Breaking News
light_mode

Senjata Makan Tuan, Jebakan Listrik Tikus di Margorejo Pati Dipreteli

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 19 Jan 2019
  • visibility 308
Kabel listrik yang digunakan untuk membuat setrum jebakan tikus diputus


PATI
– Jebakan tikus dengan aliran listrik yang terpasang di sawah, kerap memakan
korban. Atas dasar itulah jebakan listrik yang ada di Desa Jambean Kidul
Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati dipreteli, Jumat (18/1/2019).
Kapolsek
Margorejo AKP Endah Setianingsih menyebut, dalam waktu satu bulan dia mencatat
sudah ada dua petani yang sekarat akibat tersengat jebakan listrik yang
dipasangnya sendiri. ”Sudah dua yang meninggal selama saya di sini. Pertama Desember
tahun lalu dan yang terbaru bulan ini di Desa Jambean Kidul. Keduanya meninggal
dunia di sawah karena tersengat listrik tersebut,” jelas AKP Endah Setianingsih.
Berdasarkan
hal itulah, pihaknya bersama dengan Koramil, PLN dan pihak desa di Desa Jambean
Kidul Kecamatan Margorejo melakukan penertiban penggunaan setrum di sawah.
Dirinya juga mengaku tidak ingin hal yang serupa terjadi lagi.
”Dengan
adanya kegiatan penertiban ini, diharapkan bisa menjadi contoh bagi desa-desa
yang lain, terutama di wilayah Kecamatan Margorejo dan nantinya pun Polsek
Margorejo akan melaksanakan kordinasi dengan kepala desa yang ada di wilayah Kecamatan
Margorejo yang di desanya masih ada masyarakat yg memasang aliran listrik
disawah,” imbuhnya.
Dalam
kegiatan ini, dirinya juga mengaku harus tegas dan terukur. Sebab penggunaan
strum listrik untuk membasmi hama tikus di sawah jelas melanggar aturan.
Penggunaan meteran listrik tidak boleh digunakan untuk area persawahan.
Petugas
PLN kemudian mematikan meteran listrik dan memutus kabel listrik yang menuju ke
arah sawah dan positif digunakan untuk setrum tikus kurang 10 meter.
Untuk
lokasinya sendiri adalah di area sawah sekitar Kantor Perkumpulan Petani
Pamakai Air (P3A) Tirta Dharma dengan hasil memutus kurang lebih 10 jalur kabel
yang menuju ke sawah. Area sawah Blok Pengkok Desa Jambaean Kidul Rt. 05 RW 05
dengan hasil memutus kuarang lebih 5 jalur kabel yang menuju ke sawah. Area
sawah Blok Banyak Ds. Jambean Kidul Rt. 03 RW 04 di tiga tempat dan berhasil
memutus kurang lebih 13 kabel listrik yang menuju ke sawah.
Selain
itu pihak PLN juga melepas meteran listrik milik Parto Supaat warga Desa
Jambean Kidul Rt. 07/08 Kecamatan Margorejo.
“Kegiatan
penertiban aliran listrik untuk setrum hama tikus di Desa Jambean Kidul
dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari Perdes No. 7 tahun 2018 tentang
larangan penggunaan aliran listrik untuk mensetrum hama tikus,” tandasnya.
Sementara
itu, informasi yang berhasil dihimpun redaksi, kasus jebakan listrik di sawah
yang digunakan untuk membasmi tikus ini sudah berulang kali memakan korban. Setidaknya
tercatat sudah ada 3 peristiwa senjata makan tuan ini. Belum lama, peristiwa
petani tewas kena setrum jebakan tikus terjadi di Desa Tanjang Kecamatan Gabus,
pada (20/11/2018). Sebelumnya kejadian serupa pernah terjadi di Desa Penembuhan
Kecamatan Margorejo pada (17/5/2016), dan terjadi juga di Desa Ngawen Kecamatan
Margorejo pada (16/10/2016) lalu. (has)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Desak Promosi Masif Potensi Bumi Mina Tani untuk Tarik Investor

    DPRD Pati Desak Promosi Masif Potensi Bumi Mina Tani untuk Tarik Investor

    • calendar_month Rab, 30 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 334
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati mendorong promosi yang lebih masif terkait potensi Kabupaten Pati, yang dikenal sebagai Bumi Mina Tani, guna menarik lebih banyak investor. Harapannya, iklim investasi di Pati meningkat, sehingga bisa turut membantu menggerakkan roda perekonomian. “Pemerintah Kabupaten Pati wajib meningkatkan promosi sebagai kabupaten ramah investasi,” ungkap Anggota DPRD Pati, […]

  • Gencarkan Inventarisir Benda Cagar Budaya

    Gencarkan Inventarisir Benda Cagar Budaya

    • calendar_month Sab, 9 Des 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 360
    • 0Komentar

    BUKU : Trevita Puspita Hadi menunjukkan buku hasil pendataan cagar budaya di salah satu kecamatan Lingkar Muria, PATI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati melalui Kasi Cagar Budaya dan Tradisi, gencar melakukan inventarisasi benda cagar budaya yang ada di Kabupaten Pati. Sampai saat ini di Kabupaten Pati ada sebanyak 205 benda cagar budaya. ”Sebanyak […]

  • Ekspresikan Kelembutan Hati Dengan Menari

    Ekspresikan Kelembutan Hati Dengan Menari

    • calendar_month Sen, 27 Nov 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 439
    • 0Komentar

    Almayda Fyandani Gadis kelahiran Pati 22 Oktober 2000 ini mengatakan, menari bukan hanya sebuah budaya dan kesenian belaka. Almayda menganggap, tari adalah sebuah penggambaran karakter seseorang. Menari baginya, dapat memunculkan ekspresi kelembutan hati. Kelembutan hati ini sangat cocok dengan karakter seorang perempuan. Terlebih dalam tarian Jawa yang punya gerakan halus yang sangat memikat. Almayda mulai […]

  • DPRD Pati Tekankan Pentingnya Pembinaan PKL Berdasarkan Perpres

    DPRD Pati Tekankan Pentingnya Pembinaan PKL Berdasarkan Perpres

    • calendar_month Sel, 31 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.947
    • 0Komentar

    PATI – Alun-Alun Kembangjoyo yang berlokasi di Jalan Kembangjoyo, Kelurahan Klegen, Kecamatan Kalidoro, Kota Pati, dibangun Pemerintah Kabupaten Pati untuk menampung para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang harus direlokasi dari zona merah. Zona merah tersebut mencakup Alun-Alun Simpanglima Pati serta beberapa jalan protokol lainnya. Sebelumnya, para PKL yang direlokasi ini ditempatkan di kawasan Perhutani Pati […]

  • Lulusan TKJ Kepincut Jadi Bidan

    Lulusan TKJ Kepincut Jadi Bidan

    • calendar_month Sel, 16 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 363
    • 0Komentar

    Mefiana Desy Safitri Mefi/DOKUMEN PRIBADI Banyak yang merasa heran dan tak habis piker, melihat riwayat pendidikan Mefiana Desy Safitri. Perempuan kelahiran Pati, 17 Desember 1999 ini sebelumnya mengenyam pendidikan di Teknik Komputer Jaringan SMK Telkom Terpadu AKN Marzuki, namun kini ia lebih memilih melanjut di Jurusan Kebidanan. ”Awalnya memang banyak yang keheranan. Biasanya akrab dengan […]

  • Niat Menjaga Lereng Muria, Agar Lestari dan Menghidupi

    Niat Menjaga Lereng Muria, Agar Lestari dan Menghidupi

    • calendar_month Ming, 1 Mar 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 279
    • 0Komentar

    Penanaman di lereng Pegunungan Muria  Kawasan sumber air menjadi sorotan. Sejumlah pegiat lingkungan menaruh perhatian untuk melestarikan. Agar keseimbangan alam kembali terjadi. Menjadikan Pegunungan Muria lestari dan menghidupi. JEPARA – Kawasan hulu menjadi sasaran penanaman pohon. Seperti yang dilakukan sejumlah warga di kawasan saluran irigasi Tines Dukuh Setro, Desa Batealit. Mereka tergabung dalam kelompok Sekretariat bersama […]

expand_less