Breaking News
light_mode

Harga Solar Non-Subsidi Membebani Nelayan, DPRD Pati Minta Pemerintah Pusat Sediakan BBM Khusus

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Jum, 26 Jun 2026
  • visibility 100.324

PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mendesak pemerintah pusat untuk segera mewujudkan kebijakan penyediaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar khusus bagi nelayan.

Usulan ini disampaikan menyusul mahalnya harga solar non-subsidi yang dirasa sangat memberatkan pelaku usaha perikanan dan para nelayan.

Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Mukit, menyatakan bahwa ketersediaan solar khusus untuk nelayan sangat dibutuhkan guna menjamin keberlangsungan usaha penangkapan ikan sekaligus meningkatkan taraf kesejahteraan mereka.

“Kami berharap pemerintah pusat dapat mengakomodasi aspirasi para nelayan agar segera terealisasi adanya solar atau BBM khusus nelayan,” ujarnya.

Menurutnya, kenaikan harga solar non-subsidi yang mencapai sekitar Rp30 ribu per liter telah memberi dampak langsung pada aktivitas melaut.

Akibat kondisi ini, banyak kapal berukuran lebih dari 30 Gross Ton (GT) yang beroperasi di wilayah muara Sungai Juwana memilih untuk tidak melaut karena biaya operasional yang semakin membengkak.

Sebagai wakil rakyat, Mukit menegaskan akan terus menyampaikan dan memperjuangkan keinginan para nelayan kepada pemerintah pusat agar tersedia skema harga BBM yang lebih terjangkau bagi sektor perikanan.

“Kami meneruskan aspirasi teman-teman nelayan yang menginginkan adanya solar industri khusus untuk nelayan agar mereka dapat tetap beroperasi,” katanya.

Ia menilai penetapan harga solar non-subsidi yang berlaku saat ini sangat memberatkan pelaku usaha perikanan. Beban ini tidak hanya dirasakan oleh pemilik kapal, tetapi juga menyentuh para anak buah kapal (ABK) yang pendapatannya bergantung pada hasil tangkapan ikan.

Mukit menjelaskan bahwa sistem kerja di kapal-kapal nelayan Juwana pada umumnya menggunakan pola bagi hasil.

Oleh sebab itu, ketika biaya operasional naik dan jumlah hasil tangkapan menurun, maka penghasilan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan melaut pun ikut berkurang.

“Jika harga solar industri tetap tinggi, tentu akan memberatkan pelaku usaha maupun nelayan. Sebab sistem yang berlaku di kapal nelayan Juwana adalah bagi hasil, sehingga dampaknya dirasakan bersama,” pungkasnya.

(adv)

Editor : Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • LAZISNU Ngabul Jepara Salurkan 14,7 Juta Untuk Guru TPQ dan Madin

    LAZISNU Ngabul Jepara Salurkan 14,7 Juta Untuk Guru TPQ dan Madin

    • calendar_month Sen, 17 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 264
    • 0Komentar

    Penyerahan secara simbolis bisyaroh dari LAZISNU Ngabul untuk para guru TPQ dan madin. Puluhan guru TPQ dan madrasah diniyah di Desa Ngabul mendapat “THR” dari LAZISNU Ngabul. Total uang yang disalurkan sebesar 14,7 juta. JEPARA – Raut muka para guru TPQ dan madrasah diniyah di Desa Ngabul berseri-seri, menjelang lebaran ini mereka mendapat bisyaroh dari […]

  • Polresta Pati Lakukan Razia Miras Ilegal di Tiga Kecamatan, Puluhan Botol Disita

    Polresta Pati Lakukan Razia Miras Ilegal di Tiga Kecamatan, Puluhan Botol Disita

    • calendar_month Rab, 8 Jul 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 100.782
    • 0Komentar

    PATI – Guna menekan peredaran minuman keras beralkohol tanpa izin, Satuan Samapta Polresta Pati melaksanakan penindakan dalam rangka Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) Operasi Pekat II Candi 2026 pada Selasa (7/7/2026). Dalam operasi tersebut, petugas berhasil menyita puluhan botol minuman keras ilegal dari tiga warung yang tersebar di wilayah Kabupaten Pati. Tim razia dipimpin langsung […]

  • Siswa MTs Salafiyah Kajen Raih Juara 2 di Kejuaraan Karate Internasional

    Siswa MTs Salafiyah Kajen Raih Juara 2 di Kejuaraan Karate Internasional

    • calendar_month Sab, 31 Agu 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 250
    • 0Komentar

    PATI – Muhammad Ilyas Setiyawan, siswa Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Kajen, berhasil meraih prestasi membanggakan di ajang International Karate Championship Yogyakarta Open Tournament IV Kemenpora RI Cup. Ilyas, yang baru berusia 13 tahun, berhasil melaju hingga babak final kategori Kelas Pemula Putra dan meraih posisi runner-up. Kejuaraan yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Institut Karate-Do Nasional (INKANAS) […]

  • Ditolak Warga Puncel Dukuhseti, Pemilik Tutup Operasional Hotel D’Ayana

    Ditolak Warga Puncel Dukuhseti, Pemilik Tutup Operasional Hotel D’Ayana

    • calendar_month Sab, 13 Jul 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 259
    • 0Komentar

    PATI – Hotel D’Ayana di Desa Puncel Kecamatan Dukuhseti Pati, Jawa Tengah resmi ditutup oleh pemiliknya (12/7/2024). Penutupan ini merupakan permintaan warga, karena hotel itu dituding menjadi tempat esek-esek. Masyarakat berulang kali menggelar aksi untuk menutup hotel tersebut. Pemilik hotel, Eko Suprayitno warga Desa Banyutowo Kecamatan Dukuhseti membuat surat pernyataan penutupan operasional hotel tersebut. Surat […]

  • Halaqah Fiqih Peradaban di Kudus Kupas Masalah Minoritas

    Halaqah Fiqih Peradaban di Kudus Kupas Masalah Minoritas

    • calendar_month Sen, 14 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 214
    • 0Komentar

      Halaqah Fikih Peradaban digelar di Kudus Halaqah Fikih Peradaban digelar di Aula Pondok Tahfidh Yanbu’ul Qur’an (PTYQ) Kudus, Minggu (13/11/2022). Mengkaji Fikih Siyasah dan masalah kaum minoritas. Menghadirkan sejumlah narasumber tokoh nasional. KUDUS – Kegiatan Halaqah Fikih Peradaban dihadiri narasumber antara lain Hasyim Asy’ari SH MSi PhD (ketua Komisi Pemilihan Umum/KPU) RI, KH Ulil […]

  • Wakil Ketua DPRD Pati Dorong Pemanfaatan Sampah untuk Pupuk Organik

    Wakil Ketua DPRD Pati Dorong Pemanfaatan Sampah untuk Pupuk Organik

    • calendar_month Ming, 31 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 269
    • 0Komentar

    PATI – Wakil Ketua DPRD Pati, Hardi, menyoroti masalah tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pati. Ia memberikan masukan kepada pemerintah daerah untuk mengolah sampah menjadi pupuk organik. “Bisa juga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati terkait pengolahan sampah ini sampah bisa dijadikan pupuk organik. Supaya bisa dimanfaatkan oleh para petani,” ungkapnya. Dengan jumlah sampah mencapai […]

expand_less