Breaking News
light_mode

Uji Coba Taman Diserbu Warga

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 27 Nov 2017
  • visibility 169


Uji coba Taman Stasiun Puri diserbu warga hingg larut malam


Lingkar Muria, PATI – Pengoperasian air mancur bergoyang di Taman
Stasiun Puri dilakukan beberapa malam lalu, dan uji coba terakhir dilakukan
Sabtu (25/11) malam kemarin, untuk mengetahui kinerja dari air mancur tersebut.
Uji coba ini menarik perhatian beberapa warga sekitar yang sengaja datang, atau
yang kebetulan melintas di jalan tersebut. Alunan musik, irama goyangan air
mancur, serta warna-warni lampu yang menghiasi tiap sudut taman, memang terasa
apik.
Agung Suprianto Tim Teknis dari CV
Rahmawati sebagai rekanan proyek taman tersebut menuturkan, uji coba dilakukan
beberapa malam untuk mengetahui kinerja dari air mancur tersebut.
”Ini dilakukan agar nantinya air
mancur dapat maksimal dinikmati ketika taman sudah resmi dibuka untuk umum,”
katanya kepada Lingkar Muria.
Sampai saat ini, lanjut Agung,
masih ada beberapa hal yang mesti dikerjakan, seperti air mancur yang ada di
atas itu belum berfungsi. ”Sayangnya area kolam taman yang kurang luas
menjadikan air mancur ini kurang spektakuler,” lanjut Agung.
Muncratan air mancur ini, lanjut
Agung, hanya tiga meter saja, padahal bisa tujuh meter. Akan tetapi kalau
dimaksimalkan tujuh meter nanti airnya muncrat kemana-mana, sebab kolamnya yang
memang kurang besar.
Sementara itu Kasi Pertamanan Dinas
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Sutejo, melalui staf bidang Kebersihan dan
Pertamanan Ariyanto Wibowo menuturkan, pembangunan taman senilai 1,3 milyar ini
akan dibuka untuk umum pertengahan Desember mendatang.
”Saat ini sudah 99 persen
pengerjaannya. Tinggal penyelesaian tulisan ”Taman Stasiun Puri” di atas tembok
taman. Selain itu juga untuk menyiapkan tanaman agar saat dibuka untuk umum
kondisinya sudah baik,” jelasnya.
Nur Aini salah satu warga yang
sengaja datang kesini menuturkan, awalnya dirinya melihat foto taman ini di beranda
media sosial temannya, lalu ia penasaran dan memutuskan untuk melihat keindahan
taman ini di malam hari.
”Bagus banget, alunan musiknya
enak, air mancurnya juga bergoyang,” kata perempuan yang datang bersama
temannya ini.
Uji coba terakhir ini sengaja
dilakukan lebih lama, biasanya hanya tiga jam, uji coba malam kemarin sampai
larut malam. Sekitar pukul 22.00, masih ada pengunjung yang datang silih
berganti. Kebanyakan mereka berfoto-foto dengan latar air mancur yang bergoyang
diiringi music. Ada juga yang hanya duduk-duduk dan menikmati keindahan taman
di depan SMP N 4 Pati ini. (lil)  
  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menerima kunjungan tim dari Undip Semarang.

    Undip Jajaki Beasiswa Penuh dan Pembukaan Kampus di Pati

    • calendar_month Kam, 2 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 3.953
    • 0Komentar

      PATI – Universitas Diponegoro (Undip) membuka peluang kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Pati terkait penyediaan beasiswa penuh bagi warga kurang mampu serta rencana pengembangan kampus di daerah. Penjajakan tersebut dibahas dalam pertemuan antara Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, dan Direktur Akademik Undip, Siswo Sumardiono, di Pendopo Kabupaten Pati. Pertemuan berlangsung konstruktif dengan fokus […]

  • PWI Pati Keliling Sekolah Gelar Pelatihan Jurnalistik

    PWI Pati Keliling Sekolah Gelar Pelatihan Jurnalistik

    • calendar_month Sab, 5 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 148
    • 0Komentar

      Roadshow jurnalistik dan literasi media PWI Pati di MA Manahijul Huda Desa Ngagel Dukuhseti Pati PATI – Dalam rangka literasi media PWI Pati berkeliling ke sekolah – sekolah menggelar pelatihan jurnalistik. Kick off dimulai di MA Manahijul Huda Desa Ngagel Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati, Sabtu (5/11/2022). Selain itu di hari pertama ini literasi media […]

  • Perahu Pantai Bandengan Jepara

    Perahu Pantai Bandengan Jepara

    • calendar_month Sab, 19 Mei 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 321
    • 0Komentar

    MENUNGGU PENUMPANG : Beberapa perahu wisata disandarkan di dermaga Pantai Bandengan Jepara. Perahu ini akan membawa wisatawan menuju Pulau Panjang. (lil)

  • Nasib Persipa Muda di Tangan Kepala BKPP Pati

    Nasib Persipa Muda di Tangan Kepala BKPP Pati

    • calendar_month Kam, 27 Jun 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Jumani Saiful Arifin, Ketua Umum Persipa, secara resmi telah menunjuk Jumani menjadi manajer Persipa U-17 atau tim junior. Jumani, yang sehari-hari menjabat sebagai kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) ini akan mengemban amanat pembinaan pesepakbola muda di Bumi Mina Tani ini. ”Karena sifatnya pembinaan, Pak Jumani yang sangat menggemari sepak bola ini saya yakini […]

  • Menggali Kembali Kebesaran Dr Tjipto Mangoenkoesoemo, Putera Asli Jepara

    Menggali Kembali Kebesaran Dr Tjipto Mangoenkoesoemo, Putera Asli Jepara

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 141
    • 0Komentar

      Dialog budaya ngobrolin dr Tjipto  Jepara tidak hanya RA Kartini dan Sosrokartono. Ada nama besar Dr Tjipto. Putra kelahiran Pecangaan Kulon. Tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia ini terkenal sebagai tiga serangkai. Bersama Ki Hajar Dewantara dan Douwes Dekker. Kiprahnya pada masa pergerakan dulu patut diteladani generasi masa kini.   Di balaidesa Pecangaan Kulon, Kabupaten Jepara, […]

  • Bencana Alam, Pemerintah, dan Peran Perusahaan

    Bencana Alam, Pemerintah, dan Peran Perusahaan

    • calendar_month Rab, 18 Mar 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Ahmad Kharis Secara geografis, Indonesia merupakan negara yang masuk dalam kawasan rawan bencana alam, atau disebut Ring of Fire Indonesia. Keadaan tersebut menyebabkan Indonesia kerap mengalami beragam bencana alam.Seperti gempa bumi, tsunami, hingga letusan gunung berapi. Dampak Gempa Bumi di Maluku, 26 September 2019, total rumah rusak sekitar 12.137 unit. Jumlah kerusakan paling banyak dibandingkan […]

expand_less