SEMARANG – Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) memastikan Kota Semarang tetap kondusif setelah aksi unjuk rasa mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) berlangsung damai di depan Mapolda Jateng pada Sabtu (30/8/2025).
Aksi yang berlangsung sejak pukul 13.00 WIB itu berakhir tertib pada pukul 14.00 WIB.
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, mengapresiasi mahasiswa atas kedewasaan mereka dalam menyampaikan aspirasi.
“Alhamdulillah aksi mahasiswa berlangsung lancar, tertib, dan damai. Kami dari kepolisian sangat menghargai dan mengapresiasi hal ini,” ujarnya dalam keterangan di Mapolda Jateng.
Namun, satu jam setelah aksi mahasiswa usai, sekitar pukul 15.00 WIB, muncul aksi anarkis dari kelompok anarko yang telah berada di sekitar lokasi sejak siang. Jumlah mereka terus bertambah hingga membentuk kelompok besar.
“Pada pukul 15.15 WIB, kelompok ini melakukan aksi anarkis berupa perusakan fasilitas umum serta pelemparan batu dan benda keras ke arah petugas,” jelas Kombes Pol Artanto.
Setelah himbauan tidak diindahkan, petugas kepolisian bertindak tegas membubarkan dan mengamankan para pelaku.
“Hingga sore hari ini, sebanyak 318 orang dari kelompok anarko sudah diamankan. Saat ini mereka sedang menjalani pemeriksaan dan pendataan oleh Ditreskrimum Polda Jateng,” imbuhnya.
Kombes Pol Artanto menegaskan komitmen kepolisian untuk menjaga keamanan dan kondusifitas Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang. Ia juga menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi.
“Kami himbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi untuk ikut melakukan aksi anarkis karena sangat merugikan masyarakat dan perekonomian,” pungkasnya.
Editor: Arif