Breaking News
light_mode

Edy Wuryanto Soroti Rencana PPPK SPPG MBG, Berpotensi Picu Konflik Sosial

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Kam, 22 Jan 2026
  • visibility 1.860

JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, mengajukan kritikan terhadap kebijakan rekrutmen pegawai Badan Gizi Nasional (BGN) dan proses pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), khususnya untuk tenaga yang terlibat dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pernyataan kritik tersebut disampaikannya dalam pertemuan kerja antara Komisi IX DPR RI dan Kepala BGN, Dadan Hindayana, beberapa waktu yang lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Edy menyoroti rencana pengangkatan sebanyak 32.000 pekerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi PPPK, yang akan dilaksanakan mulai bulan Februari 2026.

Ia menegaskan bahwa kebijakan ini berisiko menimbulkan ketidaksetaraan dan konflik sosial jika tidak dijalankan dengan memperhatikan prinsip keadilan di antara berbagai profesi yang ada.

Edy mengemukakan adanya ketidakseimbangan dalam hal gaji serta status kepegawaian di antara sejumlah profesi yang terlibat dalam Program MBG.

Ia menyebutkan bahwa kemungkinan besar sopir BGN atau tenaga dapur MBG memperoleh gaji yang lebih tinggi dibandingkan guru honorer, meskipun guru memiliki beban kerja yang lebih berat dan telah mengabdikan diri dalam waktu yang lebih lama.

“Sopir MBG yang mengantar gajinya lebih tinggi dari guru yang selama ini mendidik anak-anak. Mereka kuliahnya sampai berdarah-darah kok tiba-tiba mendapatkan perlakuan yang berbeda dari negara,” ujarnya.

Menurutnya, setiap profesi yang berkontribusi bagi negara layak mendapatkan perlakukan yang sama adilnya. Bila hal ini tidak diterapkan dengan baik, kebijakan tersebut justru berpotensi memicu rasa kecemburuan di tengah masyarakat.

“Padahal sama-sama mengabdi kepada negara. Jadi, tidak adil,” tegasnya.

Selain membahas permasalahan rekrutmen PPPK, Edy juga menyentil mengenai pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang hingga kini masih belum merata di seluruh wilayah Indonesia, terutama di daerah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T).

Ia mengingatkan agar pemerintah tidak hanya memusatkan perhatian pada pelaksanaan program di kawasan perkotaan, namun juga harus memastikan bahwa manfaat dari MBG benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di daerah terpencil.

Sementara itu, Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyelesaikan tahap pertama rekrutmen dan seleksi PPPK untuk sebanyak 2.080 pegawai. Para tenaga ini secara resmi telah memiliki status sebagai aparatur sipil negara (ASN) mulai tanggal 1 Juli 2025.

Dadan menegaskan bahwa seluruh proses rekrutmen telah dilakukan sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku, dan akan terus dilakukan evaluasi seiring dengan perluasan cakupan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis ke seluruh pelosok tanah air.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seorang Janda Diancam Dibacok oleh Tetangga karena Menagih Utang

    Seorang Janda Diancam Dibacok oleh Tetangga karena Menagih Utang

    • calendar_month Jum, 12 Jul 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 280
    • 0Komentar

    PATI – Seorang janda warga Desa Sidokerto, Pati, mengalami ancaman pembacokan dari tetangganya karena menagih utang yang belum dibayar. Kejadian terjadi saat arisan dawis pada Senin (8/7/2024). Rumilah, janda tersebut, merasa takut dan khawatir setelah diancam oleh pelaku dengan golok saat mencoba mengklarifikasi utang kepada istri pelaku. “Saya coba konfirmasi terkait dengan uang Rp10 juta […]

  • Efektivitas Persebaya Jadi Pembeda, Persijap Jepara Kehilangan Arah di GBT

    Efektivitas Persebaya Jadi Pembeda, Persijap Jepara Kehilangan Arah di GBT

    • calendar_month Sen, 29 Des 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.467
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, kembali menjadi panggung yang sulit bagi tim tamu. Minggu (28/12/2025) sore, Persijap Jepara datang dengan harapan mencuri poin, namun pulang dengan kenyataan pahit setelah takluk telak 0-4 dari Persebaya Surabaya. Skor besar itu bukan sekadar angka, melainkan cermin jelas dari perbedaan efektivitas kedua tim sepanjang 90 menit […]

  • DPRD Pati Dukung Gerakan Pangan Murah untuk Bantu Masyarakat

    DPRD Pati Dukung Gerakan Pangan Murah untuk Bantu Masyarakat

    • calendar_month Sab, 30 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 337
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati, Jawa Tengah, menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di 21 kecamatan pada Sabtu (30/08/2025) dengan tujuan menstabilkan harga pangan. GPM ini merupakan tindak lanjut dari Surat Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 500.1/5790/SJ tentang Gerakan Pangan Murah (GPM) Kecamatan Serentak se-Indonesia, yang bertujuan menjaga stabilitas harga pangan dan memeriahkan Hari […]

  • Ketua Sementara DPRD Pati Tekankan Pentingnya Transparansi Pengelolaan Dana Desa

    Ketua Sementara DPRD Pati Tekankan Pentingnya Transparansi Pengelolaan Dana Desa

    • calendar_month Kam, 19 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 321
    • 0Komentar

    PATI – Ketua Sementara DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan anggaran desa. Menurutnya, transparansi merupakan pilar utama dalam membangun tata kelola keuangan desa yang baik. “Transparansi bukan hanya soal keterbukaan informasi, tapi juga tentang membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa,” ujarnya. Ia juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam perencanaan dan pengawasan […]

  • Tinjau Sungai Tercemar di Kecamatan Margoyoso, Plt Bupati Pati: Sumber Masalah Harus Diselesaikan, Bukan Hanya Pembersihan

    Tinjau Sungai Tercemar di Kecamatan Margoyoso, Plt Bupati Pati: Sumber Masalah Harus Diselesaikan, Bukan Hanya Pembersihan

    • calendar_month Ming, 16 Agu 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 101.690
    • 0Komentar

    PATI – Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra meninjau langsung kondisi Sungai Bango di Desa Bulumanis Lor, Kecamatan Margoyoso, Sabtu (15/8/2026). Kunjungan ini dilakukan setelah ditemukan kembali tumpukan sampah serta dugaan limbah industri tapioka di sepanjang aliran sungai, padahal pembersihan telah dilaksanakan pada rentang Juni hingga Juli lalu. Peninjauan berlangsung bersama jajaran Dinas Pekerjaan Umum […]

  • Revisi Perda RTRW di Pati, Zona Hijau Harga Mati

    Revisi Perda RTRW di Pati, Zona Hijau Harga Mati

    • calendar_month Kam, 1 Mar 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 298
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, PATI  – Peraturan daerah (perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Pati akan memasuki revisi. Hal ini melihat waktunya yang sudah lima tahun. Perda RTRW perlu direvisi sebab dalam kurun waktu itu bisa saja terjadi perubahan atas kondisi geografis yang ada. Hal itu dikatakan Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati Awi.   ”Perda Nomor […]

expand_less