Saham Mayoritas Persiku Kudus Dilepas, SMM Was-Was
- account_circle Redaksi
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 990

Skuad Persiku Kudus di Liga 2 Championship musim 2025/2026.
Target awal untuk bersaing di papan atas belum tercapai lantaran Persiku beberapa kali harus berjuang di papan bawah klasemen.
Pada musim debutnya di Liga 2, Persiku sempat ditargetkan bersaing di papan atas. Namun, tim justru harus menjalani play-off degradasi. Situasi serupa kembali terjadi pada musim berikutnya sebelum akhirnya mampu bertahan di kompetisi.
Manajemen juga menyoroti fluktuasi jumlah penonton yang berdampak terhadap kondisi finansial klub. Ketika jumlah suporter menurun, beban operasional pertandingan harus ditanggung oleh manajemen.
“Antusias penonton memang naik turun, dan itu sangat berpengaruh pada biaya operasional,” pungkasnya.
Diberitakan Dirut PT Relasi Sport Muria Indonesia, Abdul Fuad Amirul mengaku sudah beberapa orang yang berminat untuk membeli saham Persiku Macan Muria.
Meskipun terdapat beberapa pihak yang menginginkan saham Persiku, manajemen tetap memperhatikan peminat yang lebih proprer.
Pihaknya juga memastikan, kepemilikan saham minoritas masih dipegang oleh manajemen sebesar 30 persen. Saat ditanyai mengenai salah satu penawar saham mayoritas, Fuad belum memberikan jawaban sosok tersebut.
- Penulis: Redaksi
- Editor: Arif

