Breaking News
light_mode

Usia 68 Tahun, Wis Wayahe Persipa Jaya

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 21 Apr 2019
  • visibility 961



Persipa bukan kesebelasan kemarin
sore. Usianya sudah 68 tahun. Persipa terbentuk 19 April 1951 silam. Namun di
usianya yang sudah dewasa nan matang tersebut, Persipa belum berprestasi
apa-apa.
Ketua Umum Persipa, Saiful Arifin
mengungkapkan hal tersebut di momen syukuran ulang tahun yang digelar di lantai
11 The Safin Hotel Jumat (19/4/2019) malam. ”Persipa sudah dewas usianya telah
68 tahun. Tapi belum berprestasi apa-apa. Di momen ini saatnya Persipa jaya dan
berprestasi,” kata pria yang juga Wakil Bupati Saiful Arifin ini di depan para
pemain, tim pelatih, manajemen, dan perwakilan suporter.
”Oleh karena itu, di musim ini
kami tak main-main menyiapkan tim. Targetnya jelas harus berprestasi dan
tentunya naik kasta.,” tegas Saiful Arifin disambut riuh tepuk tangan hadirin.
Seperti diketahui, musim 2019 ini
Laskar Saridin memang lebih mantap menyiapkan timnya. Jauh hari, persiapan
telah dilakukan mulai pemusatan yang saat itu dipandu Dwi Ariyanto sebagai
pelatih kepala. Hingga menggelar sejumlah seleksi, dan perekrutan pemain yang
benar-benar sesuai untuk memenuhi ekspektasi berprestasi dari seluruh
masyarakat Pati.
Saat ini komposisi pemain dari
tim kebanggan Patifosi ini telah hampir komplit. Beberapa pemain yang telah
berpengalaman bermain di kompetisi level atas juga telah direkrut. Termasuk
mendatangkan pelatih anyar berpengalaman Gatot Barnowo. 
Selain memperkenalkan Coach GB,
acara tersebut juga memperkenalkan rekrutan anyar seperti Restu Zola
(Magelang),Deni Kusnanto (Klaten), dan Iqbal Al Ghuzat (Pemain Kelahiran Pati
yang berdomisili Kudus). Termasuk juga tiga pemain yang sudah diumumkan di
media sosial sebelumnya yakni Vendy (klaten), Reza Erlangga (Palembang), dan
Dicky Wicaksono (Semarang). (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cetak Sejarah, Safin Pati U15 Juara Piala Soeratin Jateng 2026; U17 Sukses Jadi Runner Up

    Cetak Sejarah, Safin Pati U15 Juara Piala Soeratin Jateng 2026; U17 Sukses Jadi Runner Up

    • calendar_month Ming, 30 Agu 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 102.053
    • 0Komentar

    SOLO – Gelar juara diraih oleh tim Safin Pati U15 setelah berhasil mengukuhkan posisi sebagai juara Piala Soeratin Jawa Tengah 2026. Penentuan juara berlangsung di Lapangan Kota Barat, Solo, Minggu (30/8/2026), saat mereka menundukkan perlawanan Fortuna PFA Sukoharjo dengan skor meyakinkan 2-0. Gol pembuka tercipta pada menit ke-7 melalui tendangan keras kaki kanan kapten tim, […]

  • Bus pemain Persijap Jepara di tengah lautan suporter.

    Suporter Rayakan Persijap Jepara Stay di Super League, Bupati Harap Musim Depan 5 Besar

    • calendar_month Rab, 13 Mei 2026
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 376
    • 0Komentar

      JEPARA – Ribuan suporter Persijap Jepara merayakan keberhasilan bertahan di kompetisi Super League musim depan. Perayaan meriah ini tidak berlebihan sebagai ekspresi bersyukur, sebab sempat mengalami masa – masa sulit khususnya di putaran pertama. Dimana Persijap mengalami kekalahan beruntun sejak pekan ke-6 hingga akhir putaran pertama. Kondisi ini membuat Persijap menghuni zona degradasi. “Bersyukur […]

  • Dengan Sains Olahraga, PFA Memoles Mutiara Hitam Lebih Mengkilap

    Dengan Sains Olahraga, PFA Memoles Mutiara Hitam Lebih Mengkilap

    • calendar_month Jum, 31 Mar 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 317
    • 0Komentar

      Pelatih Papua Football Academy melihat cara anak asuhnya mengumpan bola/FOTO PAPUA FOOTBALL ACADEMY  Shin Tae Yong pernah mengkritik pemain Indonesia sudah salah sejak level dasar, dari teknik bermain hingga pemenuhan nutrisinya. Karenanya Sekolah Sepak Bola (SSB) dan akademi sepak bola yang membina usia dini mesti berbenah PAPUA – Lahirnya Papua Football Academy (PFA) cukup […]

  • Temuan Bangunan di Dukuh Cacah Bukan Makam Mbah Gamirah, Balai Arkeologi : Itu Bangunan Belanda

    Temuan Bangunan di Dukuh Cacah Bukan Makam Mbah Gamirah, Balai Arkeologi : Itu Bangunan Belanda

    • calendar_month Jum, 16 Nov 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 288
    • 0Komentar

    Tim dari Balai Arkeologi Yogyakarta sedang mengamati beberapa temuan di lokasi punden Dukuh Cacah Desa Sukoharjo Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati PATI – Setelah melakukan observasi selama dua hari, Balai Arkeologi Yogyakarta menyimpulkan, temuan warga berupa struktur bangunan di Dukuh Cacah Desa Sukoharjo merupakan sebuah bangunan peninggalan kolonial Belanda. Bukan makam seperti yang diduga banyak pihak. […]

  • Anggota DPRD Pati, Kastomo Tekankan Pentingnya Manajemen yang Baik untuk BUMDes

    Anggota DPRD Pati, Kastomo Tekankan Pentingnya Manajemen yang Baik untuk BUMDes

    • calendar_month Sab, 19 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 312
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati, Kastomo, menilai kondisi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Pati masih belum sepenuhnya siap. Kesiapan tersebut meliputi manajemen dan sumber daya manusia (SDM). Realitanya, banyak BUMDes yang belum beroperasi. Pertumbuhan BUMDes di Kabupaten Pati juga masih minim, hanya sekitar 10 persen. “Saya melihat keadaan BUMDes di Kabupaten Pati, kesiapan […]

  • Peningkatan Infrastruktur di Pati Selatan Pacu Pertumbuhan Ekonomi

    Peningkatan Infrastruktur di Pati Selatan Pacu Pertumbuhan Ekonomi

    • calendar_month Rab, 15 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 305
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati terus memacu pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan dengan fokus pada percepatan penyelesaian tiga ruas jalan utama di Pati Selatan. Proyek yang didanai dari APBD sebesar Rp15 miliar ini ditargetkan rampung pada pertengahan Oktober 2025. Tiga ruas jalan yang tengah dikebut pengerjaannya meliputi Angkatan Lor-Godo (3,1 km), Angkatan Lor-Karangwono (2,3 […]

expand_less