akademik
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 100.434

Mahasiswa Program Doktor (S3) Studi Islam Angkatan ke-3 UIN Sunan Kudus bersama dosen pengampu dan pimpinan Pascasarjana berfoto usai peluncuran buku Islam dan Teori-Teori Sosial Humaniora di Bond Djati Kudus, Senin (29/6/2026).
KUDUS – Mahasiswa Program Doktor (S3) Studi Islam Angkatan ke-3 UIN Sunan Kudus meluncurkan buku berjudul Islam dan Teori-Teori Sosial Humaniora dalam sebuah acara yang berlangsung di Bond Djati Kudus, Senin (29/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri mahasiswa lintas angkatan, dosen pengampu, serta Direktur Pascasarjana UIN Sunan Kudus.
Peluncuran buku menjadi salah satu capaian akademik mahasiswa yang lahir dari proses perkuliahan pada mata kuliah Islam dan Teori-Teori Sosial Humaniora.
Selain sebagai bentuk pemenuhan tugas akademik, buku ini diharapkan dapat memperkaya khazanah keilmuan sekaligus mendorong tumbuhnya budaya literasi dan tradisi menulis di lingkungan Pascasarjana UIN Sunan Kudus.
Ketua tingkat (Komting) mahasiswa, Agus Wahyudi, menjelaskan bahwa penyusunan buku dilakukan secara kolaboratif sesuai pembagian tema yang diberikan dosen pengampu. Seluruh penulisan juga mengikuti pedoman serta template yang telah ditetapkan penerbit.
“Alhamdulillah, ini merupakan hasil kerja sama tim sehingga kami dapat menyelesaikan tugas-tugas perkuliahan sekaligus menghasilkan luaran berupa buku yang nantinya menjadi kenang-kenangan sekaligus jejak akademik selama menempuh studi di Program Studi S3 Studi Islam UIN Sunan Kudus,” ujarnya.
Buku tersebut ditulis oleh Abdullah Ma’ruf, Khoirul Muslimin, Agus Wahyudi, Husnurrosyidah, Muhammad Nur Salim, Nur Burhanuddin, Ahmad Sirojudin Abbas, Muhammad Nabil H., Muhammad Agus Yusrun Nafi’, Miftahul Huda, Tina Martini, Dita Kurniawati, Sigit Muttaqin, dan Sri Suwitaningsih, dengan Anis Fitriyah turut menjadi bagian dari tim penyusun.
Dalam kesempatan itu, dosen pengampu mata kuliah, Profesor Ahmad Karim, mengulas tantangan dunia pendidikan di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan perubahan sosial.
Menurutnya, transformasi digital telah mengubah cara belajar sehingga memunculkan berbagai pertanyaan mengenai arah pengembangan lembaga pendidikan pada masa mendatang.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa teknologi tidak dapat menggantikan fungsi utama pendidikan sebagai sarana pembentukan karakter dan akhlak. Baginya, pendidikan bukan sekadar proses transfer pengetahuan, melainkan juga pembinaan moral dan kepribadian.
“Dalam pandangan Islam, Nabi Muhammad SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia sehingga nilai-nilai akhlak akan selalu menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari proses pendidikan,” jelasnya.
Profesor Ahmad Karim juga menilai perkembangan zaman menuntut pemikiran Islam terus berkembang melalui interpretasi yang relevan terhadap berbagai persoalan sosial.
“Diperlukan upaya melakukan pembacaan ulang terhadap teks-teks keislaman, memahami perbedaan antara ajaran yang bersifat pokok (ushuliyah) dan cabang (furuiyah), serta menghadirkan norma fiqih sebagai etika sosial yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat modern,” papar Profesor Abdul Karim dengan penuh semangat dan keceriaan.
Apresiasi turut disampaikan Doktor Irzum Farihah yang menilai keberhasilan mahasiswa menerbitkan buku menunjukkan kemampuan mereka dalam mengembangkan ide serta mengolah materi perkuliahan menjadi karya ilmiah yang bernilai akademik.
“Penerbitan buku tersebut menjadi bukti bahwa proses pembelajaran tidak berhenti pada ruang kelas, tetapi dapat berkembang menjadi karya nyata yang memberikan manfaat lebih luas bagi dunia akademik maupun masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Pascasarjana UIN Sunan Kudus, Profesor Ihsan, memberikan penghargaan atas keberhasilan mahasiswa membangun budaya literasi melalui penerbitan buku.
Menurutnya, karya ilmiah merupakan bagian dari tanggung jawab moral sekaligus akademik mahasiswa doktoral untuk memperkaya the body of knowledge.
Ia menambahkan, mahasiswa jenjang doktor tidak hanya dituntut menguasai teori, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan dan pencerahan melalui hasil kajian serta penelitian.
“Saya berharap karya ini nantinya dapat menjadi contoh bagi angkatan berikutnya. Selain itu, luaran dalam bentuk buku seperti ini juga akan memberikan kontribusi terhadap penguatan mutu dan akreditasi Pascasarjana ke depan,” tuturnya.
Di akhir sambutannya, Profesor Ihsan mengingatkan bahwa selain menghasilkan karya ilmiah, mahasiswa juga memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan studi secara optimal dan tepat waktu sebagai bagian dari tanggung jawab intelektual dan akademik.
Editor : Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian

