Saham Mayoritas Persiku Kudus Dilepas, SMM Was-Was
- account_circle Redaksi
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 989

Skuad Persiku Kudus di Liga 2 Championship musim 2025/2026.
KUDUS – Rencana pelepasan mayoritas saham Persiku Kudus pada musim mendatang memunculkan kekhawatiran di kalangan suporter terkait masa depan klub kebanggaan masyarakat Kudus tersebut.
Ketua SMM Kudus, Krisna Andrian, mengaku telah menerima informasi bahwa saham mayoritas Persiku akan dilepas kepada investor baru. Kondisi itu dinilai dapat memengaruhi arah dan identitas klub ke depan.
Menurutnya, muncul kekhawatiran apabila investor baru nantinya membawa perubahan besar, termasuk kemungkinan pemindahan lisensi klub ke daerah lain. Ia menyinggung sejumlah kasus serupa yang pernah terjadi di sepak bola nasional, salah satunya perubahan Persikas Subang menjadi Sumsel United.
“Kami khawatir kalau saham mayoritas dilepas, jangan sampai Persiku mengalami hal seperti klub lain di Jawa Barat,” ujarnya.
Para suporter berharap calon investor tetap mempertahankan identitas Persiku sebagai klub asal Kudus. Mereka juga menegaskan komitmennya untuk terus memberikan dukungan penuh kepada tim pada musim mendatang.
Selain mempertahankan identitas klub, suporter meminta agar Persiku tetap bermarkas di wilayah Jawa Tengah. Salah satu opsi stadion yang disebut memungkinkan ialah Stadion dr. H. Moch. Soebroto di Kota Magelang.
“Kami berharap Persiku tidak bermain jauh ke Jawa Barat, karena akan memberatkan biaya dan jarak,” tambah Krisna.
Menurutnya, apabila pertandingan kandang digelar di luar Jawa Tengah, maka jarak tempuh suporter akan semakin jauh dan berpotensi menurunkan antusiasme penonton untuk hadir langsung di stadion.
Di sisi lain, Direktur Utama PT Persiku, Amirul Fuad Adha, membenarkan bahwa manajemen akan melepas saham mayoritas klub. Meski demikian, pihaknya tetap mempertahankan sebagian kepemilikan saham di bawah 30 persen.
Ia memastikan calon investor tetap memiliki komitmen menjaga keberlangsungan Persiku di kompetisi Liga 2, bahkan membuka peluang untuk membawa klub promosi ke Liga 1.
“Kami memastikan Persiku tetap di Liga 2, dan kalau bisa naik ke Liga 1 tentu lebih baik,” ujarnya.
Keputusan pelepasan saham mayoritas tersebut disebut sebagai bagian dari evaluasi manajemen terhadap performa tim dalam dua musim terakhir di Liga 2.
- Penulis: Redaksi
- Editor: Arif

