Breaking News
light_mode

Sekarang Pemkab Jepara Mulai Rapat Tanpa Nyampah Plastik

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 26 Jun 2019
  • visibility 1.038

Minum tanpa air kemasan plastik
JEPARA – Terobosan baru dilakukan
Pemerintah Kabupaten Jepara dalam rangka mngurangi persoalan sampah plastik. Hal
itu seperti yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup pada Selasa (25/6/2019), saat
menggelar kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah rumah tangga di Pendapa
Kartini.

Dalam acara tersebut, tamu undangan
diminta mengambil sendiri air minum yang disediakan dalam bentuk galon. Para tamu
diperkenankan mengambil dengan kemasan tumbler yang sebelumnya sudah diimbau
dalam surat undangan. Tamu yang tidak membawa tumbler, disediakan gelas kertas.

 “Mulai hari ini tidak ada sampah plastik dalam
rapat dan sejenisnya. Jenis kudapan pun kami pilih yang menggunakan kemasan
daun dan kertas. Makanya tidak ada air mineral kemasan plastik di kotak jajan.
Kami berharap tamu undangan membawa tumbler minuman. Yang tidak membawa, kami
minta mengambil minum dengan gelas kertas,” kata Kepala DLH Kabupaten Jepara,
Farikhah Elida.

Hal ini untuk memastikan sampah
yang diproduksi adalah jenis sampah yang bisa terurai. Dia berharap pola seperti ini diikuti perangkat daerah lain dalam setiap acara
yang digelar. Dengan demikian ada langkah nyata dalam memerangi sampah plastik
sejak dari sumbernya.

Sosialisasi ini sendiri digelar
untuk menghimpun dukungan dalam menjalankan strategi pengelolaan sampah rumah
tangga dan sejenisnya di Kabupaten Jepara. Kegiatan itu dibuka oleh Sekretaris
Daerah Kabupaten Jepara Edy Sujatmiko. DLH mengundang para lurah dan petinggi
dari seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Jepara. Juga perwakilan perangkat
daerah dan masyarakat dari titik pantau Adipura.

Menurut Elida, dalam upaya menuju Jepara
2025 Bebas Sampah, pihaknya menargetkan komposisi pengelolaan sampah pada tahun
itu adalah 70 persen penanganan dan 30 persen pengurangan, dari seluruh
timbunan sampah yang ada. Setiap tahun, kenaikan penanganan sampah ditarget
sebanyak 2 persen dari tahun sebelumnya.

Sekda Jepara Edy Sujatmiko
menyebut, komitmen perangkat daerah dalam memerangi sampah plastik melalui cara
seperti, harus plastik.

“Jajanan Nogosari yang dulu
dibungkus daun pisang, kini disajikan dalam kemasan plastik. Saya harap
sekarang kembali menggunakan daun pisang. Ayo kita kembali ke alam. Aromanya
lebih sedap,” kata Edy.

Dia meminta semua pihak
berpartisipasi. “Ini tanggung jawab kita bersama. Ayo kita mulai dari diri,
keluarga, dan lingkungan demi kelestarian lingkungan hidup di sekitar kita,”
tegasnya. (alb)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Dorong 1.000 Sumur Bor untuk Atasi Kekeringan

    DPRD Pati Dorong 1.000 Sumur Bor untuk Atasi Kekeringan

    • calendar_month Sel, 8 Sep 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 102.142
    • 0Komentar

    PATI – Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pati mendapat perhatian dari DPRD setempat. Wakil Ketua DPRD Pati, Hardi, menyoroti kondisi kekeringan terutama di wilayah Pati selatan yang tidak hanya berdampak pada kebutuhan air masyarakat, tetapi juga mengancam lahan pertanian. “DPRD Pati turut memberikan perhatian masalah kekeringan yang banyak menimpa masyarakat di wilayah Pati […]

  • Anggota Dewan Pati Muslihan : Sound Horeg Rawan Konflik di Acara Karnaval Desa, Aturan Harus Jelas

    Anggota Dewan Pati Muslihan : Sound Horeg Rawan Konflik di Acara Karnaval Desa, Aturan Harus Jelas

    • calendar_month Sab, 14 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 406
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, menyoroti penggunaan “sound horeg” pada acara karnaval di desa-desa yang dinilai tidak mencerminkan kearifan lokal dan malah menimbulkan keresahan di kalangan warga. “Suara keras ‘sound horeg’ seringkali memicu konflik antarwarga, bahkan berujung pada tindak kekerasan,” ujarnya. “Yang lebih memprihatinkan, dengan adanya ‘sound horeg’ dijadikan kesempatan berpesta bahkan sampai […]

  • Hasil Buruk di Putaran Pertama Suporter Persijap Tuntut Kejelasan Manajemen

    Hasil Buruk di Putaran Pertama Suporter Persijap Tuntut Kejelasan Manajemen

    • calendar_month Rab, 27 Okt 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 353
    • 0Komentar

      JEPARA – Suporter Persijap Jepara kompak melayangkan petisi kepada manajemen dalam hal ini PT Jepara Raya Multitama yang menjadi badan hukum Persijap. Ada enam tuntutan yang ditandatangani tiga perwakilan kelompok supporter, Jetman, Banaspati dan Curva Nord Syndicate. Tuntutannya mulai dari kejelasan status headcoach Jaya Hartono sampai kejelasan target manajemen di kompetisi Liga 2 musim […]

  • Festival Wulan Merindu di Bendungan Wilalung yang Syahdu

    Festival Wulan Merindu di Bendungan Wilalung yang Syahdu

    • calendar_month Rab, 27 Nov 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 340
    • 0Komentar

    Suasana asik di bendungan tuaFOTO Instagram Bidadari Kota Kudus Di bawah gagah bendungan bangunan Belanda, gadis-gadis muda itu berlenggak-lenggok manja. Menguarkan pesona kecantikan diri. Melengkapi eksotisnya Bendungan Wilalung kala senja. KUDUS – Ratusan warga dari Desa Babalan, Kecamatan Undaan dan sekitarnya memenuhi Bendungan Wilalung, Sabtu (23/11/2019). Mereka menikmati suguhan acara yang bertajuk “Wulan Merindu”. Acara […]

  • Malam Berpendar Cahaya di Lautan Pulau Panjang (2)

    Malam Berpendar Cahaya di Lautan Pulau Panjang (2)

    • calendar_month Rab, 10 Apr 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 337
    • 0Komentar

    Saya kira malam hari di Pulau Panjang, hanya bisa menikmati gelap saja. Anggapan saya salah. Malam hari keindahan lain menyuguhi liburan kami. Malam tak gelap-gelap amat. Meskipun bintang tiada bertebaran di angkasa. Lepas azan isya saya dan teman-teman sempat dibuat repot. Saat sedang asyik menyiapkan makan malam, angin berhembus kencang. Sayup-sayup terdengar gemuruh di langit. […]

  • Buang Sampah di Sungai Masih Marak, DPRD Pati Minta Ada Sosialisasi hingga Tingkat RT

    Buang Sampah di Sungai Masih Marak, DPRD Pati Minta Ada Sosialisasi hingga Tingkat RT

    • calendar_month Ming, 22 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 281
    • 0Komentar

    PATI – Kebiasaan buruk membuang sampah di sungai masih menjadi permasalahan serius di Kabupaten Pati. Anggota DPRD Pati, Warsiti, mengungkapkan bahwa sosialisasi hingga tingkat RT menjadi langkah penting untuk mengatasi masalah ini. “Sosialisasi di tingkat RT sangat penting untuk mengubah kebiasaan buruk warga,” ujarnya. “Selain itu, pemahaman tentang sampah sejak dini bagi anak-anak juga sangat […]

expand_less