Breaking News
light_mode

Pentingnya Generasi Muda NU Paham Aswaja Ala Nahdliyah

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 25 Feb 2020
  • visibility 543

DOKUMEN PRIBADI
Belakangan
ini, banyak kelompok Islam mengatasnamakan diri ahlussunah. Namun praktiknya
yang terjadi jauh dari kehidupan waljamaah. Kelompok ini beranggapan bahwa
untuk memahami ajaran agama serta mempraktikkan dalam kehidupan sehari-hari
cukup dikembalikan pada Al Qur’an dan Sunnah (Hadist).

Di
sinilah, generasi muda NU perlu cerdas. Generasi muda NU mesti paham mengenai
ajaran-ajaran yang dilestarikan sesepuh-sesepuh NU, yang pastinya tidak sembrono dalam penentuannya. Oleh
karenanya generasi muda NU sebagai penerus perjuangan ulama NU, selayaknya
harus mengenal serta mempelajari serta memahami tentang Ahlussunnah Wal Jamaah.

    
Apa sih Ahlussunnah Wal Jamaah?
Kita
sebagai generasi muda Nahdiyin harus mengetahui dasar-dasar dan tujuan
Ahlussunnah Wal Jamaah sesuai Muqaddimah AD/ART jam’iyah Nahdlatul Ulama. Pada
Muqaddimah ini yang merupakan rumusan Roisul Akbar KH Hasyim Asy’ari menyatakan
bahwa Ahlussunnah Wal Jamaah menurut NU ialah mengikuti rumusan-rumusan
A’imatil mujtahidin di dalam memahami dan melaksanakan agama.

Di
dalam aqidah NU mengikuti mazhab Imam Abu Hasan Al Asy’ari, Imam Abu Mansur Al
maturidi. Di dalam fiqih NU mengikuti Mazhabi’il arba’ah, Imam Abu Hanifah, Imam
Maliki, Imam As Syafi’I, Imam Ahmad Ibnu Hanbal. Di dalam masalah tasawuf NU
mengikuti Imam Ghozali, Imam Junaid Al Baghdadi.

Itulah
rumusan Ahlussunnah Wal Jamaah yang dirumuskan Roisul Akbar pendiri jam’iyah
Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asy’ari sesuai Muqaddimah AD/ ART jam’iyah Nahdlatul
Ulama.

 Kenapa harus mengikuti mazhab- mazhab
tersebut?
Alasan
yang paling mendasar ialah sebab kita orang awam, yang mungkin belum mempunyai
kemampuan untuk mengambil hukum dari Kitabullah
dan Sunnati Rasululillah. Al Quran
dan Hadist.

Karena,
untuk memahaminya dengan baik harus ada beberapa disiplin ilmu yang harus
dimiliki, yang rata-rata orang zaman sekarang belum memahami dengan baik
hukum-hukum tersebut. Di antaranya ialah ilmu usul Fiqih. Untuk dapat memahami Al
Quran Hadis, kita juga harus memahami ilmu Al
ulumil Al Arabiyah
yaitu ilmu Nahwu,Shorofi, dan Balaghah, yang mana ilmu
tersebut sangat sedikit dipelajari di madrasah –madrasah, apalagi pada sekolah
formal yang mengikuti kurikulum pemerintah.

   Al Quran dan hadis harus selalu berdampingan
dengan ilmu Nahwu Shorof dan Balaghah dikarenakan Quran dan hadis ini
kedua-duanya menggunakan bahasa Arab, bahkan di dalam Al-Qur’an bahasa yang digunakan
juga mengandung kasustraan Arab yang tinggi, sehingga untuk memahaminya perlu
menggunakan ilmu Balaghah dan ilmu sastra Arab.

  Oleh karenanya, Imam As suyuthi menyebutkan
bahwa memahami ilmu balaghoh hukumnya fardhu ‘ain, karena kita tidak akan tahu
tentang i’jazul Qur’an (bagian dari Ilmu Tafsir yang membahas tentang sesuatu
yang menyangkut kemukjizatan Al Quran) tanpa ilmu Balaghah. Sebab inilah yang
mendasari ulama-ulama sepuh NU bersepakat bahwa kita sebagai orang awam di
dalam memahami dan melaksanakan ajaran agama harus mengikuti rumusan-rumusan A’imatul mujtahidin.

  Sebagian orang awam yang tidak punya disiplin
ilmu yang sampai pada Rub’atin ijtihadi
ini wajib hukumnya mengikuti para ulama-ulama Ai matil mujtahidin seperti Imam Syafi’i, Imam Ghozali, Imam Junaid
al-Baghdadi dan lain-lain, untuk memudahkan kita sebagai orang awam dalam
memahami hukum-hukum Islam, diakui atau tidak kita sebagai orang awam belum
bisa mencari sendiri hukum Islam di dalam Al-Qur’an.

Apa
yang mendasari kelompok-kelompok islam mengaku Ahlussunnah? Hal ini didasari
sabda Rasulullah SAW dalam hadis yang diriwayatkan At Tirmidzi bahwa umatnya
pada akhir zaman akan terpecah menjadi 73 golongan. Semuanya masuk neraka
kecuali satu, lalu sahabat bertanya “siapa itu Ya Rasulullah” Rasul
menjawab “yaitu mereka yang mengikuti apa yang aku lakukan dan yang
dilakukan para sahabat”

Jadi
Ahlussunnah Wal Jamaah ialah kumpulan manusia yang telah melaksanakan dan
meniru nabi, keluarga, sahabat, dan tabi’in serta konsekuensi dalam
melaksanakannya juga di dalam pengambilan pemahaman mengenai hukum-hukum Islam
menganut pada Aimatul mujtahidin dan
para ulama, dikarenakan keterbatasan di dalam disiplin ilmu, sehingga tidak
mampu mengambil langsung hukum di dalam Al-Qur’an dan hadist.

Muchamad Romadan, Departemen
Organisasi PAC IPNU Keling

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gus Yasin Pimpin Upacara HUT ke-80 RI di Pati, Bupati Absen karena Sakit

    Gus Yasin Pimpin Upacara HUT ke-80 RI di Pati, Bupati Absen karena Sakit

    • calendar_month Ming, 17 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 322
    • 0Komentar

    PATI – Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Kabupaten Pati, yang dilaksanakan pada hari Minggu, 17 Agustus 2025, berlangsung dengan khidmat. Meskipun Bupati Pati, Sudewo, tidak dapat hadir karena sakit, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), hadir untuk memimpin upacara di Alun-alun Pati. Setelah upacara, Gus Yasin menekankan […]

  • Nelayan Cantrang Juwana Siap Melaut

    Nelayan Cantrang Juwana Siap Melaut

    • calendar_month Sab, 17 Feb 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 339
    • 0Komentar

      BERSIAP : Beberapa kapal nelayan cantrang yang sedang sandar di Sungai Juwana beberapa waktu yang lalu. Lingkar Muria, PATI – Pasca diperbolehkannya cantrang oleh Presiden Jokowi dan Menteri Kelautan dan Perikatan Susi Pujiastuti, atas aksi unjuk rasa di Jakarta beberapa waktu yang lalu, kini nelayan cantrang di Juwana bersiap melaut kembali. Tokoh nelayan cantrang […]

  • Pengaplikasian Teknik Relaksasi Terhadap Gangguan Insomnia Akibat Kecemasan

    Pengaplikasian Teknik Relaksasi Terhadap Gangguan Insomnia Akibat Kecemasan

    • calendar_month Sen, 13 Sep 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 285
    • 0Komentar

    DOKUMEN PRIBADI Oleh Indah Nur Aini, Mahasiswi Bimbingan Konseling Islam IAIN Kudus BRSPDM merupakan Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Mental yang berada di Pati.  Penyandang  disablitas  mental  merupakan  orang  dengan  gangguan  jiwa  yang dalam waktu lama akan mengalami hambatan dalam berinteraksi  dengan  masyarakat.  Saat ini di BRSPDM terdapat kurang lebih  seratus  penerima  manfaat  atau  yang  […]

  • Grapix AI Gelar Corporate Gathering dan Santunan Anak Yatim di Pati

    Grapix AI Gelar Corporate Gathering dan Santunan Anak Yatim di Pati

    • calendar_month Sen, 23 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 477
    • 0Komentar

    PATI – Grapix AI, perusahaan penyedia solusi server kecerdasan buatan, menggelar kegiatan corporate gathering dan santunan anak yatim di Hotel New Merdeka Pati pada Minggu (22/9/2024). Acara ini merupakan bentuk syukur atas pencapaian Grapix AI yang meraih VIP 7 dan sekaligus mempererat tali silaturahmi antar mitra. Direktur Divisi Regional 1 Grapix AI, Ary Wulan Darmiyanto, […]

  • Protes Biaya Wisata Rp1,8 Juta, Komisi D DPRD Pati Panggil Kepala Sekolah dan Komite SMPN 1 Tayu

    Protes Biaya Wisata Rp1,8 Juta, Komisi D DPRD Pati Panggil Kepala Sekolah dan Komite SMPN 1 Tayu

    • calendar_month Kam, 16 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.569
    • 0Komentar

    PATI – Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo, menindaklanjuti keluhan orang tua siswa terkait rencana kegiatan wisata di SMP Negeri 1 Tayu yang dinilai memberatkan. Pihak sekolah dan perwakilan Komite dipanggil untuk mengikuti audiensi di Ruang Komisi D, Kamis (16/4/2026). Kasus ini bermula dari keberatan wali murid atas rencana perjalanan wisata ke […]

  • Miliki Rasa Khas, Durian Cempolongan Desa Banjaran Bangsri Jadi Raja Durian Jepara Tahun 2018

    Miliki Rasa Khas, Durian Cempolongan Desa Banjaran Bangsri Jadi Raja Durian Jepara Tahun 2018

    • calendar_month Rab, 5 Des 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 302
    • 0Komentar

    Bupati Jepara dan wakilnya menikmati durian yang dipamerkan di Alun-alun Kabupaten Jepara Rabu (5/12/2018) JEPARA – Perlombaan buah durian kembali digelar pada tahun ini, tepatnya Rabu (5/12/2018) di Alun-alun Kabupaten Jepara. Tahun ini giliran Durian Cempolongan yang dinobatkan menjadi raja durian.   Durian Cemplongan ini milik Miftakhussururi warga Desa Banjaran, Kecamatan Bangsri. Durian Cemplongan, berhasil […]

expand_less