Breaking News
light_mode

Ponpes Bahrul Ulum Kuryokalangan Berharap Lolos Liga Santri Nasional 2022

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 24 Jun 2022
  • visibility 229
Gelaran Liga Santri 2022 tingkat Kabupaten Pati menghasilkan juara yaitu Ponpes Bahrul Ulum Kuryokalangan

 

Pondok Pesantren Bahrul Ulum yang beralamat di Desa Kuryokalangan Kecamatan Gabus, Pati berharap bisa berprestasi di ajang Liga Santri 2022. Setelah menjadi juara di tingkat kabupaten, mereka berharap bisa lolos hingga tingkat nasional.

PATI – Tim sepakbola dari Pondok
Pesantren Bahrul Ulum berhasil keluar sebagai juara Liga Santri Piala Kasad
2022 tingkat Kabupaten Pati. Total 6 poin berhasil diraup dari dua kali kemenangan. Mewakili Kabupaten Pati
di babak selanjutnya, pondok pesantren ini berharap ingin melaju hingga ke
tingkat nasional.

Gelaran Liga
Santri 2022 dimulai pada Senin (20/6/2022) hingga Rabu (22/6/2022). Seluruh pertandingan
dipusatkan di Stadion Joyokusumo. Ada tiga peserta yang mengikuti. Mereka
adalah Pondok Pesantren Yanbu’ul Quran Wedarijaksa dengan tim PSYQ FC, Pondok
Pesantren Mathaliul Falah Kajen dengan tim Mathole’ FC, dan Pondok Pesantren
Bahrul Ulum Kuryokalangan dengan tim Bahrul Ulum FC. Seluruh pemain merupakan
santri.

Hasil pertandingan pertama antara
PSYQ FC dengan Mathole’ FC berkahir dengan kemenangan 2 -0 untuk Mathole’ FC,
di pertandingan kedua Mathole’ FC kalah dengan skor tipis 1-0 atas Bahrul Ulum
FC, dan pertandingan terakhir Bahrul Ulum FC menang telak 4 – 1 PSYQ FC.

 “Alhamdulillah seluruh pertandingan Liga
Santri Piala Kasad 2022 tingkat Kabupaten Pati telah selesai digelar, sesuai
rencana. Sekarang kami tinggal menunggu jadwal dari tingkat Korem untuk
kompetisi level selanjutnya, pemenang tingkat kabupaten akan bertanding di
tingkat Korem. Kami berharap para pemain tetap menjunjung tinggi sportivitas
dan solidaritas sebagai pemain sepakbola,” papar Pasiter Kodim 0718/Pati Kapten
Cba Kistono.

Sementara itu Pengasuh Pondok
Pesantren Bahrul Ulum Irham Saifuddin cukup puas dengan turnamen Liga Santri
tahun ini. Pihaknya juga memuji permainan dari lawan-lawannya yang luar biasa.

Lebih lanjut pihaknya juga
berharap anak asuhnya nantinya bisa melaju lebih jauh bahkan hingga tingkat
nasional. “Ini sungguh luar biasa kami bisa mewakili Kabupaten Pati. Semoga
nanti bisa lolos ke tingkat nasional. Namun ini tentu tidak mudah karena tentu
harus membagi waktu antara latihan, ngaji dan sekolah. Semua harus seimbang,”
paparnya. (hus)

 

 

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tak Bosan Mancing Sebab Kebersamaan

    Tak Bosan Mancing Sebab Kebersamaan

    • calendar_month Kam, 14 Des 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Ari Rahmawati Dokumen Pribadi Sebuah hobi terkadang memiliki titik kebosanan. Ada kalanya saat kecil gemar dengan menggambar, namun ketika beranjak dewasa kegemarannya itu mulai hilang dengan berbagai sebab. Akan tetapi tidak dengan yang dialami Ari Rahmawati, sejak kecil bahkan hingga sudah dewasa, perempuan kelahiran Pati, 14 Agustus 1994 ini tetap gemar memancing. ”Saat kecil saya […]

  • Jadikan Alam Sebagai Tempat Belajar

    Jadikan Alam Sebagai Tempat Belajar

    • calendar_month Sab, 2 Des 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Dewi Wulandari Alam tidak hanya dapat mengusir penat serta tempat lari dari kejenuhan rutinitas, apalagi hanya latar berswafoto. Alam lebih dari itu, alam dapat memberikan banyak sekali pelajaran. Hal itu yang diyakini Dewi Wulandari. Perempuan kelahiran Jambi, 10 Februari 2000 ini medapat banyak sekali pelajaran dari alam yang pernah ia jelajahi. ”Dari alam saya dapatkan […]

  • Berhasil Gagalkan Eskpor Ilegal Motor Bodong ke Timor Leste

    Berhasil Gagalkan Eskpor Ilegal Motor Bodong ke Timor Leste

    • calendar_month Jum, 28 Mei 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 192
    • 0Komentar

      konferensi pers ungkap kasus gudang motor bodong di Gadingrejo, Juwana Personel Polres Pati dan Polda Jawa Tengah patut diapresiasi. Sebab berhasil menggagalkan upaya ekspor illegal kendaraan tanpa dokumen ke Timor Leste. Hal ini sekaligus membongkar bisnis gelap yang telah berjalan selama tiga tahun ini PATI – Jajaran Polda Jawa Tengah dan Polres Pati berhasil […]

  • Pemkab Pati Perkuat Pendidikan Karakter dan Tingkatkan Kesejahteraan Guru

    Pemkab Pati Perkuat Pendidikan Karakter dan Tingkatkan Kesejahteraan Guru

    • calendar_month Sel, 22 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 207
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah Kabupaten Pati menunjukkan komitmen serius dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya penguatan pendidikan karakter. Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Pati, Sudewo, dalam Rapat Koordinasi Pendidikan yang berlangsung di Kantor Bupati Pati, Selasa (22/7). Rapat dihadiri oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati, para camat, dan koordinator wilayah (Korwil) pendidikan se-Kabupaten […]

  • Daftar Situs Bersejarah yang Diteliti Balai Arkeologi di Pati

    Daftar Situs Bersejarah yang Diteliti Balai Arkeologi di Pati

    • calendar_month Jum, 1 Apr 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 598
    • 0Komentar

    Observasi yang dilakukan tim ahli Balai Arkeologi Yogyakarta di Desa Bageng Gembong. PATI – Balai Arkeologi Daerah Istimewa Yogyakarta tidak hanya meneliti situs-situs bersejarah di Kota Jepara. Tim peneliti juga menyambangi situs-situs yang ada di Kabupaten Pati. Kalau di Jepara mayoritas sebaran situs ada di Desa Tempur Kecamatan Keling saja, di kota berjuluk Bumi Mina […]

  • Antara Dukun, Tukang Ojek, dan Pilkada

    Antara Dukun, Tukang Ojek, dan Pilkada

    • calendar_month Kam, 11 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Merdeka.com Di sebuah desa terpencil ada lima dukun yang sama-sama mengaku murid tokoh legendaris. Karena aktivitas meraka sering diekspos media, maka banyak orang kota mendatangi mereka. Alat transportasi menuju rumah para dukun itu hanya dapat ditempuh dengan ojek. Maka, peran pengojek itu pegang peranan. Mereka bisa berperan ganda, sebagai pengojek sekaligus “EO” dan atau humas… […]

expand_less