Breaking News
light_mode

Pilih Ponpes Lebih Cermat, DPRD Pati Ingatkan Utamakan Kredibilitas Pengasuh dan Pengelola

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Jum, 26 Jun 2026
  • visibility 100.462

PATI – Menyusul munculnya kasus di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Tlogowungu yang menjadi sorotan masyarakat, DPRD Kabupaten Pati mengimbau seluruh orang tua agar lebih selektif dan teliti dalam memilih tempat pendidikan bagi anak.

Anggota DPRD Pati sekaligus praktisi pendidikan, Muntamah, menegaskan bahwa dalam menentukan pilihan, orang tua tidak boleh hanya menilai dari segi bangunan atau fasilitas yang tersedia.

Menurutnya, hal yang paling mendasar dan perlu diperhatikan adalah kejelasan serta kredibilitas sosok yang mengasuh dan mengelola pondok pesantren tersebut.

“Orang tua harus cermat, jangan hanya melihat casingnya saja. Justru yang paling penting pengasuh pondoknya itu siapa. Kalau pengasuh pondoknya jelas, berarti identitas dan tanggung jawabnya juga jelas,” ujarnya.

Politisi dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyebutkan bahwa peran pengasuh sangat menentukan dalam membentuk akhlak, menjamin keamanan, serta menciptakan kenyamanan bagi para santri selama menuntut ilmu di lingkungan pesantren.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya mengenal sosok pemilik atau Shohibul Ma’had, karena pihak inilah yang memegang kendali penuh dalam menentukan arah kebijakan dan sistem pendidikan yang diterapkan di lembaga tersebut.

“Sebetulnya pesantren itu Shohibul Ma’had yang berkuasa penuh. Sosoknya harus benar-benar alim dan memiliki kapasitas keilmuan yang memadai,” jelasnya.

Muntamah kembali mengingatkan agar orang tua tidak mudah tergoda dengan tampilan fisik yang megah atau kelengkapan sarana prasarana, tanpa terlebih dahulu memeriksa rekam jejak pengelola.

Kualitas pengasuh, sistem pembinaan, serta kejelasan tata kelola pondok harus menjadi pertimbangan utama sebelum memutuskan menitipkan anak. Imbauan ini disampaikan sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Ia berharap setiap orang tua dapat memilih lembaga pendidikan yang tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga menjamin keamanan dan kenyamanan anak-anak mereka.

(Adv)

Editor: Arif

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seorang Janda Diancam Dibacok oleh Tetangga karena Menagih Utang

    Seorang Janda Diancam Dibacok oleh Tetangga karena Menagih Utang

    • calendar_month Jum, 12 Jul 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 193
    • 0Komentar

    PATI – Seorang janda warga Desa Sidokerto, Pati, mengalami ancaman pembacokan dari tetangganya karena menagih utang yang belum dibayar. Kejadian terjadi saat arisan dawis pada Senin (8/7/2024). Rumilah, janda tersebut, merasa takut dan khawatir setelah diancam oleh pelaku dengan golok saat mencoba mengklarifikasi utang kepada istri pelaku. “Saya coba konfirmasi terkait dengan uang Rp10 juta […]

  • Fraksi Golkar: Sektor Perikanan Pati Butuh Perhatian Lebih

    Fraksi Golkar: Sektor Perikanan Pati Butuh Perhatian Lebih

    • calendar_month Sen, 16 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 214
    • 0Komentar

    PATI – Anggota Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Pati, Endah Sriwahyungiati, mendesak pemerintah daerah untuk lebih memperhatikan sektor perikanan di wilayah tersebut. Hal itu terungkap dalam pandangan umum fraksi terhadap Raperda Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045. Menurutnya, potensi perikanan di Kabupaten Pati sangat besar dan perlu dikelola secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kita […]

  • PMI Pati Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Sukolilo

    PMI Pati Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Sukolilo

    • calendar_month Kam, 23 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 294
    • 0Komentar

    PATI — Ketua PMI Kabupaten Pati, Atik Kusdarwati Sudewo, bersama pengurus dan staf PMI, menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran di Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo. Bantuan ini diberikan kepada keluarga Bapak Suwardi yang rumahnya terbakar pada 15 Oktober 2025. Atik didampingi oleh Camat Sukolilo, pengurus PKK, dan Dharma Wanita Kecamatan Sukolilo. Mereka meninjau kondisi rumah dan […]

  • YPI Monumen Mujahidin Bageng Gelar Istigasah untuk Memulai Semester Genap 2025/2026

    YPI Monumen Mujahidin Bageng Gelar Istigasah untuk Memulai Semester Genap 2025/2026

    • calendar_month Ming, 4 Jan 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.485
    • 0Komentar

    PATI – Dalam rangka memulai semester genap tahun ajaran 2025/2026, Yayasan Perguruan Islam (YPI) Monumen Mujahidin Bageng, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, menyelenggarakan kegiatan istigasah atau doa bersama di Masjid Al-Masyhur Desa Bageng, Minggu (4/1/2026) Acara yang berjalan tertib dihadiri oleh seluruh komponen yayasan, mulai dari pengurus, guru, hingga ratusan siswa dari jenjang Raudhatul Athfal (RA), […]

  • Polisi Temukan Ratusan Miras di Lokalisasi Pati

    Polisi Temukan Ratusan Miras di Lokalisasi Pati

    • calendar_month Sel, 10 Apr 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 259
    • 0Komentar

    Lingkar Muria , PATI – Satuan Sabhara Polres Pati mengamankan ratusan botol minuman keras (miras) pada Senin (9/4/2018) sore lalu. Miras dengan berbagai jenis dan merk itu diamankan dari dua lokalisasi terkenal di Bumi Mina Tani. Kampung Baru dan juga Lorong Indah (LI). Total polisi mengankan 453 botol, diamankan dari tujuh cafe di dua lokalisasi […]

  • Pentas Teater As : Kekalahan Wong Cilik, dan Keserakahan Wong Berduit

    Pentas Teater As : Kekalahan Wong Cilik, dan Keserakahan Wong Berduit

    • calendar_month Sab, 4 Mei 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 192
    • 0Komentar

    PATI – Ruang dosen di Gedung B lantai II Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Pati disulap menjadi panggung pementasan. Malam Jumat (2/5/2019), Anak-anak Teater As sedang unjuk gigi. Mereka menggelar pentas produksi perdana dengan mengangkat lakon berjudul “Lorong” karya Puthut Bukhorie. Gedung yang biasanya menjadi tempat istirahat para dosen itu disulap jadi perkampungan pemulung. Pentas […]

expand_less